Connect with us

Smartnews

Bikin Bingung Masyarakat, Fakta Soal Penggunaan E-KTP Sebagai Syarat Nyoblos di Pemilu 2019 Masi Simpang Siur

Okti Sulisnia

Published

on

perludem.org

GIRLISME.COM – Masyarakat Indonesia tengah dibingungkan dengan sebuah pesan terusan yang beredar di WhatsApp. Pesan tersebut berisi informasi yang mengatakan bahwa masyarakat yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta tidak memiliki C6 dan A5 tetap dapat menggunakan hak pilihnya hanya dengan membawa E-KTP.

Sayangnya, hingga saat ini kabar tersebut belum diketahui kebenarannya. Sebab, belum ada konfirmasi langsung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia.

Hanya saja, yang perlu diketahui adalah yang disahkan MK pada bulan Maret lalu adalah masyarakat yang belum mendapatkan e-KTP dapat menggunakan surat rekam e-KTP untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Keputusan tersebut merupakan salah satu gugatan tujuh orang yang berasal dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, ahli hukum tata negara Feri Amsari, dan sisanya masyarakat sipil yang juga narapidana yakni Augus Hendy, Murogi Bin Sabar, M Nurul Huda, dan Sutrisno yang dikabulkan MK.

Seperti yang diketahui, aturan e-KTP sebagai identitas resmi dalam pemilu telah tercantum dalam pasal 346 ayat (9) UU Pemilu. Dalam permohonannya, penggugat menginginkan pemilih dapat menggunakan kartu identitas selain e-KTP, seperti Kartu Keluarga, akta lahir, surat nikah, maupun identitas lain untuk memudahkan warga menggunakan hak pilih jika belum memiliki e-KTP.

“Frasa e-KTP dalam pasal 348 ayat (9) bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang tidak dimaknai surat keterangan perekaman e-KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” ucap hakim, Kamis (28/3).

Sehingga, hakim memutus bagi warga yang belum memiliki e-KTP dapat menggunakan surat keterangan yang dikeluarkan administrasi kependudukan dan catatan sipil Kementerian Dalam Negeri. Hal ini sejatinya juga telah diatur dalam Peraturan KPU.

“Dalam hal KTP-el belum dimiliki, sementara yang bersangkutan telah memenuhi syarat untuk memiliki hak pilih maka sebelum KTP-el diperoleh, yang bersangkutan dapat memakai atau menggunakan surat keterangan perekaman KTP-el dari dinas urusan kependudukan dan catatan sipil instansi terkait sebagai pengganti KTP-el,” tutur hakim MK.

Namun hingga saat ini, masih belum diketahui pasti apakah e-KTP tersebut dapat digunakan bagi masyarakat yang tidak memiliki C6 atau tidak memiliki A5 bagi masyarakat yang pindah memilih.

Ketentuan tersebut masih simpang siur lantar belum adanya pernyataan resmi dari pihak KPU yang bersangkutan. Sehingga belum dapat dipastikan apakah semua masyarkat dapat menggunakan E-KTP sebagai identitas pengganti atau tidak.

Sementara itu, Divisi Teknis KPU Kalimantan Barat, Erwin Irawan mengatakan bahwa masyarakat tetap bisa menggunakan hak pilihnya meskipun tidak memiliki formulir C6 atau undangan memilih. Erwin juga mengatakan bahwa hal tersebut berlaku juga untuk masyarakat yang tidak mendapatkan A5 tetapi namaya tertera di formulir A4 nama pemilih DPTb.

Sayangnya hal tersebut tidak berlaku di Jawa Timur. KPU Jawa Timur mengatakan bahwa surat keterangan e-KTP tersebut hanya bisa digunakan sebagai pengganti C6 dan tidak berlaku untu pemilih pindah. Komisioner KPU Jatim, Nurul Amalia, mengatakan bahwa pemilih pindah harus tetap membawa A5 atau formulir pindah, dan itu bersifat wajib. Apabila tidak dibawa maka yang bersangkutan harus memebrikan suaranya di tempat asal.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Situasi Politik Pasca Pemungutan Suara Pilpres 2019 Semakin Menegang, SBY Tarik Kadernya Dari Tim BPN Prabowo-Sandi

Okti Sulisnia

Published

on

Detik.com

GIRLISME.COM – Deklarasi klaim kemenangan Pilpres 2019 yang dilakukan oleh pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi, menimbulkan ketegagan-ketegangan pasca proses pemungutan suara. Hal tersebut memicu banyak komentar positif dan negatif yang ditujukan kepada paslon tersebut.

Tak lama setelah mendeklarasikan kemenangan, sebuah surat yang berasal dari Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemudian beredar. Kabarnya, isi surat tersebut adalah arahan dari SBY kepada seluruh pimpinan maupun kader Partai Demokrat untuk sementara menghentikan “dinas” di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kabar soal surat arahan tersebut juga telah dibenarkan oleh Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsudin ketika dimintai konfirmasi oleh Tirto.

Ada tiga poin penting yang disampaikan oleh SBY dalam surat tersebut:

Pertama, “Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca-pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air.”

Kedua, SBY diketahui meminta para pengurus dan kader Demokrat untuk tidak melibatkan melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan Undang-undang dan konstitusi yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan Partai Demokrat.

Sedangkan pada poin ketiga, SBY memebrikan perintah “Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.”

Selain tiga poin tersebut, SBY juga menuliskan catatan tambahan yang berisi sebuah perintah agar seluruh pimpinan partai maupun kader PD yang “berdinas” di BPN kembali untuk konsolidasi.

Surat perintah dari SBY tersebut ditujukan kepada beberapa petinggi Demokrat, dalam hal ini yaitu Sekjen selaku Pelaksana Tugas Harian Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Syarief Hasan, Komandan Komando Tugas Bersama (Dankogasma) Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Prabowo Deklarasi Kemenangan Untuk Ketiga Kalinya, Tapi Netizen Malah Salfok Pada Wajah Sandiaga. Netizen : Kok Mukanya Sedih Gitu Pak :(

Okti Sulisnia

Published

on

https://www.viva.co.id/

GIRLISME.COM – Pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, kembali mendeklarasikan klaim kemenangan mereka terkait Pilpres 2019. Sebelumnya, Prabowo telah melakukan dua kali deklarasai klaim kemenangan dan melakukan sujud syukur seorang diri tanpa wakilnya. Hal tersebut membuat netizen mempertanyakan keberadaan Sandiaga Uno. Ketiadaan Sandiaga Uno dalam dua deklarasi klaim kemenangan Prabowo membuat hastag #MisteriHilangnyaSandiagaUno menjadi tranding di Twitter.

Itulah sebabnya, saat deklarasi klaim kemenangan yang ketiga kalinya Sandiaga Uno tampak hadir mendampingi Prabowo. Sayangnya, ekspresi wajah Sandiaga Uno saat itu menjadi sorotan publik. Pasalnya, berbeda dengan Prabowo, Sandiaga terlihat pucat, tegang, dan tanpa ekspresi.

https://www.viva.co.id/

“Ada ya orang menang jd presiden dan wakil presiden mukenye ditekuk sprt tdk ada gairah sama sekali bgt. Kasian ..menangislah bila itu bisa melegakan hatimu,” kata akun @Handoyo1998

“Setelah ini sepertinya Sandi akan telpon ke Hatta Rajasa menanyakan obat penghilang malu…” kata akun @Roisfaisal

Deklarasi klaim kemenangan tersebut dilakukan di Rumah Kertanegara No 4 Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019) pukul 17.40 WIB, Saat itu, Sandiaga muncul mendampingi Prabowo dengan berdiri sejajar di sebelahnya. Tatapannya tajam, tanpa bergerak, dan tidak mengeluarkan sepatah kaya, Sandiaga terlihat melihat serius ke arah teks pidato deklarasi klaim kemenangan yang dipegang Prabowo.

Hingga ketika Prabowo menutup pidato dengan memekik takbir dan merdeka sebanyak tiga kali, Sandiaga masih tak bergeming, bahkan ia tidak ikut berteriak dan tampak lesu. Padahal saat itu, tangannya diangkat serta oleh Prabowo, namun tangannya terlihat terangkat lemas dan hanya setengah badan.

https://www.viva.co.id/

“Kasihan dizoom. Mukanya lg mikir kerugian saham, sahamnya turun, trus dipermalukan di TV nasional.” tulis @sarmus09.

“Sandi yang sedih ini sepertinya yang sandi asli bukan yang Sandiwara:),” kata @kwignyawinata.

Usai deklarasi tersebut, Sandiaga pun langsung masuk ke Rumah Kertanegara tanpa memebrikan keterangan apapun dan lansgung  meninggalkan para wartawan.

Dalam deklarasi tersebut, calon presiden 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa ia telah memenangi Pilpres 2019 dengan memperoleh suara lebih dari 62 persen.

“Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahudin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. Perhitungan real count dan telah kami rekapitulasi,” kata Prabowo.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Trending