Viral! Dirut PLN dan Menteri Agama di Boyong KPK! Begini Kronologinya

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – KPK telah menetapkan Direktur Utama PLN Sofyan Basir sebagai tersangka baru dalam kasus PLTU Riau-1. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Saut Situmorang yang merupakan Wakil Ketua KPK dalam konferensi persnya seperti ditayangkan CNN Indonesia TV, Selasa (23/4/2019).

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dengan tersangka SFB (Sofyan Basir) diduga membantu Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Read More

Sofyan Basir diduga telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP karena diduga membantu Eni menerima suap dari Kotjo.

Sebelumnya, mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih, divonis hukuman pidana penjara selama 6 tahun karena terlibat kasus pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo yang juga divonis hukuman penjara selama 4,5 tahun.

Kasus suap tersebut berawal dari Kotjo yang diketahui ingin mendapatkan proyek di PLN tetapi kesulitan mendapatkan akses. Kotjo dikabarkan meminta bantuan kawan lamanya, Setya Novanto, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

Setya Novanto kemudian mengarahkan Kotjo pada Eni yang bermitra dengan PLN sesuai dengan Komisi VII di mana dirinya bertugas. Singkat cerita, Eni terbukti memfasilitasi pertemuan Kotjo dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir hingga berbagai pertemuan terjadi. Sofyan pun sudah pernah diperiksa di tingkat penyidikan maupun pada saat persidangan.

Sedangkan untuk kasus Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang dipanggil KPK pada Rabu (24/4) berkaitan dengan kasus dugaan suap yang melibatkan eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy). Lukman dikabarkan dipanggil sebagai saksi.

Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di ruang kerja Menag dan menemukan sejumlah dokumen dan uang sebagai bukti.

“Dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi untuk RMY (Romahurmuziy),” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (23/4) malam, dikutip dari Detik.com.

Dalam kasus tersebut, KPK sudah menetapkan Rommy sebagai tersangka karena diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Related posts