Connect with us

Smartnews

Marvia Malik, Pembawa Berita Transgender Pertama di Pakistan

Okti Sulisnia

Published

on

https://www.liputan6.com

GIRLISME.COM – Nama Marvia Malik menjadi sorotan setelah dirinya tampil sebagai pembawa berita televisi transgender pertama di negara mayoritas Islam, Pakistan, beberapa waktu yang lalu. Perempuan 21 tahun tersebut tampil perdana di televisi pada 23 Maret lalu dan langsung menjadi viral di media sosial.

Penampilan perdana Marvia Malik membuat Pakistan dipuji karena dianggap mulai memerhatikan hak transgender di negara tersebut.

“Saya ingin menunjukkan kepada negara bahwa kami lebih dari sekadar objek ejekan. Kami juga manusia,” kata Malik.

Marvia Malik mengaku menyadari jati dirinya sebagai perempuan dan memutuskan menjadi transgender di usia yang sangat muda. Alumni jurusan Jurnalistik Universitas Punjab tersebut mulai membiayai kebutuhan hidupnya sendiri pada usia 15 tahun.

Berdasarkan sensus pemerintah tahun 2017, ada sedikitnya 10.000 ribu individu yang mengaku transgender. Sensus tersebut yang pertama kali mencatat populasi transgender di Pakistan. Selama ini, kaum transgender sering diasingkan bahkan tidak diterima di lingkungan masyarakat dan lapangan pekerjaan.

https://www.liputan6.com

Marvia Malik adalah peserta pelatihan presenter stasiun televisi berita Kohinoor News yang berbasis di Lahore. Kabarnya, dia memutuskan untuk mengikuti program tersebut untuk membuktikan bahwa kaum transgender bisa diterima bekerja di mana saja dan melakukan apa saja sesuai keinginan.

Saat audisi presenter berlangsung, Bilal Ashraf yang merupakan bos Malik, mengaku bahwa dirinya tidak menyadari bahwa Malik adalah seorang transgender. Meskipun begitu, Ashraf tetap memberi kesempatan bagi siapa pun untuk berkontribusi karena sesuai dengan visi kantornya yang ingin menjadi media progresif di Pakistan.

“Kami tidak akan melakukan diskriminasi. Setiap orang memiliki mimpi dan tujuan. Begitu banyak bakat yang berakhir di tempat sampah atau belum tergali hanya karena bias dalam masyarakat,” kata Ashraf.

Belakangan ini, pemerintah Pakistan diketahui terus membenahi peraturan dan pandangan mengenai perlindungan terhadap kaum transgender.

Awal bulan Maret lalu, parlemen juga meloloskan rancangan undang-undang perdana berisikan perlindungan hak bagi komunitas transgender. RUU itu juga memungkinkan individu mengubah status jenis kelamin mereka dalam kartu identitas.

Selain itu, rancangan konstitusi itu juga akan mengizinkan serta mengesahkan kaum transgender mewarisi properti, dan menjamin bahwa mereka tidak akan didiskriminasi jika bekerja di kantor pemerintahan. Kelompok pemerhati HAM memuji langkah Pakistan tersebut.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations
[jr_instagram id="2"]

Beri Komentar

Trending