Kenapa Dunia Harus Tahu Segala Tentang Kamu?

  • Whatsapp

Halo sobat GirlIsMe! Pernah nggak lagi buka-buka status di WhatsApp atau snapgram di Instagram terus ada temen yang kalo bangun tidur bikin status, mau sarapan update snapgram, di sekolah upload selfie, lagi jalan sedikit update lokasi terkini, ootd pakaian yang dipakai, dan foto makanan apa aja yang masuk perut dia hari itu. Buat sobat  GirlIsMe yang kekinian, pernah dan bahkan sering dong ya menemukan hal semacam itu? Atau jangan-jangan sobat GirlIsMe adalah tipikal cewek kekinian tersebut?

Sebagai manusia, ada sifat alamiah dimana kita membutuhkan perhatian atau apresiasi orang lain terhadap apa saja yang kita lakukan, dan tujuan dari membuat status atau snapgram sepertinya tidak akan jauh-jauh dari hal tersebut. Tapi tahukah teman-teman? Terlalu sering melakukan hal tersebut ternyata memiliki banyak efek negatif baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Kenapa? Yuk coba cek poin-poin dibawah ini!

Read More

1. Dunia ini tidak berputar di sekelilingmu

Wah, ini poin penting sekaligus rada nyesek nih sobat GirlIsMe. Perlu teman-teman ketahui, setiap status atau snapgram yang kamu buat, secara tidak langsung akan memunculkan rasa berharap untuk mendapatkan balasan atau komentar. Iyanih, kalo satu-dua kali temen-temen update status terus nggak ada yang reply. Kalo snapgram temen-temen sampai titik-titik dan nggak ada yang menggubris satupun, pasti ada rasa kesal kan? You don’t need help or advice guys, you just need attention. Dan orang-orang punya banyak kesibukan yang lebih penting daripada setiap detil kegiatanmu. Jadi, kenapa harus sedikit-sedikit update?

2. Memicu kejahatan

Kalo yang satu ini, dijamin cuma merugikan kamu. Temen-temen yang suka banget ketika pergi ke suatu tempat buru-buru update lokasi, sebaiknya berhati-hati ya. Ada begitu banyak kejahatan diawali oleh hal tersebut. Tentunya, kamu tidak akan pernah bisa menjamin bahwa siapapun yang melihat status kamu adalah orang yang baik. Stalker, atau yang biasa disebut penguntit, bisa melihat situasi kamu dari melihat statusmu saja, lalu mencari titik kesempatan melakukan kejahatan sepeti pencurian ketika kamu tidak dirumah, pemerkosaan ketika kamu sedang berada di tempat sepi, atau hanya sekedar megawasimu. Mengerikan bukan?

3. Kecenderungan untuk berbohong

Kalo alasan yang ketiga ini pasti banyak yang nggak setuju kan, sobat GirlIsMe? Hehehe. Memang terlalu malas untuk diakui, bahwa di status atau snapgram yang kita buat, seringkali kita menutup-nutupi beberapa kenyataan dan membuat pencitraan. Tidak semua orang demikian, namun orang yang terlalu sering update tentang dirinya memiliki kecenderungan untuk melakukan hal tersebut.

Mengapa demikian? Tanpa disadari, orang yang memiliki kebiasaan untuk memperlihatkan atau memberitahukan segala hal tentang dirinya kepada public, memiliki kecenderungan untuk terlihat sempurna, meskipun sebenarnya tidak. Nah, ketimbang capek-capek membuat pencitraan, lebih baik kurang-kurangi membuat diri kamu sebagai konsumsi massal. Benar bukan?

4. Penilaian orang terhadap kamu dapat berubah

tahukah kamu, bahwa saat ini mudah sekali menemukan orang yang di dunia maya dan dunia nyata memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Berdasarkan riset penulis, sebagian besar orang mengatakan tidak respect dengan orang yang berlagak baik-baik saja di kehidupan sehari-hari, namun tidak pada statusnya. Kata-kata kotor atau sekedar keluhan yang seringkali sadar-tidak sadar kamu lontarkan pada status di media socialmu, membawa pengaruh besar terhadap penilaian orang lain terhadapmu. Maka, tidak heran. Kebencian atau kesukaan pada seseorang saat ini bisa dipicu hanya dengan dari apa yang kamu unggah di social media.

Bukan berarti karena poin-poin diatas maka sobat GirlIsMe tidak disarankan untuk aktif di social media ya. Tidak apa untuk sesekali membuat status, akan tetapi yang perlu sobat GirlIsMe ingat, perlu dipilah-pilah kembali sebelum teman-teman menggugah sesuatu ke public. Apakah tidak menyinggung orang lain? Apakah terlalu tidak penting? Dan pertanyaan yang terakhir adalah, kembali kepada judul, apakah dunia perlu tahu segalanya tentang kamu?

Related posts