Connect with us

Idea

Surat Terbuka untuk Iklan-iklan Rumah Tangga di TV : Ngurus Anak Bukan Cuma Tugas Istri!

Irma El-Mira

Published

on

Illustrates by Amalia Tri Hapsari

GIRLISME.COM – Ibu ngasuh anak di rumah, bapak cari uang di luar rumah. Masa iya?

Pasti kamu sudah sering nonton di televisi, tentang iklan-iklan rumah tangga. Apa aja itu?

Iklan penyedap makanan, iklan sabun pel, iklan deterjen, iklan produk makanan dan bahan dapur, iklan susu dan perlengkapan anak, iklan bayi baru lahir…..

Dalam iklan-iklan tersebut, pasti peran perempuan sangat diidentikkan dengan hal-hal domestik, seperti ngepel, nyapu cuci piring, masak dan urus anak. Sedangkan laki-laki biasanya digambarkan sebagai sosok yang bekerja di luar rumah. Akibatnya hal ini menjadikan ibu lebih banyak berinteraksi dengan anak-anak, daripada bapak. Padahal seharusnya peran ini bisa dibagi dengan lebih adil, dengan melibatkan bapak dalam proses kepengurusan anak juga sehari-hari di rumah.

Bahkan dalam iklan susu formula untuk bayi dan anak, hampir semuanya memperlihatkan ibulah yang bertugas membuatkan susu, sedangkan ayah tidak pernah. Pada iklan mie instant dan makanan lainnya, pasti ibu yang bergulat di dalamnya sampai makanan siap saji, dan kemudian dinikmati oleh sekeluarga. Hanya segelintir iklan yang sadar untuk memberikan ruang bagi laki-laki juga untuk ditampilkan memasak. Bahkan di iklan memandikan bayi dan anak kecil….seluruhnya dihiasi oleh ibu-ibu tanpa adanya bapak.

Dalam media sendiri perempuan lebih sering ditampilkan sebagai sosok yang lembut, mengayomi, berperan sebagai istri dan ibu yang baik. Nah, seperti apakah istri dan ibu yang baik versi media?

Yaitu mereka yang becus masa, becus bikin rumah rapi, dan bisa jaga anak. Hal ini menjadikan peran ayah dan ibu dalam membesarkan anak direpresentasikan secara timpang oleh media. Ayah dijadikan sebagai sosok yang tidak punya tanggungjawab atas perkembangan anak secara intens. Penggambaran bapak sebagai seorang laki-laki yang ideal kemudian diperlihatkan dari aktifitasnya di luar ruangan.

Sejatinya pembagian peran pengasuhan anak dalam keluarga bisa direpresentasikan lebih baik dalam iklan. Layaknya memberikan gambaran bahwa bapak juga memiliki keterikatan dengan anak-anaknya, lebih dari sekedar mesin ATM berjalan.

Laki-laki dalam keluarga bukan hanya sebagai penyumbang sperma, namun juga seorang ayah yang memiliki kecakapan yang sama dalam mengurus anak.

Atribut peran yang dibagikan media kepada laki-laki sebagai ayah dan perempuan sebagai ibu harus diperlihatkan dengan lebih seimbang. Sehingga hubungan ayah dan anak tidak lagi dilihat sebagai hubungan yang berada di bawah ibu.

Irma El-Mira
Irma El-Mira Husbuyanti ; Yogyakarta ; [email protected] ; Penulis Buku : The Secret Way of Choosing, Jatuh Bangun Mark Zuckerberg.
Irma El-Mira on InstagramIrma El-Mira on Twitter
[jr_instagram id="2"]

Beri Komentar

Trending