Wacana Impor Guru Puan Maharani Tuai Kritikan! Mendikbud Beri Pembelaan: Begini Maksudnya..

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia. Puan mengatakan bahwa saat ini Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa negara untuk mengundang para pengajar, salah satunya dari Jerman.

“Kami ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia,” ujar Puan dalam Musyarawah Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019) lalu.

Read More

Bahkan, Puan mengatakan bahwa para guru asing tersebut nantinya akan diberi fasilitas penerjemah erta perlengkapan alih bahasa agar tidak kesulitan berkomunikasi.

Wacana Puan Maharani ini kemudian menjadi kontriversi. Banyak pihak yang mengaku tidak setuju apabila tenaga pengajar Indonesia harus berasal dari luar Indonesia.

Salah satu penolakan terhadap wacana Puan Maharani tersebut datang dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). Ketum IGI, Muhammad Ramli Rahim bahkan mengatakan bahwa sekalian saja Indonesia mengimpor menteri.

“Rencana Ibu Puan mengimpor guru dari luar negeri sungguh membuat saya bingung,” kata Ramli, Jumat (10/5).

“Daripada melakukan Impor guru, lebih baik dosen-dosen LPTK itu diganti semuanya sama dosen luar negeri biar mampu menghasilkan guru-guru terbaik jika asumsinya orang luar negeri lebih baik dari kita. Atau begini saja, jika guru harus impor, bagaimana kalau sekalian saja menteri kita juga impor?,” sambungnya.

Banyaknya pihak yang kontra tersebut membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akhirnya angkat bicara. Muhadjir mengatakan bahwa guru yang didatangkan dari luar negeri tersebut bukan untuk menggantikan guru-guru Indonesia, melainkan untuk melatih guru-guru maupun instruktur yang ada di Tanah Air.

“Salah satu pertimbangan Menko PMK Puan Maharani dengan mendatangkan instruktur atau guru dari luar negeri untuk meningkatkan kemahiran instruktur atau guru Indonesia,” ujar Muhadjir seperti diberitakan Antara, Minggu (12/5/2019).

“Juga bisa lebih efisien dari pada mengirim instruktur atau guru Indonesia ke luar negeri,” Muhadjir menambahkan.

Muhadjir juga menegaskan bahwa maksud Puan Maharani sebenranya bukan “mengimpor” tetapi lebih kepada mengundang guru atau instruktur luar negeri untuk program Training of Trainers atau ToT.

Related posts