Connect with us

Smartnews

Sayangkan Kericuhan Aksi 22 Mei, Anies Baswedan Ungkap Kerugian Pemkot Jakarta!

Okti Sulisnia

Published

on

Republika.co.id

GIRLISME.COM – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan kerusakan dan kerugian yang terjadi di Jakarta paska aksi 22 Mei. Ia menyebutkan bahwa kerusakan paling banyak terjadi sejumlah taman di Jakarta dengan angka mencapai Rp465 juta.

“Yang paling banyak itu adalah kerugian kerusakan taman dan pagar Rp465 juta. Itu angka perbaikan, nilai perbaikannya Rp465 juta,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/5) malam, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Angka Rp465 juta tersebut didapatkan dari hasil penghitungan pihaknya terhadap sejumlah kerusakan fasilitas umum yang rusak akibat kerusuhan dan anarkisme aksi 22 Mei.

Namun, Anies mangatakan bahwa kerusakan yang terjadi di Jakarta tidak parahan dan tidak memerlukan perbaikan secara total.

“Saya rasa perbaikan-perbaikan itu bukan perbaikan total. Seperti kalau taman itu harus diperbaiki. Itu pasti sebagian-sebagian diperbaiki,” kata dia.

Anies juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI memiliki stok bahan-bahan yang diperlukan, sehingga tidak perlu melakukan pengadaan dana untuk perbaikan.

“Sebetulnya kalau dari sisi stok sudah ada semua. Ini kan tinggal mereview nilainya. Stok tanamannya sudah ada, kemudian toh barangnya sudah ada. Tinggal dipasang,” tambah dia.

Anies mengatakan ia tidak mempermasalahkan kerusakan yang terjadi, ia justrulebih menyayangkan kericuhan dan anarkisme aksi yang seharusnya berjalan damai.

“Ya sebetulnya benturannya saja disayangkan. (Kerusakan) itu kan side effectnya. Tapi yang sebenarnya mendasar adalah seharusnya damai,” kata Anies.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending