Connect with us

Smartnews

Dari Ruam Hingga Lepuh Berisi Nanah! Ini 5 Fakta Cacar Monyet yang Sedang Bikin Heboh!

Okti Sulisnia

Published

on

Tribunnews.com

GIRLISME.COM – Penyakit cacar monyet yang disebut berasal dari Singapura sedang membuat heboh banyak pihak. Sebelumnya, pihak Singapura memang telah mengonfirmasi kasus monkeypox atau cacar monyet pertama di negara tersebut yang awalnya ditemukan pada seorang warga Nigeria yang tiba di Singapura 28 April lalu dan dinyatakan positif terjangkit virus cacar monyet pada 8 Mei.

Penyakit cacar monyet masih terdengar asing ditelinga siapa saja. Pasalnya, penyakit ini terlihat lebih mengerikan daripada penyakit cacar yang biasanya diderita masyarakat Indonesia.

Agar tidak mudah terkena berita bohong, yuk sama-sama kenali penyakit cacar monyet. Hal ini penting untuk dilakukan agar bisa mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

1. Penyakit cacar monyet berasal dari Singapura!

Tribunnews.com

Seorang warga Nigeria menjadi orang pertama yang mengidap penyakit cacar monyet di Singapura. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang Singapura. Pria tersebut diketahui tiba di Singapura 28 April lalu dan dinyatakan positif terjangkit virus cacar monyet pada 8 Mei.

Berdasarkan informasi yang beredar, Pria tersebut menderita demam, nyeri otot, ruam kulit, dan menggigil pada tanggal 30 April. Saat ini ia sudah diberikan tindakan terbaik di National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Perlu diketahui, negara-negara yang sering terkena cacar monyet secara global adalah di Afrika Tengah dan Barat seperti di Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan Selatan.

2. Cacar monyet, penyakit yang ditularkan oleh binatang pada manusia..

Tribunnews.com

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Anung Sugihantono, M.Kes kepada DW Indonesia yang dimuat dalam rilis Kemenkes RI mengatakan bahwa cacar monyet adalah penyaki akibat virus yang ditularkan ke manusia melalui binatang, seperti monyet, tikus Gambia dan tupai.

3. Bisa menular lewat banyak hal, berikut detailnya!

Brilio

Penularan cacar monyet pada manusia dapat melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi.

4. Antisipasi cacar monyet sejak dini dengan paham gejalanya!

Tribunnews.com

Hal yang perlu dicatat dari penyakit ini adalah memiliki masa inkubasi atau interval dari infeksi sampai timbulnya gejala penyakit biasanya memakan waktu 6 hingga 16 hari, tetapi juga dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari. Gejalanya mulai dari demam, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Ruam yang ada bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, bisa berkembang menjadi bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras.

5. Cacar monyet masih tanpa pengobatan dan vaksinasi khusus..

Tribunnews.com

Dirjen P2P Kemenkes RI mengatakan bahwa tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox atau cacar air. Pengobatan simptomatik (pengobatan untuk meredakan gejala dari penyakit) dan suportif hanya bisa meringankan keluhan yang muncul.

Lima fakta di atas diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat Indonesia terhadap penyakit cacar monyet.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Ramai Isu People Power, Jokowi: Namanya Kalah Pasti Tidak Puas. Tapi Jangan Aneh-anehlah

Okti Sulisnia

Published

on

kbr.id

GIRLISME.COM – Maraknya isu ‘People Power’ yang berkembang menjelang pengumuman hasil pemilihan suara pada tanggal 22 Mei mendatang membuat calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) ikut berkomentar. Jokowi mengatakan bahwa rasa kecewa saat kalah adalah hal wajar, namun jangan samapai kekecewaan tersebut diluapkan dalam bentuk yang sesuai konstitusi.

“Kalau yang namanya kalah pasti tidak puas, tidak ada kalah itu puas, enggak ada. Nah, kalau ada kecurangan laporin Bawaslu, kalau sengketa besar ke MK,” kata Jokowi usai menghadiri buka bersama dengan Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu (19/5/2019), dikutip Suara.com.

Jokowi juga secara tegas mengatakan bahwa gerakan people power seharusnya tidak perlu dilakukan karena sebelum kampanye dimulai, seluruh peraturan Pemilu sudah disetujui oleh seluruh peserta pemilu.

“Ini mekanisme konstitusi menurut UU yang disepakati bersama di DPR semua fraksi ada. Jangan aneh-anehlah” tegasnya.

Seperti diketahui, beberapa gerakan people power dikabarkan akan terjadi pada saat Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil rekapitulasi suara 22 Mei 2019 besok. Mulai dari gerakan seperti ‘Tour Jihad’, aksi turun ke jalan untuk menolak hasil Pemilu 2019, hingga aksi teror bom yang dikabarkan akan dilakukan pada tanggal 22 Mei mendatang.

Beberapa pihak, seperti Kedutaan Besar seperti Malaysia dan Amerika Serikat juga ikut memberikan peringatan keamanan untuk warga negaranya di Indonesia pada tanggal 22 Mei tersebut.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

H-2 Menuju 22 Mei! Ini 4 Rangkuman Kisruh Politik Menjelang Pengumuman Pilpres 2019!

Okti Sulisnia

Published

on

Radarkontra.com

GIRLISME.COM – Dua hari menjelang pengumuman hasil pemilihan suara 2019 resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat ini beberapa isu politik sedang berkembang dan semakin memanas. Banyak pro kontra, banyak dugaan makar, teror bom, hingga aksi-aksi yang diduga akan terjadi saat 22 Mei mendatang.

Oleh karena itu, Girlisme.com telah merangkum 4 isu politik yang sedang panas dan ramai diperbincangkan.

1. Disebut setengah hati dukung Prabowo-Sandi, Demokrat dipastikan tidak akan ikut aksi 22 Mei

Radarkontra.com

Partai Demokrat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dalam aksi massa pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Pihak PD menolak untuk mempersoalkan hasil Pemilu 2019 dan memilih untuk mengikuti alur konstitusional apabila ada dugaan kecurangan dalam Pemilu.

2. Jadi orang pertama yang serukan People Power, Amien Rais dipanggil polisi

Detik.com

Amien Rais dipanggil pihak Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Polisi menyebutkan bahwa Amien Rais menjadi yang pertama kali menyerukan ‘people power’.

“(Amien Rais) mengucapkan pertama kali ngajak people power,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dikutip dari Detik.com.

Seruang ‘People Power‘ yang dilakukan Amien Rais bersama dengan Eggi Sudjana saat demo di depan KPU beberapa waktu lalu.

3. Ketua PAN ucapkan selamat ke Ma’ruf Amin, hubungan koalisi PAN dan Prabowo-Sandi semakin dipertanyakan

Detik.com

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, diketahui mengucapkan selamat kepada cawapres Ma’ruf Amin, meskipun belum diketahui apa maksud dari ucapan selamat tersebut.

“Silakan ditanggapi dan ditafsirkan sendiri. Itu kan bisa ditafsirkan beda-beda,” ujar Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Zulkifli dan Ma’ruf Amin diketahu bertemu saat menghadiri buka puasa bersama Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Zulkifli mengucapkan selamat kepada Ma’ruf, yang menang Pilpres 2019 versi quick count.

“Pak Kiai, selamat. Walaupun nanti tanggal 22 (Mei), tapi saya ucapkan selamat,” ujar Zulkifli sambil menjabat tangan Ma’ruf di Twin Plaza Slipi, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2019).

4. Pesan Habibie menjelang 22 Mei

Republika.co.id

Presiden ketiga Indonesia, RI Bacharuddin Jusuf Habibie, turut memberikan pesan-pesan menjelang pengumuman hasil pemilihan suara pada 22 Mei mendatang kepada masyarakat Indonesia. Habibie berpesan untuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat.

“Hindari tindakan-tindakan yang dapat mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat sehingga stabilitas dan kepastian hukum dapat terjaga demi keberlanjutan pembangunan. Di tengah situasi regional dan global tidak kondusif seperti saat ini penting bagi kita untuk secara terus menerus memperkuat ketahanan nasional,” ujar Habibie.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Trending