Connect with us

Smartnews

Heboh Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi! Ini Respon Gibran Rakabuming yang Jadi Sorotan!

Okti Sulisnia

Published

on

http://wartakota.tribunnews.com

GIRLISME.COM – Kasus pria yang mengancam memenggal kepala Presiden Jokowi menjadi viral dan ramai dibicarakan. Hal tersebut membuat putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga turut mengomentari soal video viral tersebut.

Melalui akun Twitter @Chilli_Pari, Gibran meminta agar masalah tersebut tidak dibesar-besarkan. Dia lebih mengajak semua pihak untuk sabar dan tidak terpancing emosinya. Bahkan ia juga mendoakan agar pria yang ada dalam video tersebut diberikan pintu maaf.

“Sudahlah gak usah dibesar-besarkan. Kita yg sabar aja dan gak usah terpancing emosinya. Mumpung lagi bulan puasa kita fokus ibadah aja. Semoga bapak yg ada di video itu diberikan pintu maaf,” kata Gibran lewat akun Twitter, @Chilli_Pari, seperti dilihat detikcom, Sabtu (11/5/2019).

Berbeda dengan Gibran, relawan pendukung Jokowi yang bernama Jokowi Mania telah melaporkan sosok pria yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi tersebut. Kasus tersebut dilaporkan dengan tuduhan pengancaman.

Dalam laporannya, relawan Jokowi menggunakan Pasal 27 ayat 4 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19/2016 tentang ITE. Relawan Jokowi meminta kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang teregistrasi dengan nomor LP/2912/V/2019/PMJ/Dit Reskrimsus.

Pria dalam video tersebut yang diketahui berinisial HS (25) telah ditangkap polisi di Bogor pada Minggu (12/5/2019) lalu. Polisi mengungkapkan bahwa HS mengaku khilaf dengan perbuatannya tersebut.

“Iya, saat ditangkap dia ini mengaku khilaf,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian, kepada wartawan, Minggu (12/5/2019).

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending