Connect with us

Idea

Kekeliruan Nalar Petisi Penolakan Iklan Shopee Black Pink! Iklan Shopee Diboikot, Sinetron Apa Kabar??

Irma El-Mira

Published

on

Illustrated by Amalia Tri Hapsari

GIRLISME.COM – Baru-baru ini heboh penolakan iklan Shopee yang dibintangi oleh salah satu girlband Korea, Black Pink. Iklan tersebut muncul di platform online dan offline. Tapi sebenarnya, petisi ini jika dilihat secara lebih kritis terlalu tergesa-gesa dan penjelasannya cenderung bolong dan belum rampung.

Sebelum kita membahas lebih jauh, berikut adalah detail tentang petisi mengenai penolakan iklan Black Pink :

Change.org

Teori Efek Media

Dalam Ilmu Komunikasi, ada beberapa teori efek media, yang menjelaskan tentang bagaimana konten di media bisa berpengaruh pada audiens atau penontonnya. Di antara teori-teori tersebut, ada perdebatan tentang apakah si konten media ini bisa mempengaruhi secara langsung, ataukah ada faktor-faktor penghubung lain. Dalam perdebatan itu kemudian diketahui bahwa ketika media memberikan efek kepada penonton, ternyata ada hal-hal lain yang mempengaruhinya, antara lain :

  1. Status sosial dan ekonomi
  2. Cara pengasuhan yang kaku
  3. Hubungan dengan dunia sosial yang buruk
  4. Keadaan psikis yang terganggu
  5. Memiliki pengalaman sebelumnya terhadap kekerasan

Dari penjabaran efek media di atas, bisadilihat bahwa tidak sembarangan mengatakan mengenai efek media, tanpa adanya bukti dan data yang jelas. Mengapa? Karena ini bukan hal yang gampang dan sepele, kalau tidak ada data pasti dan bukti nyata, maka semuanya hanyalah balik ke prasangka dan asumsi.

Karena itu kalimat yang mengatakan bahwa iklan Black Pink akan memberikan gangguan pada jiwa-jiwa yang putih, maka sebenarnya harus ada data pendukungyang sufatnya bukan hanya pemikiran seumur jagung dan analisis yang dangkal.

Analisis tentang Nalar yang Keliru

1. ASUMSI

Dalam iklan tersebut dikatakan bahwa konten iklan yang muncul dalam jam tayang anak-anak anak akan membuat alam bawah sadar mereka terganggu.

Alam bawah sadar yang bagaimana? 🙂

Tahunya dari mana? 🙂

Dalam penuturan latarbelakang petisi di atas bisa ditarik kesimpulan semuanya masih ASUMSI dan PRASANGKA, tanpa ada DATA NYATA 🙂

2. SINETRON APA KABAR?

Konten iklan tersebut tayang dalam waktu sementara, dalam waktu singkat karena memang hadir  untuk keperluan promosi event 12.12 milik Shopee. Dalam waktu yang singkat dan penayangan yang dalam durasi pendek itu, seharusnya kita belum bisa mengatakan bahwa si iklan ini akan memengaruhi anak sampai ke alam bawah sadarnya. Kenapa? Ya apa kabar sinetron dengan konten racun yang ada di tv setiap hari dengan durasi berjam-jam? Apa kabar film dengan konten kekerasan dan cinta-cintaan yang tiap hari jadi komoditaa utama televisi?

Apa itu nggak masuk ke alam bawah sadar? Padahal durasi dan intensitasnya jauh lebih banyak, seharusnya itu dulu yang diboikot dan dibuatkan petisi penolakan dari lama. Bukan iklan dengan alasan rok mini….yang sebenarnya sudah banyak ada di tv jauh sebelum iklan Shopee.

3. ROK MINI DAN PANCASILA

Dalam petisi tersebut dikatakan bahwa pakaian seronok yang nggak sesuai dengan nilai Pancasila.

Pancasila tidak mengatur pakaian 🙂

Sejak kapan kemudian yang pakai rok mini melanggar nilai Pancasila? Wah, banyak sekali kalau begitu masyarakat Indonesia yang murtad dari ideologi negara ya?

Yang bikin petisi mungkin lupa kalau pakaian adat Indonesia justru banyak yang pakai pakaian terbuka, a.k.a KEMBEN 🙂

Nilai baik dan buruk yang terdapat dalam petisi sifatnya sangat eksklusif dan hanya berlaku bagi kelompok tertentu, dengan mengabaikan kelompok lain. Sehingga kembali lagi petisi ini rasanya seperti publikasi ketidaksukaan pribadi, dan bukan dengan kenyamanan bersama. Lagipula kalau masalah paha dan dada, dalam tayangan lain hal itu sudah jauh lebih banyak dan lebih sering diperlihatkan. Kenapa nggak diboikot semua acara tv yang ada paha dadanya?

4. GERAKAN DAN EKSPRESI PROVOKATIF??

Teman-teman bisa tonton dan lihat lagi, tidak ada gerakan dalam iklan yang smapai kayang dan memperlihatkan selangkangan. Sehingga gerakan yang provokatif itu maksudnya yang bagaimana??

Justru BlackPink tidak diperlihatkan secara khusus, melainkan memokuskan pada lambang Shopee. Tidak ada bagian tubuh mereka yang dambil secara jelas dan bertujuan untuk eksploitasi, karena sebagian besar dalam iklan memperlihatkan Black Pink dengan gerakan dance yang sedikit karena terbatas durasi.

 

Tuntutan yang diberikan ada dua, yaitu hilangkan iklan tersebut dan boikot Shopee sampai iklannya diturunkan.

Kenapa nggak boikot acara azab dan cinta-cintaan sih?? Atau drama yang isinya kebodohan? Dan pemojokan perempuan? Membahas adab, moral, dan alam bawah sadar yang terganggu, nggak suka sama rok mini dan gerakan provokatif, di saat yang sama malah membiarkan racun yang lebih besar untuk tetap tayang….

….maunya apa? 🙂

 

Irma El-Mira
Irma El-Mira Husbuyanti ; Yogyakarta ; [email protected] ; Penulis Buku : The Secret Way of Choosing, Jatuh Bangun Mark Zuckerberg, Jatuh Bangun Jack Ma, Jatuh Bangun Jeff Bezos.
Irma El-Mira on InstagramIrma El-Mira on Twitter

Beri Komentar

Trending