Connect with us

Smartnews

Dari Tuntut Pemilu Ulang Hingga Barang Bukti Penuh Link! Ini 4 Fakta Kontroversial Gugatan Prabowo-Sandi ke MK!

Okti Sulisnia

Published

on

Mediasulsel.com

GIRLISME.COM – Pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah resmi melayangkan gugatan terhadap hasil Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan pihak Prabowo-Sandi resmi di daftarkan ke MK pada Jumat (24/5).

Girlisme.com telah mengumpulkan 4 fakta kontroversial terkait gugatan hasil Pemilu 2019 yang dilayangkan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, sebagai berikut:

1. Prabowo-Sandi memilih Bambang Widjojanto sebagai Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi

Mediasulsel.com

BPN Prabowo-Sandi memilih Bambang Widjojanto sebagai ketua tim penasehat hukum untuk menggugat hasil Pilpres 2019 ke MK. Kabarnya, Bambang dipilih karena dulunya sering menang saat menjadi kuasa hukum gugatan di MK.

“Mas BW sering sekali (menang) sebelum jadi pimpinan KPK itu juga pengacara di MK. Sebagian besar yang didampingi mas BW di MK menang,” kata Dahnil.

2. BPN Prabowo-Sandi membawa 34 link berita sebagai salah satu bukti

Mediasulsel.com

Sebelumnya, gugatan Prabowo-Sandi ke Bawaslu dalam laporan dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di Pilpres 2019 sempat ditolak lantaran pihaknya hanya menggunakan link dan screenshoot berita sebagai bukti laporan. Kejadian tersebut ternyata tak membuat pihak BPN Prabowo-Sandi untuk mengubah bentuk bukti gugatan, mereka tetap melampirkan sejumlah link berita sebagai barang bukti.

Lampiran berita yang digunakan dissebutkan untuk membuktikan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf, secara masif. Kecurangan tersebut kabarnya dibuktikan dengan adanya penyalahgunaan APBN dan program kerja pemerintah, ketidaknetralan aparatur negara dalam hal ini polisi dan intelijen. Tak hanya itu, pihak BPN juga menyebutkan adanya penyalahgunaan birokrasi dan BUMN, pembatasan kebebasan media dan pers, serta diskriminasi perlakuan dan penegakan hukum.

3. BPN Prabowo-Sandi mengugat hasil Pemilu 2019 ke MK menggunakan pasal 22 e ayat 1 UUD 1945

Islampos.com

Gugatan hasil Pemilu 2019 yang dilakukan pihak Prabowo-Sandi kepada MK menggunakan pasal 22 e ayat 1 UUD 1945 sebagai dalil permohonan. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Luthfi Yazid.

“Dalilnya ialah pasal 22 e ayat 1 UUD 45, bahwa pemilu harus jujur dan adil. Maka kemudian skrg kita apakah pemilu itu pemilu itu jujur adil?” kata Luthfi.

4. BPN Prabowo-Sandi mengajukan 7 tuntutan sekaligus

Bacapesan.com

BPN Prabowo-Sandi diketahui melayangkan 7 tuntutan kepada MK. Tuntutan tersebut salah satunya adalah mendiskualifikasikan pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf, dan meminta melakukan Pemilu ulang secara adil dan tanpa kecurangan.

Berikut ini isi 7 tuntutan BPN Prabowo-Sandi kpada MK:

  1. Mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya.
  2. Menyatakan batal dan tidak sah Keputusan KPU Nomor 987/PL.01.08-KPT/06/KPU/V/2019 tentang Penetapan Hasil Pemilu Presiden, Anggota DPRD, DPD tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Nasional di Tingkat Nasional dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2019.
  3. Menyatakan Capres Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran dan kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis dan masif.
  4. Membatalkan (mendiskualifikasi) pasangan calon presiden dan wakil nomor urut 01, Presiden H Joko Widodo dan KH Mar’uf Amin sebagai Peserta Pilpres 2019.
    Menetapkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor urut 2 H Prabowo Subianto dan H Sandiaga Salahudin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode tahun 2019-2024.
  5. Memerintahkan kepada Termohon (KPU) untuk seketika untuk mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan H Prabowo Subianto dan H Sandiaga Salahudin Uno sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode tahun 2019-2024.
  6. Memerintahkan Termohon (KPU-red) untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang secara jujur dan adil di seluruh wilayah Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22e ayat 1 UUD 1945.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituntut 6 Tahun Penjara, Ratna Sarumpaet: Saya Mau Dibuat Stres Seumur Hidup!

Okti Sulisnia

Published

on

Breakingnews.co.id

GIRLISME.COM – Kasus berita bohong Ratna Sarumpaet berakhir dengan tuntutan enam tahun penjara. Pihak jaksa menilai Ratna terbukti bersalah dalam menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan. Dalam kasus ini, Ratna diduga telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong. Hakim memberikan kesempatan bagi pihak kuasa hukum Ratna mengajukan pembelaan atau pledoi pada Selasa (18/6/2019) mendatang.

“Menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa. Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” ujar Jaksa Daroe Tri Sadono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

Sebelum dituntut enam tahun penjara, polisi telah mengembangkan kembali kasus hoaks Ratna dengan memeriksa beberapa saksi, salah satunya adalah Hanum Salsabiela Rais yang diperiksa pada Senin (27/5/2019). Ia mengaku stres lantaran kasusnya kembali dikembangkan pihak kepolisian.

“Saya stres. Ya bagaimana, mereka yang memaksakan saya masuk ke kejaksaan dan membuat saya stres lagi. Sekarang saya mau dibuat stres lagi seumur hidup,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Heboh tentang Penampakan Pocong Misterius di Pemalang! Polisi Ungkap Fakta Tak Terduga!

nawa

Published

on

By

GIRLISME.COM- Remaja di Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuat resah warga karena menjadi pocong jadi-jadian.

Remaja berinisial AM (15) tersebut diketahui menakut-nakuti warga yang melintasi jalan Tentara Pelajar di kota Pemalang. Aksi tersebut sering dilakukan AM mulai dari jam selesai tarawih hingga menjelang sahur.

Aksi tersebut membuat masyarakat akhirnya mengadu ke pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Pemalang Kota AKP I Ketut Mara mengatakan, yang mengatakan bahwa masyarakat mengaku diresahkan oleh penampakan pocong.

“Atas dasar laporan tersebut, unit Reskrim dan Sabhara Polsek Pemalang melaksanakan penyelidikan dan patroli,” kata AKP I Ketut Mara, Senin (27/5/2018), dikutip dari Kompas.com.

Akibat pengaduan tersebut, pihak kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan dan patroli yang membuatkan hasil pada minggu (26/5/2019) dini hari sekira pukul 03.00 wib. Saat itu, petugas menemukan penampakan pocong di tepi jalan Tentara Pelajar.

” Pocong tersebut menakut-nakuti petugas, setelah dihampiri, pocong tersebut ternyata seorang pemuda laki-laki yang menggunakan kostum mirip pocong,” tambah Kapolsek.

Setelah ditanya apa alasannya melakukan hal tersebut, AM mengatakan hanya iseng menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan tentara pelajar.

Ia kemudian diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

“Saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar AM.

Akibat ulahnya tersebut, AM kemudian dibawa ke Mapolsek Pemalang untuk diberikan pembinaan karena masih di bawah umur.

“Pelaku diberikan pembinaan oleh petugas karena masih dibawah umur,” katanya.

Nadhifah Azhar ; Bandung, 22 April 1998 ; Gunungkidul Yogyakarta ; [email protected] ; Hobbi : Travelling

Beri Komentar

Continue Reading

Trending