Connect with us

Smartnews

Setelah Diputus Bersalah Karena Kasus Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Kembali Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik

Okti Sulisnia

Published

on

jatimnow.com

GIRLISME.COM – Ahmad Dhani resmi dinyatakan bersalah dan divonis 1.5 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST. Dalam kasus tersebut, musikus sekaligus politikus Partai Gerindra ini dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Tidak berhenti disitu, Ahmad Dhani kembali menjalani sidang dengan kasus berbeda di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2). Ahmad Dhani diduga melakukan pencemaran nama baik yang berawal saat Dhani akan menghadiri acara deklarasi Ganti Presiden 2019 di Tugu Pahlawan Surabaya. Namun, saat tiba di Hotel Majapahit, ia diadang oleh kelompok yang mengatasnamakan elemen Bela NKRI. Saat pengadangan itulah, Ahmad Dhani membuat vlog yang berisi kata-kata antara lain “Idiot” yang diunggah ke media sosial dengan durasi waktu 1 menit, 37 detik.

https://kabar24.bisnis.com

Sebutan kata “idiot” dalam vlognya tersebut yang membuat Dhani di Dhani didakwa dengan Pasal 27 ayat 3 junto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) tentang pencemaran nama baik.

Untuk kasus ini, Dhani telah melalui dua kali persidangan. Sidang perdana telah dilakukan pada Kamis (7/2) kemarin dan sidang kedua akan dilakukan pada Selasa (12/2) mendatang.

Dalam kasus ini, tim kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan nota keberatan pada persidangan selanjutnya.

“Kami akan mengajukan nota keberatan pada persidangan selanjutnya. Kami juga meminta kepada JPU untuk memberikan salinan Berita Acara Pemeriksaan,” ucap dia.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations
[jr_instagram id="2"]

Beri Komentar

Trending