Connect with us

Smartravel

Mendaki di Bulan Ramadhan? Kenapa Engga, Kala Udah Tau 4 Tips Ini!

nawa

Published

on

GIRLISME.COM- Yap, mendaki gunung memang menjadi aktivitas yang sangat melelahkan. Membayangkan mendaki sembari berpuasa saja rasanya sudah ogah-ogahan, ya gak?

Tapi tak ada salahnya lho mendaki gunung saat puasa, pasti bakal jadi pengalaman yang paling berkesan. Apalagi buat kamu yang hobi mendaki, rasanya puasa bukan hambatan.

Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendaki gunung saat berpuasa, di antaranya seperti di bawah ini.

1. Mulai mendaki di pertengahan bulan Ramadan

Kamu bisa mendaki di pekan kedua atau ketiga, karena tubuhmu sudah mulai beradaptasi dengan ritme puasa. Sepekan sebelum pendakian, kamu harus mulai berlatih olahraga ringan dalam kondisi berpuasa. Misalnya jogging atau bersepeda.

2. Pilih gunung dengan jalur pendakian yang tidak terlalu berat

Pilihlah gunung-gunung yang memiliki rute relatif lebih mudah. Kesampingkan dulu niat untuk mendaki gunung dengan rute yang ekstrem. Kamu bisa memilih gunung yang terlalu tinggi dan relatif aman, seperti Gunung Papandayan, Gunung Gede, Gunung Andong, atau Gunung Prau.

Meski rute pendakian gunung-gunung tersebut terkenal mudah, kamu tetap harus waspada dengan segala kondisi ya. Jangan sampai kegiatanmu justru membuatmu terpaksa tak puasa, karena sakit atau tak kuat.

3. Untuk menghemat tenaga, pilih waktu mendaki saat malam hari

Memilih waktu pendakian yang tepat saat bulan puasa bisa jadi salah satu solusi. Hindari mendaki pada pagi atau siang hari saat matahari sedang terik.

Kamu bisa memilih mendaki pada sore hari. Di tengah perjalanan, kamu bisa berhenti sejenak untuk menikmati waktu berbuka. Pasti asyik banget kan, berbuka puasa di lereng gunung.

4. Ajak patner pendakimu yang sama sama sedang puasa ya!

Teman pendakianmu yang tidak berpuasa bisa jadi godaan yang berat saat mendaki, apalagi kalau kamu memilih waktu pendakian di sore hari. Sebab, mereka bisa makan minum dengan bebas saat kelelahan, dan kamu tidak.

nawa
Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading
Advertisement

Smartravel

Murah Meriah!!! Mulai Dari 70.000an Aja, Ini Dia 4 Hotel Kapsul yang Ada di Jogja!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Hotel kapsul belakangan ini jadi primadona. Selain praktis, harganya relatif murah. Gak heran kalau jadi tren baru yang disukai para traveler. Nah, buat kamu yang berencana berkunjung ke Yogyakarta, berikut pilihan-pilihan hotel kapsul yang bisa kamu singgahi.

1.Edu Hostel, mulai dari 80.000an!

EDU Hostel berlokasi di Jalan Letjend Suprapto 17, Ngampilan. Lokasinya sangat dekat dengan Malioboro. Itu kenapa hotel ini sering jadi buruan para traveler, karena lokasinya yang strategis. Dengan harga berkisar Rp80-300 ribu, kamu bisa mendapatkan beragam fasilitas seperti Wi-Fi, TV, AC, hingga kolam renang.

2. Lebih murah, ini mulai dari 70.000an di Bunk Bed and Breakfast.

Bunk Bed and Breakfast terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 23, Ngampilan. Lokasinya juga tak jauh dari Malioboro. Yang unik dari hotel ini adalah setiap kamar dilengkapi balkon. Warna-warnanya pun serba cerah.

3. The Cabin Hotel harganya mulai dari 100ribuan.

Satu lagi hotel yang tak kalah murah dan nyaman adalah The Cabin Hotel. Hotel ini berada di tiga tempat, yakni Jalan Gandekan Lor Nomor 2, Jalan Dr. Sutomo Nomor 2, dan Jalan Bhayangkara Nomor 11.

4. The Packer Lidah yang harganya afforedable banget, mulai dari 100ribuan aja!

Last but not least, ada The Packer Lodge yang masih berlokasi di kawasan wisata Malioboro, tepatnya Jalan Dagen Nomor 3, Sosromenduran. Lokasinya yang sangat strategis membuat hotel ini tak kalah laris dibanding hotel-hotel kapsul lainnya.

nawa
Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Smartravel

Cuma Ada di Ramadhan, Ini Dia 4 Pasar Kaget Ramadhan yang Ada di Jogja Pas Banget Buat Tempat Ngabuburit!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Kota Jogja identik dengan pelajar, di mana banyak mahasiswa merantau untuk menuntut ilmu di kota kecil ini. Mau tidak mau, banyak yang harus menghabiskan sebagian bulan puasa di tanah rantau. Tidak usah sedih, anda bisa tetap mendapatkan jajanan-jajanan khas yang hanya ada ketika bulan puasa saja di sini, seperti kolak, bubur sumsum, es kelapa muda, hingga buah kurma. Dimana lagi kalau bukan di tempat ngabuburit di Jogja langganan masyarakat, baik yang menunaikan ibadah puasa maupun yang sekedar ingin ikut euforianya saja.

1. Kampung Ramadhan Jogokaryan

Jangan kaget kalau anda melihat keramaian di kampung muslim ini menjelang ashar. Akan ada 200-an pedagang aktif menjual berbagai jenis takjil hingga pakaian muslim dan kebutuhan sholat. Sebut saja aneka jajanan pasar, mulai dari risol dan tahu bakso hingga jenis makanan lain yang hanya ada di bulan puasa saja, seperti kolak, aneka bubur manis, es tebu, dan setup buah-buahan.

2. Kampung Ramadhan Masjid Gede Kauman

Kampung Ramadhan ini sudah lama ada di Jogja, tepatnya sejak tahun 1973. Letaknya sangat dekat dengan pusat kota. Kalau anda datang dari arah 0 kilometer Jogja, anda hanya perlu berjalan kaki 10 menit saja ke arah barat hingga melewati Kantor Pos Pusat. Di Jl. K.H. Ahmad Dahlan ini, anda akan melihat gang ke arah selatan di seberang RS PKU Muhammadiyah yang meski kecil, namun padat dengan aneka takjil yang dijajakan selama Ramadhan.

3. Pasar Sore Lembah UGM

Tidak kalah ramainya, kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga selalu menarik minat masyarakat untuk berburu takjil. Tahun-tahun sebelumnya, di barat lembah UGM terdapat ratusan pedagang menjajakan takjil di sepanjang jalan. Namun, setelah relokasi pedagang diberlakukan sejak beberapa bulan lalu, agaknya pasar kaget di kawasan ini berpindah di sepanjang timur Masjid Kampus UGM dan di utara kawasan lembah, tepatnya di sepanjang Jalan Selokan menuju Fakultas Kedokteran Hewan.

4. Pasar Sore Ramadhan Jalur Gaza

Jangan merinding baca judulnya. Nama “jalur gaza” adalah singkatan dari “jajanan lauk-sayur gubuk ashar zerba ada.” Bukannya ngeri tapi terdengar lucu, ya. Pasar sore ini letaknya dekat dengan Masjid Mutohirin di sepanjang Jalan Nitikan, Yogyakarta. Di sini, terdapat banyak sekali gubug yang berisi pilihan menu buka puasa yang sudah pasti bikin buka puasa anda jadi menyenangkan.

nawa
Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending