Connect with us

Smartnews

Seribu Lilin Untuk Palu dan Donggala dari Universitas Santo Thomas Berlangsung Khidmat

Okti Sulisnia

Published

on

https://www.antarafoto.com

GIRLISME.COM – Universitas Santo Thomas (Unika) mengadakan acara penyalaan seribu lilin sebagai sebagai salah satu bentuk rasa empati terhadap bencana alam yang terjadi di Palu dan Donggala. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (5/8) tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, staf pegawai, hingga pejabat rektorat serta fakultas.

Acara yang berlangsung di di Lapangan Reformasi Kampus Unika di Jalan Setia Budi Medan tersebut juga melakukan penggalangan dana dari seluruh peserta. Dana yang terhimpun akan disatukan dengan yang sebelumnya berhasil dikumpulkan mahasiswa. Setelah itu disumbangkan kepada para masyarakat korban. Pengumpulan dana dilaksanakan di enam titik, yakni Simpang Pemda Tanjung Sari, Simpang Pos Padang Bulan, Ringroad, Sunggal, Mannhatan, dan Simpang Kampus Unika. Dari pengumpulan dana tersebut, berhasil diraih Rp 21.700.500.

“Duka Palu dan Donggala adalah duka kita. Kita Indonesia, kita cinta mereka. Jika saat ini kita belum bisa memberikan diri kita secara fisik, mendoakan mereka agar energi kita sampai pada mereka, menjadi salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban mereka,” kata Rektor Unika Dr Frietz R Tambunan kepada para peserta saat acara tersebut berlangsung.

http://medan.tribunnews.com

Dalam acara tersebut juga diputar kembali video tentang suasana di Palu dan Donggala saat ini. Peserta yang hadir tampak meneteskan air mata melihat para korban dan mendengar cerita korban melalui vidio tersebut. Dipimpin oleh Rektor, peserta menyampaikan doa-doa permohonan agar seluruh korban yang meninggal ditempatkan di sisi Tuhan, keluarga yang ditinggalkan tabah, dan segera menerima penghiburan kembali.

Acara penyalaan lilin tersebut merukan acara puncak dari serangkain acara Indonesia Berduka, Unika Berdoa yang telah diselenggarakan sejak Rabu (3/10) lalu.

“Kami sudah turun sejak tanggal 3. Awalnya senat berinisiatif untuk mengumpulkan dana, lalu kami buat pengumpulan dana per fakultas. Pada tanggal 4, kami turun ke jalan dan mengumpulkan dana pula. Hari ini kami kumpulkan dana dan membuat 1000 lilin, juga besok KMK Ignatius de Loyala akan turun kejalan lagi,” ungkap Presiden Mahasiswa Unika Ari Kristifan Lumban Gaol.

Anton Sitepu selaku pemimpin Tim kreatif kegiatan ini mengatakan bahwa acara ini sudah disiapkan selama dua hari. Seluruh peserta melingkar berbentuk love dan ditengah disusun lilin dengan bentuk Pray for Palu and Donggala.

“Penyalaan 1000 lilin ini merupakan tanda cinta Unika untuk Palu dan Donggala. Kita semua cinta mereka dan mereka saudara kita. Berhubung kita tidak bisa ke sana secara fisik, kita harap energi kita bisa sampai kesana dan bantuan kita bisa meringankan beban mereka,” ungkap Anton.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending