Berniat Tolak Bala, Satu Keluarga Kena Batunya

  • Whatsapp

“Karena banyak hal magis yang kalah dengan kepercayaan kita akan kekuatan Tuhan yang lebih besar”

Memasuki bulan suro banyak masyarakat berbondong-bondong melakukan pembersihan atau persiapan sebagai bentuk tolak bala menghadapi musibah, bencana, dan kesialan yang menimpa keluarga teman atau kerabat.

Read More

Kepala keluarga bertanggung jawab untuk mengurus segala persiapan keluarganya, keputusan kepala keluarga sangat mempengaruhi nasib keluarganya di bulan ini.

1. Bulan pembawa sial 

Ada satu bulan menurut bulan yang diyakini sebagai bulan pembawa sial. Bulan itu adalah bulan Suro, bulan suro ini jika dikaitkan dengan kalender Islam adalah bulan muharram. Dalam Al-Qur’an yang berbunyi ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Jadi bulan suro atau muharram adalah salah satu bulan haram (suci) atau juga biasa dikenal dengan bulan suci. Dinamakan bulan haram karena pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Perbuatan haram lebih ditekankan pada bulan itu karena sucinya bulan itu yang dianggap sebagai bulan Allah.

2. Bulan Pembawa Bencana

Masyarakat jawa, utamanya yang masih melakukan kegiatan-kegiatan kejawen percaya bahwa di bulan ini akan ada banyak musibah yang terjadi dan menimpa warga masyarakat. Maka, sesuai adat jawa di bulan ini banyak masyarakat yang melakukan adat atau ritual-ritual tolak bala untuk menjauhkan diri dari segala bencana.

Perbuatan tolak bala yang dilakukan adalah dengan memasang-masang sesaji di sekitar rumah, di area Kraton (Kerajaan jawa) biasanya dilakukan ritual yang dikenal dengan ‘mubeng beteng’, melarung sesaji ke laut, dan melakukan sesembahan.

3. Tolak bala yang membawa bencana 

Sedangkan, dalam Islam jelas-jelas perbuatan menolak bala tersebut adalah perbuatan syirik (menyekutukan Tuhan) dan masuk dalam perbuatan dosa. Meminta pertolongan kepada selain Allah adalah dosa besar yang akan berimbas pada murkanya Allah pada manusia.

Niat hati ingin membetengi diri dari segala bentuk kesialan, dengan melakukan kegiatan itu kita malah membuat diri kita dalam bahaya yang lebih besar yaitu murka Allah.

Berlindung pada siapa?

Jika kita ingin memohon perlindungan tentunya kita tau kepada siapa yaitu kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada dzat lain yang dapat disembah kecuali Allah semata. Jika kita meminta perlindungan dari selain Allah ta’ala maka hanya kesesatan yang kita dapat.

Berpikir tentang kesialan bulan-bulan tertentu adalah pikiran yang amat kerdil dan tidak bijak. Karena pada dasarnya semua hari itu baik tergantung bagaimana kita memandangan dengan merasakan syukur dan berkah dari Allah SWT.

Related posts