Connect with us

Smartnews

Ceritakan Kondisi Kesehatan Ani Yudhoyono, AHY dan Annisa Pohan Tak Kuasa Menahan Air Mata. AHY: Memo Harus Sembuh..

Okti Sulisnia

Published

on

Instagram.com

GIRLISME.COM – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Annisa Pohan tak kuasa menahan air mata ketika ditanyai mengenai perkembangan kondisi kesehatan Ani Yudhoyono.

Ketika hadir menjadi bintang tamu di tayangan Rumpi NO Secret edisi Jumat (19/4/2019), Annisa Pohan dan AHY mendapatkan sejumlah pertanyaan dari Feni Rose seputar kondisi Ani Yudhoyono.

Ketika ditanyakan mengenai reaksi keluar besar saat mengetahui bahwa Ani Yudhoyono terkena penyakit kanker darah, Annisa Pohan mengatakan bahwa ia merasa seolah-oleh sedang jatuh dari atas gedung.

“Begitu tau kita semua memang keluarga langsung seperti dilempar dari atas gedung, langsung drop banget.”, kata Annisa Pohan.

Annisa juga menceritakan bagaimana reaksi Ani Yudhoyono yang benar-benar berbeda dengan reaksinya sendiri.

“Tapi begitu disampaikan oleh dokter ke Ibu, Beliau hanya terdiam dan meneteskan air mata saja.”, kata Annisa Pohan sambil menangis.

Annisa juga mengatakan bahwa suaminya, AHY, juga sama-sama tidak bisa menahan air matanya.

“Nangis nangis.”, kata Annisa Pohan, sang istri yang juga hadir di sampingnya.

“Lagi shalat biasanya suka nangis. Ntar selesai shalat pasti saya peluk. Kita manusia biasa yang punya air mata. Kita memproduksi air mata juga. Apalagi di saat susah, itu kan untuk melegakan hati.”, kata Annisa.

AHY pun tersenyum seolah membenarkan jawaban istrinya. Ia juga menceritakan bagaimana Ani Yudhoyono yang selalu memberikan dukungan terbaik untuknya.

“Ibu Ani itu tidak pernah absen dimana pun saya pidato selalu hadir di row (baris) terdepan. Memberikan semangat. Saya selalu cium tangan mohon doa restu. Setelahnya pun saya cium tangan lagi ‘terima kasih atas doanya sehingga sukses acaranya’,” tutur AHY.

Bahkan AHY juga mengatakan bahwa saat sedang sakit sang Ibu tetap menonton dirinya pidato lewat live streaming.

“Ibu live streaming menggunakan ipad di atas meja kecilnya itu. Dan pernah ada yang mengambil video itu, sesekali Ibu Ani tepuk tangan sendiri melihat saya menyampaikan pidato. Itu luar biasa rasanya. Saya langsung selalu meneteskan air mata,” tambah AHY.

Dalam tayang tersebut, AHY juga mengatakan bahwa sang Ibu pernah membisikkan sesuatu padanya.

“Memo harus sembuh. Memo harus bisa melihat anak dan cucu sukses jadi orang,” kata AHY saat menirukan apa yang dikatakan Ani Yudhoyono.

Sebelumnya, Ani Yudhoyono telah divonis mengidap penyakit kanker daran dan langsung dilarikan ke National University Hospital Singapura untuk menjalin pengobatan intensif.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

H-2 Menuju 22 Mei! Ini 4 Rangkuman Kisruh Politik Menjelang Pengumuman Pilpres 2019!

Okti Sulisnia

Published

on

Radarkontra.com

GIRLISME.COM – Dua hari menjelang pengumuman hasil pemilihan suara 2019 resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat ini beberapa isu politik sedang berkembang dan semakin memanas. Banyak pro kontra, banyak dugaan makar, teror bom, hingga aksi-aksi yang diduga akan terjadi saat 22 Mei mendatang.

Oleh karena itu, Girlisme.com telah merangkum 4 isu politik yang sedang panas dan ramai diperbincangkan.

1. Disebut setengah hati dukung Prabowo-Sandi, Demokrat dipastikan tidak akan ikut aksi 22 Mei

Radarkontra.com

Partai Demokrat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dalam aksi massa pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Pihak PD menolak untuk mempersoalkan hasil Pemilu 2019 dan memilih untuk mengikuti alur konstitusional apabila ada dugaan kecurangan dalam Pemilu.

2. Jadi orang pertama yang serukan People Power, Amien Rais dipanggil polisi

Detik.com

Amien Rais dipanggil pihak Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Polisi menyebutkan bahwa Amien Rais menjadi yang pertama kali menyerukan ‘people power’.

“(Amien Rais) mengucapkan pertama kali ngajak people power,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dikutip dari Detik.com.

Seruang ‘People Power‘ yang dilakukan Amien Rais bersama dengan Eggi Sudjana saat demo di depan KPU beberapa waktu lalu.

3. Ketua PAN ucapkan selamat ke Ma’ruf Amin, hubungan koalisi PAN dan Prabowo-Sandi semakin dipertanyakan

Detik.com

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, diketahui mengucapkan selamat kepada cawapres Ma’ruf Amin, meskipun belum diketahui apa maksud dari ucapan selamat tersebut.

“Silakan ditanggapi dan ditafsirkan sendiri. Itu kan bisa ditafsirkan beda-beda,” ujar Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Zulkifli dan Ma’ruf Amin diketahu bertemu saat menghadiri buka puasa bersama Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Zulkifli mengucapkan selamat kepada Ma’ruf, yang menang Pilpres 2019 versi quick count.

“Pak Kiai, selamat. Walaupun nanti tanggal 22 (Mei), tapi saya ucapkan selamat,” ujar Zulkifli sambil menjabat tangan Ma’ruf di Twin Plaza Slipi, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2019).

4. Pesan Habibie menjelang 22 Mei

Republika.co.id

Presiden ketiga Indonesia, RI Bacharuddin Jusuf Habibie, turut memberikan pesan-pesan menjelang pengumuman hasil pemilihan suara pada 22 Mei mendatang kepada masyarakat Indonesia. Habibie berpesan untuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat.

“Hindari tindakan-tindakan yang dapat mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat sehingga stabilitas dan kepastian hukum dapat terjaga demi keberlanjutan pembangunan. Di tengah situasi regional dan global tidak kondusif seperti saat ini penting bagi kita untuk secara terus menerus memperkuat ketahanan nasional,” ujar Habibie.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Buzzer Bully Ani Yudhoyono, Politisi Demokrat Murka dan Pastikan Mundur Koalisi!

Okti Sulisnia

Published

on

Tribunnews.com

GIRLISME.COM – Baru-baru ini netizen diketahui mem-bully Ani Yudhoyono yang sedang sakit. Netizen tersebut menyebut Ani sebagai yang disebutnya ‘buzzer setan gundul.’ Selain itu, salah satu netizen juga diketahui mencolek akun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menuliskan kalimat ‘Bini loe dah sembuh mbang @SBYudhoyono?’

Hal tersebut membuat politisi Partai Demokrat (PD) menjadi marah besar. Bahkan dua diantaranya sudah menyatakan berhenti mendukung Prabowo-Sandi karena tak terima Ani Yudhoyono di bully.

Politisi PD yang pertama adalah Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean. Ia secara mantab menyatakan berhenti mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI,” ujar Ferdinand Hutahaean di akun Twitter-nya, Minggu (19/5/2019).

Saat dikonfirmasi, Ferdinand membenarkan hal tersebut. Ia bahkan mengatakan akan tetap berhenti mendukung Prabowo-Sandi meskipun paslon tersebut dinyatakan menang dalam Pilpres 2019.

“Ya saya mundur! Saya tidak mau dukung lagi meskipun Prabowo yang akan ditetapkan sebagai pemenang. Buzzer-buzzer-nya tidak punya perikemanusiaan,” tegas Ferdinand.

Tak hanya Ferdinand, Ketua DPP Partai Demokrat yang juga anggota Badan Pemenangan Prabowo Sandiaga, Jansen Sitindaon, juga mengaku sudah tidak nyaman lagi berada pada barisan pendukung Prabowo-Sandi.

“Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah tidak nyaman dengan keadaan ini. Dan saya pribadi akan pamit baik-baik mundur dari barisan Pak Prabowo ini,” kata Jansen ketika dikonfirmasi, Minggu (19/5/2019) malam.

Jansen mengatakan perilaku netizen yang mem-bully Ani Yudhoyono juga membuatnya geram. Ia menilai para buzzer itu sudah keterlaluan karena sampai menyudutkan Ani Yudhoyono. Jansen juga menegaskan bahwa hal tersebut sangat melukai hati para kader.

“Situasi ini jelas menjadi bahan pertimbangan kami apakah kami masih pantas terus berada di koalisi Prabowo ini atau segera mundur saja dari koalisi ini. Tapi terkait ini biarlah nanti instituai partai yang secara resmi memutuskan ya. Ada ketua umum di situ, sekjen dan majelis tinggi partai,” kata dia.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Trending