Connect with us

Smartnews

Tangkap Provokator Kericuhan Hingga Kehadiran Massa Bersorban yang Bantu Polisi! Ini 4 Fakta Menarik Aksi 22 Mei!

Okti Sulisnia

Published

on

Nasional.Tempo.co

GIRLISME.COM – Banyak fakta menarik yang terjadi dibalik aksi 22 Mei yang menimbulkan kericuhan dan anarkisme. Fakta dibalik aksi yang menimbulkan ketidaknyamanan tersebut perlahan-lahan mulai terungkap. Pihak kepolisian pelan-pelan sudah bisa mengungkapkan siapa provokator dibalik ricuhnya aksi tersebut.

Girlisme.com telah merangkum 4 fakta dan kejadian menarik yang terjadi saat aksi 22 Mei berlangsung, sebagai berikut:

1. Kericuhan aksi 22 Mei disebabkan oleh provokator bayaran?

Kompas.com

Sejak Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5), polisi telah berhasil menangkap 69 orang yang diduga menjadi provokator dalam kerumunan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

Setelah diselidiki, polisi menemukan sejumlah amplop berisi uang yang diduga milik provokator tersebut. Polisi menduga massa yang melakukan anarkisme adalah massa bayaran.

“Ada juga massa tersebut masih simpan amplop, uangnya msih ada, dan kami sedang mendalami itu,”ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

2. PNS yang ikut aksi 22 Mei akan dipecat!

Tribunnews.com

Aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) dilarang ikut dalam aksi 22 Mei. Bahkan, Wali Kota  Cimahi Ajay M Priatna menegaskan bahwa ia akan langsung memberikan sanksi tegas apabila ada ASN di bawahnya yang ditemukan ikut dalam aksi tersebut.

“Kami melarang ASN terlibat kegiatan seperti itu. Tidak boleh. Apabila ada yang ikut ke Jakarta, saya akan langsung pecat,” katanya, dikutip dari Kompas.com.

3. Polri tegaskan aparat tidak dibekali senjata tajam!

Kabar24.bisnis.com

Tudahan bahwa polisi menembak massa aksi membuat Polri akhirnya buka suara. Pihak Porli menegaskan bahwa aparat keamanan yang ditugaskan mengamankan aksi unjuk rasa di Jakarta tidak dibekali senjata tajam.

“Aparat kepolisian dalam rangka pengamanan unjuk rasa tidak dibekali peluru tajam. Ini perlu kami luruskan karena di media sosial sedang viral (hoaks penembakan),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo, Selasa (21/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Dedi juga menjelaskan bahwa senjata api hanya digunakan oleh pasukan antianarkis yang dikendalikan langsung oleh Kapolda. Pasukan antianarkis tersebut hanya akan dikerahkan apabila terjadi gangguan keamanan meningkat.

4. Hadirnya massa bersorban yang bantu polisi tenangkan warga

Detik.com

Kehadiran massa bersorban yang mendatangi lokasi kerusuhan di Kota Bambu Selatan, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5), mengurangi ketegangan Aksi 22 Mei. Massa tersebut diketahui datang untuk membantu pihak kepolisian meredam ketegangan warga.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending