Connect with us

Smartnews

Kisah Naas Audrey Siswi SMP Pontianak yang Dikroyok 12 Siswi SMA, Sampai Ditusuk Alat Vitalnya. Hotman Paris: Mintakan Saya Nomor Orangtuanya!

Okti Sulisnia

Published

on

Tribunnews.com

GIRLISME.COM – Publik dibuat gempar dengan kasus pengeroyokan yang menimpa AY (14), siswi SMP di Pontianak, yang dianiaya oleh 12 siswi SMA. Tidak hanya dianiaya biasa, pelaku juga mencolok alat vital korban dengan alasan agar korban tidak perawan lagi. Aksi naas tersebut membuat Audrey saat ini terkulai lemah di rumah sakit.

Dalam Laporan Polisi (LP) bernomor LP/662/IV/RES.1.18/2019/KALBAR/RESTA PTK Tanggal 8 April 2019, saksi korban.

“Korban pengeroyokan masih dirawat di rumah sakit di Pontianak,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli dikonfirmasi Merdeka.com, Selasa 9 April 2019.

Pengeroyokan tersebut diketahui terjadi pada Jumat 29 Maret 2019 sekira pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban yang sedang berada di rumah, dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya. Kabarnya, ketika itu korban dan temannya diikuti oleh empat remaja perempuan lainnya.

“Korban ditendang, dipukul, diseret, sampai kepalanya dibenturkan di aspal. Pengakuan korban adanya kekerasan mengenai alat vital, sehingga korban mengalami muntah kuning. Saat ini dirawat di rumah sakit,” papar Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak.

Korban dianiaya mulai dari diinjak perutnya, dan membenturkan kepalanya ke jalan yang ada bebatuan, serta dicekik dan disiram air berkali-kali. Husni mengatakan bahwa korban dan sepupunya sempat berusaha menyelamatkan diri.

Tribunnews.com

Kabarnya penganiayaan tersebut terjadi karena dipicu dari saling sindir menyindir di WhatsApp terkait hubungan asmara anatara salah satu pelaku yang merupakan mantan kekasih kakak sepupu korban.

Eka menyampaikan bahwa saat ini korban sudah diberikan pendampingan berupa hypnoprana, therapi, dan akan menyusul psikolog klinis untuk pendampingan trauma healing. Untuk pelaku akan diberikan hal yang sama.

“Maka dari itu butuh pendampingan psikolog untuk memulihkannya. Pelaku adanya pemahaman apakah yang dilakukannya tersebut pantas, dan untuk korban agar bisa menghilangkan trauma atas peristiwa tersebut dan memulihkan pola pikir mereka sebagai anak,” ungkap wakil ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu.

Kisah AY tersebut kemudian menjadi viral di sosial media dengan tagar Justice for Audrey. Simpati untuk AY serta kemarahan kepada para pelaku yang berjumlah 12 orang ramai-ramai diunggah dengan tagar Justice For Audrey #JusticeForAudrey.

Tak hanya itu, warganet juga membuat petisi online di laman Change.org. Petisi tersebut ditujukan untuk Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) untuk tidak menyelesaikan kasus dengan akhir damai.

“Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) berharap ini berakhir damai demi masa depan para pelaku. Kenapa korban kekerasan seperti ini harus damai?” ujar pembuat petisi, Fachira Anindy, dalam petisi tersebut seperti dikutip dari Change.org.

Sang pembuat petisi mempertanyakan, mengapa korban kekerasan harus damai. “Pelaku harus diadili dan kalau bersalah, kirim ke penjara anak,” tulisnya.

Petisi tersebut ditargetkan untuk mendapatkan 500 ribu tanda tangan. Hingga saat berita ini diturunkan, jumlah warganet yang telah menandatangani petisi ini sudah mencapai 493,6 ribu tanda tangan.

Kasus tersebut juga mendapatkan perhatian dari selebriti tanah air. Salah satunya adalah pengacara kondang, Hotman Paris. Melalui berita yang beredar Hotman Paris juga turut mengecam tindakan tersebut, ia bahkan meminta untuk mengusut tuntas kasus itu tanpa adanya perdamaian. Sebagai pengacara ia mengatakan, meskipun termasuk dibawah umur, para pelaku tersebut tetap bisa diadili. Tak hanya itu, Hotman Paris juga diketahui sedang mencari tahu kontak keluarga korban untuk diberikan bantuan.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Situasi Politik Pasca Pemungutan Suara Pilpres 2019 Semakin Menegang, SBY Tarik Kadernya Dari Tim BPN Prabowo-Sandi

Okti Sulisnia

Published

on

Detik.com

GIRLISME.COM – Deklarasi klaim kemenangan Pilpres 2019 yang dilakukan oleh pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi, menimbulkan ketegagan-ketegangan pasca proses pemungutan suara. Hal tersebut memicu banyak komentar positif dan negatif yang ditujukan kepada paslon tersebut.

Tak lama setelah mendeklarasikan kemenangan, sebuah surat yang berasal dari Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian beredar. Kabarnya, isi surat tersebut adalah arahan dari SBY kepada seluruh pimpinan maupun kader Partai Demokrat untuk sementara menghentikan “dinas” di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kabar soal surat arahan tersebut juga telah dibenarkan oleh Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsudin ketika dimintai konfirmasi oleh Tirto.

Ada tiga poin penting yang disampaikan oleh SBY dalam surat tersebut:

Pertama, “Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca-pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air.”

Kedua, SBY diketahui meminta para pengurus dan kader Demokrat untuk tidak melibatkan melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan Undang-undang dan konstitusi yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan Partai Demokrat.

Sedangkan pada poin ketiga, SBY memebrikan perintah “Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.”

Selain tiga poin tersebut, SBY juga menuliskan catatan tambahan yang berisi sebuah perintah agar seluruh pimpinan partai maupun kader PD yang “berdinas” di BPN kembali untuk konsolidasi.

Surat perintah dari SBY tersebut ditujukan kepada beberapa petinggi Demokrat, dalam hal ini yaitu Sekjen selaku Pelaksana Tugas Harian Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Syarief Hasan, Komandan Komando Tugas Bersama (Dankogasma) Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Prabowo Deklarasi Kemenangan Untuk Ketiga Kalinya, Tapi Netizen Malah Salfok Pada Wajah Sandiaga. Netizen : Kok Mukanya Sedih Gitu Pak :(

Okti Sulisnia

Published

on

https://www.viva.co.id/

GIRLISME.COM – Pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, kembali mendeklarasikan klaim kemenangan mereka terkait Pilpres 2019. Sebelumnya, Prabowo telah melakukan dua kali deklarasai klaim kemenangan dan melakukan sujud syukur seorang diri tanpa wakilnya. Hal tersebut membuat netizen mempertanyakan keberadaan Sandiaga Uno. Ketiadaan Sandiaga Uno dalam dua deklarasi klaim kemenangan Prabowo membuat hastag #MisteriHilangnyaSandiagaUno menjadi tranding di Twitter.

Itulah sebabnya, saat deklarasi klaim kemenangan yang ketiga kalinya Sandiaga Uno tampak hadir mendampingi Prabowo. Sayangnya, ekspresi wajah Sandiaga Uno saat itu menjadi sorotan publik. Pasalnya, berbeda dengan Prabowo, Sandiaga terlihat pucat, tegang, dan tanpa ekspresi.

https://www.viva.co.id/

“Ada ya orang menang jd presiden dan wakil presiden mukenye ditekuk sprt tdk ada gairah sama sekali bgt. Kasian ..menangislah bila itu bisa melegakan hatimu,” kata akun @Handoyo1998

“Setelah ini sepertinya Sandi akan telpon ke Hatta Rajasa menanyakan obat penghilang malu…” kata akun @Roisfaisal

Deklarasi klaim kemenangan tersebut dilakukan di Rumah Kertanegara No 4 Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019) pukul 17.40 WIB, Saat itu, Sandiaga muncul mendampingi Prabowo dengan berdiri sejajar di sebelahnya. Tatapannya tajam, tanpa bergerak, dan tidak mengeluarkan sepatah kaya, Sandiaga terlihat melihat serius ke arah teks pidato deklarasi klaim kemenangan yang dipegang Prabowo.

Hingga ketika Prabowo menutup pidato dengan memekik takbir dan merdeka sebanyak tiga kali, Sandiaga masih tak bergeming, bahkan ia tidak ikut berteriak dan tampak lesu. Padahal saat itu, tangannya diangkat serta oleh Prabowo, namun tangannya terlihat terangkat lemas dan hanya setengah badan.

https://www.viva.co.id/

“Kasihan dizoom. Mukanya lg mikir kerugian saham, sahamnya turun, trus dipermalukan di TV nasional.” tulis @sarmus09.

“Sandi yang sedih ini sepertinya yang sandi asli bukan yang Sandiwara:),” kata @kwignyawinata.

Usai deklarasi tersebut, Sandiaga pun langsung masuk ke Rumah Kertanegara tanpa memebrikan keterangan apapun dan lansgung  meninggalkan para wartawan.

Dalam deklarasi tersebut, calon presiden 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa ia telah memenangi Pilpres 2019 dengan memperoleh suara lebih dari 62 persen.

“Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahudin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. Perhitungan real count dan telah kami rekapitulasi,” kata Prabowo.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Trending