Connect with us

Katamama

Girls Kalau Pake Baju Jangan Yang Neko-Neko ! Nanti Calon Mertua Nggak Suka! Ah, Itu Mitos Belaka…

Syifa R Dewi

Published

on

ilustrated by Amalia Tri Hapsari

GIRLISME.COM — Cara kita memilih ataupun menggunakan pakaian menjadi tolak ukur kepribadian kita bagi beberapa orang. Kalau kata orang zaman dulu sih berpakaian itu nggak usah neko-neko alias aneh-aneh daripada nanti dikira banyak maunya. Lalu apakah pendapat orang zaman dulu itu benar? simak penjelasannya berikut ini ya Smartgirl!

1. Pakian dan kepribadian itu sepaket?

Smartgirl pakaian menurut orang-orang zaman dulu bisa menjadi tolak ukur kepribadian seseorang. Itulah kenapa banyak perempuan yang bingung memakai model pakaian yang bagaimana saat hendak pertama kali menemui calon mertua. Kemudian salah satu caranya dengan memakai pakaian old fashion untuk menghindari pemandangan negatif saat pertama kali bertemu. Namun, di zaman sekarang banyak juga kok mertua-mertua moderen yang cenderung suka menantu modis, jadi jangan khawatir ya Smartgirl! Jadilah dirimu sendiri…

2. Kepribadian memang bisa dilihat dari pakaiannya namun itu nggak menjamin 100% lho. Justru jika ingin melihat kepribadiannya perhatikan detail ini..

Smartgirl memang pilihan pakaian bisa menjadi sedikit indikasi kepribadian seseorang, namun itu tidak mewakili 100% dirinya lho. Kamu nggak boleh judge dari covernya aja. Kamu harus memperhatikan detail-detailnya seperti bajunya rapi atau tidak, rambutnya disisir atau tidak, kulitnya bersih atau tidak, dan detail lainnya itu lebih penting ketimbang kamu hanya melihat dari model pakaiannya. Kamu bisa tertipu dengan hal-hal seperti itu.

3. Jika benar-benar ingin mengenali seseorang kamu harus melakukan tiga hal ini!

Hal yang pertama, kamu harus berpergian bersamanya, kedua kamu harus mencoba memberikannya amanah, dan yang ketiga kamu harus mencoba berbisnis bersamanya. Setelah kamu melakukan hal itu, kamu baru bisa menentukan apakah ia orang yang baik atau tidak.

So Smartgirl kamu nggak perlu tipu-tipu soal penampilan, jadilah dirimu sendiri, daripada sulit di kemudian harinya. Toh kalau mertua kamu pengertian, pasti akan menerima kamu apa adanya! 🙂

Yogyakarta; [email protected]; Repoter; Content Writer; Announcer
Syifa R Dewi on Instagram

Beri Komentar

Katamama

[BAGIAN 3] : Pengalaman Sahabatan 4 Tahun sama Hantu Noni Belanda! Sampai Ketemu Peter, dan Jansen Sahabatnya Risa!

Irma El-Mira

Published

on

GIRLISME.COM – Halo selamat Malam Jumat!

Kita tiba di bagian terakhir cerita tentang Nana dan Paulina yaa.

Tapi ini justru bukan bagian yang seram, tapi kocak. Di sini gue bakalan nyeritain beberapa momen gue bareng Paulina, yang bakalan ngerubah pandangan kalian tentang hantu.

Selama ini pastinya kalian mikir kalau hantu itu kerjaannya cuma mengganggu manusia, hantu itu menyeramkan, menakutkan…tapi dari apa yang gue lalui sama Paulina, gue nemuin hal lain, yang bikin gue sayang banget sama dia. Selama 4 tahun temenan, dari tahun 2015 sampai sekarang, gue bahkan sering merindukan dia. Ternyata pertemanan itu nggak mengenenal dunia ya~~

Paulina dan gue sekarang ini sudah sahabatan banget. Gue sayang sama dia. Percaya atau nggak, dia bahkan berasa lebih hidup daripada temen-temen yang hanya datang ke gue saat mereka butuh aja. Karena emang Paulina nggak pernah pergi. Dia selalu ikut kemanapun gue pergi.

Ohiya, kalau gue ngomong dia ikut, itu artinya dia bukannya terbang-terbang selama di perjalanan ya guys haha.

Ketika hantu ikut sama manusia, dia biasanya minjem tubuh si manusia itu. Makanya kalau ada orang yang diikutin atau ketempelan, energi dia bakalan abis, karena dihisap dan dipakai sama si makhluk halus tersebut. Tapi buat kasusnya Paulina ini, gue entah kenapa nggak ngerasa berat ataupun lelah. Mungkin karena gue udah terbiasa kayanya sama dia.

Ada beberapa kejadian yang bikin gue dan Paulina jadi makin dekat. Dia adalah sosok yang care banget. Pernah waktu itu gue sedang sibuk banget karena tugas kuliah yang numpuk. Sampai rasanya jarang banget dapet tidur. Pas itu Paulina ngomong…

“Hey, kau mau mati sia-sia seperti ku? Kau ini masih muda, kenapa kau tega siksa diri mu sendiri hanya untuk memuaskan ambisi mu saja? Pergilah istirahat, kau punya Tuhan bukan? Kau sudah berusaha, serahkan saja apa yang kau tidak bisa kerjakan ke Tuhan mu. Kau ini manusia yang tidak bisa mengerjakan semua nya sendiri. Cepatlah tidur” (disadur langsung dari blog pribadi Nana)

Dari sana gue sadar kalau sebenarnya hantu ataupun manusia itu nggak ada bedanya. Kita dan mereka sama-sama makhluk yang punya sisi baik dan buruk. Buktinya Paulina bahkan lebih care sama gue dibandingin temen-temen gue yang lain. Padahal dia cuma hantu yang gue temuin di jalanan tanpa sengaja.

Pengalaman lain yang pernah gue alami sama dia adalah….nonton bioskop.

YAP! HANTU NONTON BIOSKOP!

Udah macam anak baru gede aja ye khaan…

Waktu itu dia maksa banget buat nontonin film dari bukunya Risa Saraswati. Dari sana juga akhirnya gue ngambil kesimpulan kalau Paulina agaknya berasal dari zaman yang sama dengan hantu-hantu Belanda sahabatnya Risa itu. Paulina maksa untuk pergi nonton, dan dibeliin satu kursi khusus buat dia. Katanya dia ogah banget buat duduk di bawah!

Akhirnyaaaa….gue dan dia nonton, berdua doang dengan kursi sendiri-sendiri. Setelahnya Paulina berasa bahagia bangeet! Sepanjang nonton Paulina juga merasa kenal dan bahkan pernah ketemu di kehidupan sebelumnya sama hantu yang ada dalam film itu. Dia bahkan bilang kalau salah satu pemeran hantu perempuan di film itu terlalu cantik, lol. Katanya Paulina justru aslinya nggak secantik itu….soalnya lebih cantik dia…. 😀

Setelah kejadian pertama kali waktu itu, waktu dia berubah jadi w ujud aslinya yang seram dan ngeluarin bau busuk, gue jadi paham kalau sebenarnya itu adalah perwujudan emosinya Paulina.

Nah, baru tau juga kan kalau hantu punya emosi??

Yapp…mereka punya. Mereka bisa kesel, marah, sedih, ngerasa keganggu. Bahkan mereka bisa BT loh. Dan kalau itu kejadian di Paulina, biasanya dia bakalan berubah ke wujud aslinya. Itu sebabnya gue juga jarang banget bahas masalah keluarganya dia, apalagi anaknya. Soalnya dia gampang banget sedih dan jadi nggak mood gara-gara itu. Kan bahhaya kalau dia sampai berubah wujud lagi.

Serem hikss…

Paulina juga bisa takut.

Jangan kira karena dia hantu, dia jadinya bebas rasa takut ya. Nggak sama sekali.

Waktu itu aku ada tugas KKN, ayang nyebabin Paulina juga ikut ke tempat aku menginap. Di sana aku ketemu sama sesosok genderuwo, tubuhnya gede banget, gelap, dan kelihatan garang. Ternyata yang takut sama doi bukan cuma gue, ternyata Paulina juga nggak kalah takutnya. LOL. Dia bahkan nggak berani mendekat ke tempat si genderuwo itu, dan milih main-main di tempat lain.

Ohiyaaa, selain itu Paulina ini juga centil tau!

Pernah waktu itu pas gue pergi ke warung burjo dekat kosan, si Aa’ burjonya ngomong,

“Ih kok wangi banget ya??”

Dan tau nggak?? Ternyata di sana posisinya Paulina sedang kecentilan banget dong sama Si Aa’ tadi, dia sedang senyum-senyum manja, yang bikin wanginya dia menguar dan kecium sama tukang burjonya. Pas pulang, aku langsung tegur dia, tapi malah katanya dia nggak pernah sengaja ngegangguin, tapi memang doi aja yang kebetulan nyium wanginya dia -_-

Kejadian lain yang juga bikin gue sayang banget sama Paulina adalah karena dia sangat melindungi gue. Pernah waktu itu gue jalan ke Kota Tua Jakarta, dan berniat buat foto. Tapi pas itu gue kehalang karena mas-mas yang mau foto juga. Nggak disangka ternyata masnya marah dan malah bilang ke gue kalau misalnya mau foto juga ya ngomong, jangan diem-diem aja.

Lha??

Nah, Paulina lihat itu…

Dan tau nggak dia ngapain??

Dia ngejatuhin si mas-mas kasar itu 😀

Dan terus ketawa-tawa sendiri…

Gue kaget banget sih, Paulina sampai ngelakuin itu. Karena gue kira selama ini yang begituan cuma ada di film fiksi macam Tuyul dan Mbak Yul atau Jin dan Jun. Tapi nyatanya beneran ada.

 

Saking akrabnya gue sama Paulina, semua temen gue di kampus rata-rata udah kenal sama dia. Bahkan sering nyariin. Dan biasanya Paulina balas nyapa itu pakai wanginya dia yang haruuuuuum banget.

Momen terakhir gue sama Pulina adalah pas di kantornya Risa….

Waktu itu gue ada kepentingan magang dan ngurus data di kantornya Risa. Pas gue dateng, gue baru pertama kali ketemu sama Teh Risa. Rasanya seneng banget…karena gue udah lama ngefans dan ngikutin semua kisah yang dia tulis :”)

Nah, pas kejadian di kantor itulah gue ketemu sama Peter.

Peter?

Yap!

Anak Belanda yang ada di kisahnya Risa.

Kalau ada yang nanya kaya gimana sih tampangnya Peter?

Mmm..wajahnya pucat. Rambutnya pirang. Pakai bajunya kaya anak Belanda kebanyakan, semacam kemeja dan celana selutut.

Peter lari-larian di ruangan Risa, mau nggak mau gue ngeliatin dong. Lol. Dia memang kaya anak kecil pada umumnya, yang suka banget main.

Selama ini cuma tau dia dari buku, dan sekarang ketemu langsung, rasanya kaya ngeliat artis, coy haha.

Gue sama Risa nggak ngobrol masalah hal gaib apapun, karena kaya rasanya nggak bisa keluar ajaaa…huhu.

Tapi akhirnya Risa ngomong kan ke gue…

“Hantu Belanda yang main sama Jansen di bawah itu bawaan ya?”

Gue langsung…DEG..eh berarti Risa udah tau…

Gue cuma ngangguk pelan, dan senyum. Berasa seneng aja bisa dinotice sama orang yang selama ini gue kagumin.

PERPISAHAN SAMA PAULINA…

Selepas dari magang gue di Bandung, Paulina ngomong kalau misalnya dia boleh nggak tinggal aja di Bandung?

Karena dia nemuin banyak teman di sana, sesama hantu Belanda. Dia bilang kalau ikut gue balik dia bakalan kesepian karena nggak punya teman main.

Gue sebenarnya berat, karena sebenarnya gue udah sayang dan terbiasa sama dia. Cuman gue juga nggak mungkin nahan dia. Akhirnya gue bilang iya, dan dia nggak ikut balik.

Setelah Paulina nggak sama gue lagi, rasanya kangen banget…

Nggak ada yang tiba-tiba sisir rambut. Nggak ada yang duduk di ujung kasur malam-malam. Nggaka da suara cekikikan lagi, wangi harum lagi.

Kangen banget….

Gue yakin bakalan ketemu lagi sama Paulina, walaupun nggak tau kapan….

Tapi persahabatan sama dia selama 4 tahun ini udah lebih dari cukup ngasiin gue banyak pengalaman, kisah abru, momen-momen lucu dan nggak terduga.

Dear Paulina…..

Makasi banyak ya…..

Irma El-Mira Husbuyanti ; Yogyakarta ; [email protected] ; Penulis Buku : The Secret Way of Choosing, Jatuh Bangun Mark Zuckerberg, Jatuh Bangun Jack Ma, Jatuh Bangun Jeff Bezos.
Irma El-Mira on InstagramIrma El-Mira on Twitter

Beri Komentar

Continue Reading

Katamama

[BAGIAN 2] : Pengalaman Sahabatan 4 Tahun sama Hantu Noni Belanda! Sampai Ketemu Peter, dan Jansen Sahabatnya Risa!

Irma El-Mira

Published

on

Illustrated by Amalia Tri Hapsari

GIRLISME.COM – Hai, selamat hari Jumat semuanya!

Kita lanjut yaa kisah dari Nana. Sekarang bakalan masuk ke bagian mulai berteman sama hantu noni belanda.

Namanya?

Paulina…

Setelah cerita tentang awal mula gue bisa ngelihat hantu kemarin, kita sekarang beranjak ke kisah gue selanjutnya, yaitu momen gue pertama kali ketemu dan kenalan sama Paulina.

Jadi waktu itu, sekitaran tahun 2015 gue sekeluarga pergi ke rumah keluarga di Purwokerto. Pas perjalanan pulang, Papa gue kok ya kurang kerjaan banget berhenti di depan pabrik gede di sana. Pabrik yang sudah ada sejak jaman Belanda dulu, dan sekarang udah bener-bener kosong. Nama pabriknya itu Kalibagor, kalian bisa cari deh, Googling kalau emang masih penasaran sama tampilannya.

Di sini bakalan gue kasi gambaran umumnya aja lewat foto…

Pabrik ini emang sudah lama kosong, nggak keurus. Bangunannya udah tua dan ditinggalkan. Rumput liar udah pada tumbuh di sekelilingnya, dan bener-bener nggak ada tanda-tanda kehidupan.

Nah, bayangin deh gimana tampang gedungnya kalau di waktu malam. Apalagi Pabrik Kalibagor ini ternyata udah sering diulas jadi salah satuu tempat yang angker. Kaya yang gue bilang kemarin, walaupun gue bisa ngelihat, tapi gue orangnya penakut. Jadinya pas berhenti di sana, sejujurnya deg-degan juga, bakalan ketemu sama apa di sana.

Tiba-tiba…

di kejauhan gue ngelihat dua sosok. Aduh, mulai merinding…..

 

Sosok satunya adalah seorang Noni Belanda, dia posisinya ada di salah satu jendela pabrik. Karena penasaran akhirnya gue panggil, gue minta buat mendekat. Dan dia langsung aja ada di samping pintu mobil dong, bayangin aja dah gimana suasananya waktu itu.

Gue juga nggak paham kok bisa gue sekreatif itu manggil-manggil doi 😀

Ohiya, gue bisa berkomunikasi sama mereka. Tapi bentuknya itu hanya suara di dalam kepala. Gue cukup mikirin mau ngomong apa, dan nantinya balasan dari mereka akan gue terima dengan cara yang sama. Berkomunikasi sama mereka sampai saat ini sih gue taunya ada dua cara, yaitu ngomong dari kepala-ke kepala, atau pakai perantara yang biasanya kalian liat di acara-acara kesurupan di tv.

Ini pengalaman gue pertama kalinya kenalan dan berada deket banget sama hantu Noni Belanda. Gue ngomong sama dia itu layaknya kalian ngobrol ke teman kok, cuman bedanya pobrolan ini nggak keluar dari mulut dan nggak bersuara.

Akhirnya dia ngomong,

“Aku boleh duduk di sampingmu?”

Gue langsung ngangguk dan ngejawab, “Boleh, Nona.”

Waktu itu gue nggak paham juga kenapa mengiayakan permintaan doi, gue mikirnya pengen coba aja, dan selama itu nggak ngebahayaain siapapun kayanya nggak masalah.

Yaa walaupun dalem hati masih ketar-ketir juga sih karena gimanapun juga dia kan tetap hantu.

Akhirnya dia ngomong lagi,

“Maaf ya kalau saya mengerikan…nama saya Paulina. Saya ingin ikut bersamamu karena ingin bercerita…Boleh?”

Gue waktu itu ada dalam posisi kalau gue sedang ngejalanin apa yang sering gue lihat di acara tv dan film, yaitu seseorang yang bisa komunikasi dengan hantu. Dalem hati gue semacam kaya ngegumam aja, ternyata yang beginian beneran ada. Bukan cuma asal ngomong sama ruang kosong.

Ternyata hantu itu beneran ada.

Akhirnya gue mengiyakan Paulina, mengizinkan dia buat ikut gue pulang. Pas mengiyakan itu gue ngelihat Paulina dalam wujud yang baik, yang bersih, layaknya Noni Belanda yang biasanya kalian lihat di tv. Karena itu gue nggak ada pikiran sama sekali kalau pada akhirnya bakalan ngelihat wujud dia yang nyata. Yang jujur aja nggak pernah ada di bayangan gue.

Akhirnya gue sekeluarga sampai rumah, dengan Paulina yang ikut di badan gue.

 

 

Tiba-tiba pas tengah malam…

Gue kebangun karena ngedenger suara tangisan. Sumpah gue takut banget, Tuhan.

Nggak cuma suara tangisan aja, tapi gue juga nyium bau tajem yang luar biasa. Bau anyir dan amis, kaya bau darah yang udah lama banget membusuk dan dibiarin. Darah yang udah memang anyir, tapi ini ditambah bau lembab dan apek. Yang jujur aja bakalan bikin kalian muntah kalau nyiumnya. Bayangin deh posisi gue waktu itu, yang nggak ada pikiran dan persiapan sama sekali, tiba-tiba denger suara tangisan yang disambung sama bau yang bikin perut gue rasanya muter.

Bulu kuduk gue meremang parah sih waktu itu. Antara kaget, kaku, takut, dan maksa diri buat mikir harus ngapain….

Awalnya gue biarin aja, karena demi apa…gue takut banget. Dan kaget..

Tapi ternyata suara tangisannya makin membesar, dan baunya juga semakin menjadi-jadi.

Gue harus gimanaaaaa :'(

Akhirnya dengan mengumpulkan segala keberanian, gue udah masang segala macam doa dalam diri gue, dan gue niatkan..

Bismillah…

Akhirnya gue berani ngebuka mata. Nyari dimana sumber bau dan suara tangisan itu.

FYI ya guys, ketika ada suara tangisan ataupun bau busuk yang tercium, itu berasa deket banget di telinga dan hidung gue. Kaya bener-benerada di samping gue. Kebayang kan gimana kedernya gue waktu itu. Deg-degan luar biasa di dalem, tapi juga bingung harus apaaaa.

Tapi gue selalu inget kata Ibu, kalau yang begini harus berani gue hadapi, dan gue nggak boleh terus lari. Karena kita sebagai manusialah yang diciptakan Tuhan lebih sempurna.

Inilah yang gua pakai membentengi hati yangs ebenarnya mirip hati spongebob ini 🙁

 

Dan ternyata bau dan suara tangisan itu datengnya dari Paulina 🙁

Dia muncul dengan sosok asli ketika dia meninggal. Yang seriusan bikin gue luar biasa merinding, sedih, kasihan, dan ngeri sendiri.

Kalian tau?

Wujud Paulina itu adalah perempuan dengan rambut blonde rada ikal, menggunakan baju pengantin. Awal gue ketemu dia, dia adalah sosok cantik yang bersih, cantik dan harum, tapi kemudian sekarang dia muncul dengan baju pengantin kusam, yang gue bener-bener bisa liat di sana sini banyak bekas bercak darah yang menguning dan ngeluarin bau anyir luar biasa. Paulina bnangis-nangis dengan dada bolong dis ebelah kiri, kayanya bekas sebuah tembakan.

Tapi dari sini gue paham bahwa Paulina muncul dengan tujuan pingin cerita ke gue. Dia pingin temenan. Karena kemudian gue paham, dia akan muncul dengan wujud seperti itu saat dia sedang marah, sedih, atau hal-hal lain yang bikin emosinya naik…

Tapi di sini gue perjelas ya , ini sama sekali nggak ada kaitannya dengan menyembah jin, hantu atau setan. Gue di sini berteman dan berhubungan sama makhluk gaib tapi nggak sedikitpun mengurangi kepercayaan gue pada Tuhan yang Esa. Gue berhubungan sama mereka sebagai wujud mempercayai bahwa memang Tuhan menciptakan banyak makhluknya, baik itu yang seperti kita di dunia nyata maupun di dunia yang berbeda.

Akhirnya gue menerima Paulina, dan ngizinin dia buat mulai cerita.

Dia bilang kalau dia adalah noni yang hidup di zaman Belanda masih ngejajah Indonesia.

Dia berasal dari keluarga yang lebih dari sekedar cukup, karena bapaknya adalah seorang bangsawan. Hidupnya menyenangkan, dia anak dari keluarga terpandang, suaminya baik dan juga tajir, di usia 22 tahun dia bahkan udah nikah dan dikaruniai kehamilan. Intinya hidupnya bener-bener lengkap.

“Hari itu adalah saat aku harus melahirkan. Aku bahagia luar biasa, rasanya tidak sabar untuk nenunggunya. Aku sungguh tidak tau apa yg terjadi di luar sana, yang aku tau aku hanya berjuang sendiri untuk memberikan kehidupan untuk anak ku. Tapi semuanya terasa sangat singkat, singkat sekali. Sesaat setelah aku berhasil mengeluarkan putri pertama ku, tiba-tiba ada banyak orang-orang menembakkan senjata ke udara, dan tidak hanya ke udara, mereka juga menembakkan senjata itu ke arah ku dan bayi ku. Untung saja Tuhan masih menyayangi anakku, anak yg kuberi nama Jesy itu langsung dibawa pergi oleh suami ku yang tiba-tiba datang dengan wajah paniknya.
Aku sempatkan untuk mencium dan mengucapkan natal untuk anak ku Jesy sebelum akhirnya senjata itu lah yg membunuhku. Dengan tega nya orang2 bermata sipit itu membunuh ku, yg baru daja bahagia karena kelahiran anakku.” (Disadur langsung dari tulisan Nana di blognya).

Gue diem dan mencerna tiap bait yang Paulina katakan.

Sedih rasanya…

Bisa gue bayangin gimana rasanya jadi cewek usia 22 tahun, yang sebegitu bahagianya, punya suami yang sayang padanya, dan anak pertama yang ada di pekukannya. Tapi nggak lama, semuanya itu hilang gitu aja tanpa aba-aba.

Paulina kena tembak di dadanya, yang bikin dia meninggal saat itu juga dan jadi wujud aslinya sampai sekarang. Kejadian ini yang bikin Paulina benci banget sama orang Jepang. Bahkan tiap temen gue yang punya mata sipit, Paulina nggak mau dan nggak sudi ngeliat gue bergaul sama mereka. Bahkan dia pernah bilang,

“Kamu ngapain sih dekat-dekat dengan mereka?? Emang kamu mau mati juga sama sepertiku??!”

Paulina hanya sekali itu menceritakan keluarganya dengan panjang lebar, karena entah kenapa tiap kali gue nanyain anaknya atupun masalah yang lain, dia biasanya sensi dan nggak mau ngebahas hal itu. Daripada gue bikin mood doi buruk dan kemungkinan berubah lagi ke tampilan aslinya, mending gue nggak usah usik, kecuali dia yang mau cerita sendiri.

Minggu depan, gue bakalan jabarin hal-hal yang menurut orang biasa mustahil, tapi beneran gue alami bareng Paulina, Sampai kemudian pertemuan sama Peter dan Jansen juga adalah yang nutup pertemuan gue sama Paulina.

Minggu besok adalah cerita terakhir gue. Dan sampai sekarang, satu hal yang pasti gue tau….

….gue kangen dia. Kangen banget sama Paulina 🙁

Bersambung…

Irma El-Mira
Irma El-Mira Husbuyanti ; Yogyakarta ; [email protected] ; Penulis Buku : The Secret Way of Choosing, Jatuh Bangun Mark Zuckerberg, Jatuh Bangun Jack Ma, Jatuh Bangun Jeff Bezos.
Irma El-Mira on InstagramIrma El-Mira on Twitter

Beri Komentar

Continue Reading

Trending