Connect with us

Smartnews

Masa Tanggap Darurat Tsunami Selat Sunda Resmi Berakhir, Bagaimana Nasib Korban Yang Belum Ditemukan?

Okti Sulisnia

Published

on

https://bantenhits.com

GIRLISME.COM – Masa tanggap darurat penanganan bencana tsunami yang melanda Kabupaten Pandeglang telah dinyatakan berakhir pada 4 Januari 2019. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa setelah ini daerah tersebut akan memasuki masa transisi darurat meunju pemulihan yang akan berlaku selama 60 hari dan akan berakhir pada 6 Maret 2019.

Sutopo mengatakan bahwa selama masa transisi darurat, pemerintah akan fokus untuk membangun hunian sementara (huntara).

“Berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Banten disepakati bahwa selesainya masa tanggap darurat pada 4 Januari 2019, maka dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan selama 2 bulan yaitu 6 Januari 2019 hingga 6 Maret 2019,” ujar Sutopo melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/1/2019).

https://nasional.kompas.com

Huntara tersebut dibangun untuk mengurangi gejolak sosial dan supaya masyarakat memiliki tempat berlindung. Huntara ini ditujukan bagi para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan, baik itu kerusakan berat maupun ringan.

“Huntara diperlukan untuk meminimalisir gejolak sosial dan mengantisipasi musim hujan agar pengungsi dapat lebih nyaman,” jelasnya.

Pembangunan huntara tersebut akan dilakukan oleh anggota TNI dengan dana yang berasal dari dana siap pakai milik BNPB. Selain itu, untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan, pemerintah daerah setempat akan membiayai proses perbaikannya. Sedangkan, untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang dan berat sedang dibicarakan untuk melalui mekanisme hibah dari BNPB.

“Untuk perbaikan rumah rusak ringan, Pemda Pandeglang dan Banten akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan, sedangkan untuk perbaikan rumah rusak berat dan rusak sedang akan diusulkan melalui hibah rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB,” terang Sutopo.

Sebelumnya, melalui konfrensi pers BKMG pada Minggu (23/12) pukul 02:00 dini hari, disampaikan bahwa telah terjadi tsunami yang diakibatkan oleh longsor bawah laut karena pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain itu, pada hari Sabtu (22/12) juga terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama, sehingga ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

BMKG juga mengatakan bahwa tidak ada gempa yang menyebabkan terjadinya tsunami di Pantai Anyer, Banten pada Sabtu (22/12/2018) malam. Melalui akun twitter resminya @infoBMKG disampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan gelombang air laut pasang.

Berdasarkan data BNPB hingga Sabtu (5/1/2019), terdapat 437 korban jiwa akibat bencana tsunami tersebut. Sementara itu, 10 orang masih dinyatakan hilang, 9.061 orang mengalami luka-luka, dan 16.198 orang mengungsi.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending