Connect with us

Smartnews

Drama Kasus Audrey: Dari Tagar #JusticeForAudrey Hingga #AudreyJugaBersalah! Netizen: Yaelah, AUdrey Ngprank Indonesia!

Okti Sulisnia

Published

on

http://www.tribunnews.com

GIRLISME.COM – Hingga saat ini, kasus #JusticeforAudrey masih terus bergulir. Kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 siswi SMA kepada seorang siswi SMP di Pontianak menyita perhatian banyak kalangan.

Setelah rama-ramai membela korban dengan tagar #JusticeForAudrey, kini tiba-tiba saja tagar #AudreyJugaBersalah ikut viral. Tagar kedua tersebut mulai viral setelah hasil visum dokter terhadap korban keluar.

Keterangan dari korban, pelaku, dan hasil visum yang berbeda membuat publik bingung. Meskipun saat ini polisi sudah menetapkan tiga tersangka, namun ada beberapa fakta yang terungkap dan seakan menyanggah pernyataan salah satu pihak.

Dikutip dari berbagai sumber, Girlisme.com telah merangkum fakta-fakta terkait kasus tersebut:

  1. Berita yang beredar: Kasus penganiayaan siswi SMP di Pontianak ini mulai viral melalu tweet dari akun @zianafazura dan @syarifahmelinda di Tweeter. Kedua akun tersebut menjelaskan dengan rinci bahwa korban berinisial AU telah dianiaya oleh 12 orang siswi SMA di Pontianak. Faktanya: Berdasarkan pernyataan dalam sebuah konfrensi pers, hanya tiga orang yang melakukan kontak fisik dengan AU.
  2. Berita yang beredar: Audrey mengaku juga disakiti bagian vitalnya hingga membengkak. Faktanya: Dalam konfrensi pers pelaku ditegaskan bahwa pelaku tidak pernah melukai alat kelamin korban. Hal ini juga sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan Rumah Sakit Promedika Pontianak, diketahui tidak ada kerusakan maupun luka apapun di selaput dara AU.
  3. Berita yang beredar: Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli membenarkan adanya penganiayaan yang diduga dilakukan dengan cara memiting, menendang perut, dan membenturkan kepala korban ke aspal. Faktanya: Namun berdasarkan hasil visum yang sama tidak ditemukan adanya bekas luka maupun memar di tubuh korban.
  4. Meskipun hasil visum menyatakan bahwa korban tidak mengalami luka, namun para pelaku telah mengakui bahwa melakukan tindak yakni menarik rambut, mendorong sampai terjatuh, memukul dan juga melempar sandal ke korban.
  5. Berita yang beredar: Kasus tersebut disebutkan terjadi karena berawal dari masalah perebutan cowok. Faktanya: Berdasarkan pengakuan pelaku, penganiaayan tersebut terjadi karena sebelumnya Audrey menghina para pelaku di sosial media. Bahkan pelaku juga mengaku sakit hati karena Audrey diduga menghina almarhum ibu salah satu pelaku.

Hasil visum tersebut membuat netizen gemas. Bahkan banyak juga yang mengatakan bahwa Audrey sengaja mengarang cerita dan melakukan prank. Hal tersebut dikarenakan penilaian netizen yang telah melihat bagaimana sikap dan sifat Audrey melalui akun media sosialnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dikabarkan sudah menyarankan kepada pihak keluarga korban untuk melakukan mediasi demi masa depan keduanya. Hanya saja, pihak keluarga korban yang disampaikan melalui kuasa hukumnya mengatakan menolak dan ingin melanjutkan proses hukum yang berlaku. Bahkan, pihak keluarga korban juga keberatan akan hasil visum yang menunjukkan bahwa Audrey tidak mengalami luka apapun. Ibu korban juga mengaku memiliki barang bukti berupa foto yang menunjukkan luka-luka di bagian tubuh anaknya. Kabarnya pihak keluarka korban juga meminta untuk dilakukan visum ulang.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending