Status Polri Siaga 1! Begini 8 Kronologi Ketegangan Aksi Massa 22 Mei!

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Aksi 22 Mei berujung ricuh dan anarkis. Massa dan pihak kepolisian bentrok hingga menjatuhkan korban. Aksi ricuh tersebut salah satunya terjadi di Gedung Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Jakarta. Pihak kepolisian sudah melakukan upaya persuasif, namun massa tidak merespon baik.

Girlisme.com telah merangkum kronologi aksi 22 Mei yang berlangsung di depan Gedung Bawaslu, sebagai berikut:

Read More

1. Pukul 22:15, massa mulai mencoba meusak pagar besi di depan kantor Bawaslu

Tirto.ID

Berdasarkan informasi yang dimuat Kompas.com, kericuhan tersebut berawal dari massa yang mencoba merusak pagar besi yang ada di depan Kantor Bawaslu. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.15.

Saat itu, massa berteriak-teriak ke arah polisi. Karena situasi semakin memanas, polisi akhirnya berupaya membubarkan kerumunan massa dengan mendatangkan kembali kendaraan taktis kepolisian yang sebelumnya telah meninggalkan Bawaslu untuk membubarkan massa.

2. Pukul 22:40, terjadi bentrokan

Tribunnews.com

Pukul 22:40, terjadi bentrokan antara polisi dan massa aksi. Polisi juga terlihat mengejar para pengunjuk rasa. Namun, pada saat itu seseorang berteriak dan meminta massa untuk tidak takut dan tidak mundur.

“Ayo tetap rapatkan barisan, jangan pada takut,” teriak seseorang.

Puluhan polisi akhirnya berlari menuju Halte TransJakarta Sarinah untuk mendekati massa, namun seketika itu pula massa membubarkan diri. Massa aksi demo Bawaslu membantu pihak kepolisian untuk menghalau massa yang terprovokasi dan hendak menghampiri barikade aparat gabungan di depan Bawaslu.

3. Pukul 00:39 WIB, polisi menembakkan gas air mata

Tribunnews.com

 Pada pukul 00.39 WIB, polisi menembakkan gas air mata ke massa aksi. Hal tersebut dilakukan karena massa menolak untuk membubarkan diri dan meminta pihak kepolisian untuk melepaskan dua orang yang ditangkap.

Akhirnya, massa dan kepolisian melakukan negosiasi awal dengan hasil pembebasan satu orang yang sebelumnya ditangkap karena diduga melakukan provoasi. Sayangnya, setelah dikabulkan kepolisian, massa tetap tak mau membubarkan diri dan meminta polisi untuk melepaskan satu orang lagi.

Akhirnya, polisi berjanji untuk melepaskan satu orang lagi, namun massa tetap menolak untuk bubar. Massa dan pihak kepolisian kembali melakukan negosiasi yang berjalan alot. Hingga akhirnya, polisi memberikan peringatan sebanyak tiga kali dan kembali menembakkan gas air mata.

4. Pukul 02:00 WIB, massa belum membubarkan diri

Tribunnews.com

Pasukan Brimob dibawah pimpinan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan kemudian melakukan penyisiran. Saat itu, massa yang masih bertahan terlihat melakukan perlawanan dengan melemparkan botol, petasan, dan batu.

5. Pukul 02:30 WIB, massa meluas hingga Pasar Tanah Abang dan Jalan Sabang

Merdeka.com

Pukul 02:30 WIB, konsentrasi massa meluas hingga ke Pasar Tanah Abang dan Jalan Sabang. Polisi masih terus menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Namun, massa yang berada di Tanah Abang terus melakukan perlawanan dengan melempar batu, botol dan lainnya ke arah petugas. Kemudian massa yang berada di kawasan Jalan Sabang juga mengalami kericuhan.

6. Pukul 03:15 WIB, tidak ada lagi tembakan gas air mata dan massa sudah tidak melawan

Suara.com

Pukul 03:15 WIB, polisi sudah tidak menembakkan gas air mata di kawasan Sabang dan Tanah Abang. Selain itu, massaj juga sudah tidak melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah polisi.

7. Pukul 07:00 WIB, massa kembali datang ke depan gedung Bawaslu

Kabar24.bisnis.com

Pukul 07:00 WIB, massa kembali berkumpul di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Saat itu, polisi juga telah siaga membentuk dua kelompok barisan, yakni di ruas jalan MH Thamrin yang mengarah ke Monas dan di ruas jalan yang mengarah ke Bundaran HI.

8. Pukul 09:00, ditemukan enam orang meninggal dan 200 orang luka-luka

Merdeka.com

Hingga saat ini, setidaknya ada enam orang tewas dan 200 orang luka-luka akibat kericuhan aksi 22 Mei. Data tersebut diungkapakn oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Ini per jam 09.00 WIB. Jadi ada sekitar 200-an orang luka-luka,” ujar Anies di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019), dikutip dari Detik.com.

Related posts