Connect with us

Smartnews

Viral Hasil Lomba Daur Sampah Ganjar Pranowo! Netizen: Buset Dah, Sampai Pangling Sama Sampahnya…

Okti Sulisnia

Published

on

Instagram.com

GIRLISME.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah mengadakan kontes daur ulang limbah atribut kampanye. Lomb tersebut kabarnya memberikan hadiah dengan total Rp 20 juta. Lomba dengan tagar #GanjarDaurUlangAPK ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik yang berasal dari spanduk atau poster yang dipampang selama Pemilu 2019.

“Saya mau buat lomba. Lombanya adalah dicari 10 pemenang pertama yang nanti akan mendapatkan hadiah.” “Total hadiahnya Rp 20 juta untuk dibagi 10 pemenang,” ucap Ganjar dalam video singkat yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

View this post on Instagram

Hari ini sudah masuk hari tenang, semua atribut kampanye kita copoti bersama-sama. Nah, daripada setelahnya tidak digunakan, maka saya buat lomba. Silakan buat kreasi dari atribut-atribut yang ada, jadikan apa saja yang penting bisa bermanfaat. Ketentuan: – Kriteria penilaian adalah berdasarkan fungsi, kekuatan produk, dan reduplikasi. -Hasil karya difoto, lalu diupload IG tag saya (@ganjar_pranowo) – Sertakan hastag #GanjarDaurUlangAPK. – Karya dikirim ke Rumah Dinas Gubernur Jateng: Jl. Gubernur Boediono No.8, Gajahmungkur-Semarang. – Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat dan seluruh desain menjadi milik panitia. Total Hadiah 20 Juta rupiah Saya tunggu sampai satu minggu ke depan (22 April 2019), dimulai dari hari ini. Kita ambil bagian dalam pengurangan sampah terutama berbahan plastik. Selamat berkreasi! Nb : kalau kurang jelas bisa DM

A post shared by Ganjar Pranowo (@ganjar_pranowo) on

Seperti informasi yang beredar, kriteria penilaian lomba tersebut didasarkan fungsi, kekuatan produk, dan reduplikasi. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, cukup dengan mengunggah foto kreasi daur ulang ke akun Instagram masing-masing dan wajib menyematkan mention ke @ganjar_pranowo, disertai hastag #GanjarDaurUlangAPK. Setelah itu, karya bisa dikirim di rumah dinas Gubernur Jateng, yang berlokasi di Jalan Gubernur Boediono Nomor 8, Gajahmungkur-Semarang.

Lomba tersebut telah dimulai sejak tanggal 15 April hingga 22 April 2019. Masyarakat Indonesia diketahui sangat antusias mengikuti lomba tersebut. Hal ini diketahui dari banyaknya unggahan yang masuk di tagar #GanjarDaurUlangAPK. Hasilnya juga bermacam-macam, banyak yang mengubah sampah spanduk tersebut menjadi jas hujan, gaun, payung, taplak meja, dan masih banyak lagi.

Hasil karya tersebut juga mendapatkan respon positif dari masyarakat Indonesia lainnya. Bahkan ada juga yang mengatakan ingin membeli hasil daur ulang tersebut.

“Bagus2… Kok jadi pengen beli yah hasil karya kayak gini 😁😁😁” tulis akun @sheira_lovesangel.

View this post on Instagram

@ganjar_pranowo #ganjardaurulangapk

A post shared by Asnia Wati (@asnia.wati.98) on

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending