Terbaru: Kemenkes Berhasil Ungkap 13 penyakit Penyebab Meninggalnya ratusan anggota KPPS!

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Kematian ratusan petugas Pemilu 2019 menarik perhatian banyak pihak. Banyak yang bertanya-tanya apa penyebab kematian tersebut. Hal tersebut dikarenakan kematian ratusan petugas Pemilu ini merupakan hal yang baru terjadi di Indonesia.

Setelah melakukan penelitian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian mengklaim bahwa pihaknya telah menemukan 13 jenis penyakit yang menjadi penyebab meninggal petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 15 provinsi. Data ini diperoleh dari setiap dinas kesehatan daerah yang menjadi lokasi para petugas KPPS yang meninggal di Pemilu 2019.

Read More

Ke-13 penyakit yang dimaksud tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.

Selain 13 penyakit tersebut, Sekretaris Kemenkes, Oscar Primadi, mengungkapkan bahwa kematian petugas KPPS juga terjadi karena kecelakaan.

“Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan di 15 provinsi, kebanyakan petugas KPPS yang meninggal di rentang usia 50-59 tahun,” kata Oscar dalam keterangan pers, Minggu (12/5).

Kasus ini akan menjadi evaluasi penting kedepannya. Petugas Pemilu yang akan dipekerjakan harus dalam kondisi yang sehat dan baik.

“Tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, ruangan yang cukup luas, dan ritme kerja serta jam kerja diatur dengan baik, dan memberikan porsi istirahat yang cukup,” ujarnya.

Ke-13 penyakit yang ditemukan Kemenkes tersebut sekaligus mematahkan asumsi yang beredar soal penyebab meninggalnya KPPS karena faktor kelelahan.

Seperti yang diketahui, data KPU menyebutkan bahwa jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai 456 orang dan 4.310 orang sakit. Sedangkan untuk petugas Panwas, hingga Selasa (7/5), tercatat ada 92 orang yang meninggal dunia, 398 rawat inap, dan 1.592 rawat jalan. Kemudian, dari kepolisian tercatat ada 22 anggota yang tewas karena keletihan dalam mengawal proses panjang pemilu.

Related posts