Viral! Dikabarkan Berpihak ke Kubu 02, UAS Dipecat Sebagai Dosen UIN?

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Kabar pemecatan Ustaz Abdul Somad atau UAS sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) di Pekanbaru, Riau menjadi marak dibicarakan di media sosial. Kabar pemecatan UAS tersebut diduga karena dirinya yang tidak netral sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebuah akun facebook bernama Erwan Simbolon mengunggah sebuah foto pada 7 Mei 2019 yang berisi sebuah surat berlogo Komisi Aparatur Sipil Negara. Surat tersebut berisi soal netralitas ASN yang ditujukan untuk Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.

Read More

UAS pun dipecat dari ASNmemanglah tdk ada keadilan di negri ini,” tulis akun Facebook tersebut.

Saat ini, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 5.139 kali, 450 komentar, dan disukai 827.

Berdasarkan data yang dimuat dari berbagi sumber, keberadaan surat tersebut memang benar adanya. Namun, isinya bukanlah tentang pemecatan Ustaz Abdul Somad. Surat tersebut sebenarnya berisi tentang pihak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang meminta klarifikasi dari pihak UIN Suska terkait tampilnya UAS dalam video bersama Prabowo Subianto, salah satu capres dalam Pilpres 2019.

Rektor UIN Suska, Akhmad Mujahidin, kemudian mengatakan bahwa surat tersebut berasal dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait pertemuan UAS dengan salah satu calon presiden.

“Surat itu berisi tentang permintaan klarifikasi dari KASN terkait sikap UAS. Surat itu diterima tanggal 2 Mei lalu, saat ini kami berupaya menghubungi tapi belum bisa dihubungi,” sebut Akhmad, Rabu (8/5/2019), dikutip dari Liputan6.com.

Akhmad juga menegaskan bahwa surat tersebut tidak ada kaitannya dengan pemecatan UAS. Sebagai rektor, ia mengaku tak pernah memiliki niat unut memberhentikan UAS sebagai dosen. Bahkan, ia menyebutkan bahwa UAS adalah dosen yang berprestasi.

“Dia itu aset bangsa, tidak ada niat kami mengusulkan pemecatan. Masalah pilihan itu haknya karena saat itu beliau lagi cuti,” tegas Akhmad.

Akhmad mengaku pihaknya akan terus berupaya menghubungi UAS. Ia juga telah mengirimkan surat ke lembaga pendampiang UAS saat berdakwah pada 6 mei lalu.

Related posts