Connect with us

Smartnews

Pemerintah Himbau Para Donatur Untuk Berikan Kebutuhan Ini Pada Masyarakat Palu dan Donggala

Okti Sulisnia

Published

on

https://www.bonepos.com

GIRLISME.COM – Keadaan darurat pasca gemap bumi dan tsunami yang menggucang wilayah Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, membuat pemerintah memutuskan untuk menerima tawaran bantuan internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Wiranto juga mengatakan bahwa pemerintah akan selektif dan mengkoordinasikan bantuan itu agar tetap berguna.

“Saat ini yang kami butuhkan, yakni untuk tanggap darurat, kebutuhan yang langsung untuk masyarakat,” ujar Wiranto di Jakarta, Senin (1/10/2018).

https://nasional.kompas.com

Berdasarkan hasil survey langsung di wilayah yang terkena dampak gempa dan tsunami, pemerintahan kemudian membuat daftar bantuan apa saja yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat pasca bencana alam yang terjadi di Palu dan Donggala. Berikut daftar kebutuhan tanggap darurat.

1. Alat angkut udara

Sejauh ini, beberapa akses jalan darat masih terputus. Sehingga pemberian bantuan yang paling cepat dan efektif untuk saat ini disalurkan melalui jalur udara. Namun, tidak banyak pesawat yang bisa mendarat di bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Sebab dari panjang 2.500 meter landasan pacu, hanya 2.000 meter saja yang bisa didarati.

“Dan di sana yang bisa mendarat adalah jenis pesawat angkut besar C130 hercules. Oleh karena itu kami harapkan alat angkut udara C130 hercules,” kata Wiranto.

2. Tenda pengungsian

Pasca gemoa dan tsunami, banyak rumah warga yang rusak bahkan tidak dapat ditempati lagi. Oleh karena itu, banyak warga memilih untuk mengungsi karena rumahnya rusak parah. Tercatat ada 109 lokasi tempat pengungsian. Kebutuhan tenda menjadi salah atau yang dibutuhkan.

3. Water treatment

Kebutuhan akan air bersih menjadi salah satu kebutuh darurat masyarakat korban bencana. Pasca bencana, masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, beberapa sumber air bersih seperti sumur pompa juga tidak dapat berfungsi karena pasokan listrik masih rendah.

4. Genset

Selain air bersih, listrik menjadi salah satu kebutuhan daruat masyarakat di wilayah Donggala dan Palu. Pasca gempa, pasokan listrik menjadi sangat minim. Sehingga akses untuk berkomunikasi menjadi sangat terganggu. Oleh karena itu, pemerintah masih membutuhkan tambahan genset agar kebutuhan listrik bisa terpenuhi dalam masa tanggap darurat.

5. Rumah sakit lapangan

Banyaknya korban luka membuat pemerintah memutuskan untuk membuat rumah sakit lapangan. Selain itu tenaga medis dan obat-obatan juga sangat dibutuhkan. Pemerintah berharap bantuan internasional mencakup kebutuhan ini.

7. Fogging

Pemerintahan mengatakan, fogging menjadi salah satu hal yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat bencana. Fogging dibutuhkan untuk menetralisir kemungkinan jenazah-jenazah yang terlambat dikubur yang bisa menimbulkan penyakit.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending