Connect with us

Smartnews

Pemerintah Perancis Berikan Penghargaan Untuk Penari Legendaris Indonesia

Okti Sulisnia

Published

on

https://hot.detik.com

GIRLISME.COM – Seorang penari asal Indonesia, Maria Darmaningsih, sukse membuat bangga Indonesia karena ia dianugerahi lencana Chevalier dans l’Ordre des Arts et Lettres (Kesatria Order of Arts and Letters) pada hari Sabtu (17/11) di Galeri Salihara di Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Jean-Charles Berthonnet saat penutupan Festival Tari Indonesia (Indonesia Dance Festival – IDF) ke-14, yang dimulai pada tahun 1992 oleh Maria dan beberapa orang lainnya.

IDF adalah festival tari tahunan yang mendorong munculnya koreografer muda berbakat sementara juga menampilkan karya-karya koreografer terkemuka. Tahun ini, penari dan koreografer dari delapan negara, yaitu Indonesia, Meksiko, Perancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura, turut berpartisipasi.

Foto: IFI Indonesia

Pemerintah Perancis memberikan penghargaan tersebut bagi orang-orang Indonesia yang telah berkontribusi pada dunia seni sekaligus berkontribusi dalam memperkuat hubungan antara Perancis dan Indonesia.

Sebelum Maria, beberapa orang Indonesia yang pernah menerima penghargaan serupa adalah aktris Indonesia Christine Hakim pada tahun 1991, kemudian penyanyi Anggun C Sasmi pada tahun 2005, berlanjut pada tahun 2015 diterima oleh cendekiawan Adjie Damais, tahun 2016 diberikan kepada sutradara film kondang Garin Nugroho, terakhir pada tahun lalu (2017) penghargaan kehormatan seni dan sastra ini diberikankepada artis Sunaryo.

Nama Maria Darmaningsih mulai dikenal dalam dunia tari tradisional Indonesia pada tahun 1980. Tidak hanya sebagai penari atau pemain, Maria juga terus menunjukkan kecintaannya pada dunia tersebut dengan konsistensi berperen sebagai koreografer, guru, dan penyelenggara festival tari. Ia diketahui telah tampil dan mengajar di berbagai acara tari asing, salah satunya adalah Biennale de Danse di Lyon, Perancis, pada tahun 2010.

Beberapa karya koreografi Maria selama karirnya adalah Langen Kusuma Warasthra (Yogyakarta, 1979), Bedaya Dewabrata (Jakarta, 1987), Ruwatan (Belanda, 1996), dan The Lotus Blossom (Kanada, 2000).

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations
[jr_instagram id="2"]

Beri Komentar

Trending