Connect with us

Smartnews

Berikut 4 Kesalahan Pengendara Viral yang Rusak Motornya Sendiri Karena Tak Terima Ditilang

Okti Sulisnia

Published

on

https://megapolitan.kompas.com

GIRLISME.COM – Baru-baru ini, video seorang pengendara motor menjadi viral di sosial media. Pengendara motor dalam video tersebut marah-marah dan merusak motornya karena tidak terima ditilang polisi. Kejadian tersebut terjadi di Serpong, Tangerang Selatan.

Pengendara dalam video tersebut kabarnya melakukan empat pelanggaran lalu lintas sekaligus. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin.

Hedwin mengatakan bahwa pengendara tersebut melawan arus, tidak menggunakan helm, tidak dapat menunjukan surat izin mengemudi (SIM), dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

https://www.jawapos.com

“Pelanggar melakukan beberapa pelanggaran. Salah satunya lawan arus di putaran Pasar Modern BSD dan di situ ada petugas dia berusaha menghindar,” ujar Lalu Hedwin Kamis (7/2/2019), dikutip dari Kompas.com.

Pengendara dalam video tersebut diketahui bernama Adi Saputra (21). Ia marah-marah dan membentak polisi karena tak terima ditilang. Ia juga merusak dan membanting kendaraannya sendiri.

“Petugas melaksanakan penindakan dengan memberikan surat tilang, selanjutnya pelanggar marah dan membentak-bentak petugas serta merusak kendaraannya sendiri,” kata dia.

Saat ini, motor milik Adi tersebut telah diamankan di Satlantas Polres Tangerang Selatan. Kejadian dalam video yang berdurasi 56 detik tersebut terjadi di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, sekitar pukul 06.36.

Okti Sulisnia
Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Smartnews

Dituding Ada Unsur LGBT, Masyarakat Boikot Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Lewat Petisi. Sutradara: Film Itu Sudah Lulus Sensor

Okti Sulisnia

Published

on

https://twitter.com

GIRLISME.COM – Film terbaru karya Garin Nugroho yang berjudul ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ saat ini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, masyarakat membuat petisi penolakan terhadap film tersebut karena dianggap mengandung unsur LGBT.

Petisi tersebut dibuat oleh Rakhmi Mashita melalui laman change.org. Saat berita ini dibuat, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 4.960 orang.

Petisi tersebut kemudian membuat Garin Nugroho ikut buka suara. garin mengatakan bahwa film tersebut sebenarnya sudah melewati sensor.

“Film ini sudah melalui prosedur hukum badan sensor film. Jika petisi ini menjadi pelarangan maka menunjukkan penegakan hukum negeri ini selalu dikalahkah oleh radikalisme massa,” ungkap Garin dikutip dari detikHOT.

Garin juga mengatakan bahwa munculnya petisi tersebut spertinya dilakukan secara sepihak.

“Banyak komentar sangat positif, justru kritik saya terkeras adalah petisi tanpa dialog dan menonton menjadi anarkhisme massa. Petisi yang menjadi anarkhisme masa karena sebagian tak melihat adalah penghakiman massal tanpa keadilan,” kata Garin.

Lebih jauh, Garin mengatakan bahwa ia berharap apabila memang ada kegilasahan tersebut dari penonton terhadap karyanya, kegelisahan tersebut dapat disampaikan tanpa adanya penghakiman lewat petisi yang muncul kali ini.

“Anarkisme massa sangat mengancam kebebasan berekspresi. Jika dibiarkan, akan menjadi demokrasi serba massal tanpa kualitas, akibatnya toleransi bangsa menurun,” kata Garin.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Smartnews

Sambil Menangis, Begini Kesaksian Audrey, Korban Bullying, di Acara Hotman Paris Official! Audrey: Aku Nggak Bohong..

Okti Sulisnia

Published

on

http://www.tribunnews.com

GIRLISME.COM – Kasus bullying yang terjadi di Pontianak dan sempat viral kembali naik ke permukaan. Kasus yang tersebar melalui tagar #JusticeForAudrey tersebut kembali diangkat oleh tayangan di salah satu stasiun televisi Indonesia dengan menghadirkan Audrey, yang merupakan korban dari kasus tersebut.

Audrey adalah korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 siswi SMA kepada dirinya yang merupakan siswa SMP di Pontianak. Kasus Audrey mendapatkan banyak simpati dari masyarakat Indonesia. Bahkan beberapa selebriti tanah air juga ikut membesuk Audrey di rumah sakit.

Tagar #JusticeForAudrey sebagai bentuk dukungan kepada Audrey. Sayangnya, tagar tersebut tidak bertahan lama lantaran tagar baru yakni #AudreyJugaBersalah tiba-tiba ikut viral.

Tagar #Audrey juga bersalah mulai viral setelah hasil visum dokter terhadap korban keluar, yang hasilnya adalah tidak ditemukan adanya bekas luka maupun memar di tubuh korban. Selain itu, kabar awal yang mengatakan bahwa Audrey mengaku juga disakiti bagian vitalnya hingga membengkak. Namun, dalam konfrensi pers, pelaku ditegaskan bahwa pelaku tidak pernah melukai alat kelamin korban. Hal ini juga sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan Rumah Sakit Promedika Pontianak, diketahui tidak ada kerusakan maupun luka apapun di selaput dara AU.

Hasil visum tersebut yang kemudian membuat Audrey menjadi sasaran netizen. Oleh karena itu, melalui tayangan Hotman Paris Official, Audrey memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Sambil menangis, Audres mengatakan bahwa dirinya tidak berbohong. Bullying dan penganiayaan tersebut benar-benar terjadi. Bahkan ia juga mengatakan bahwa para pelaku mengancamnya agar tidak mengaku di kroyok melain digilir satu persatu.

“Aku nggak bohong..” Kata Audrey sambil menangis.

Selain itu, Audrey juga menjelaskan bahwa para pelaku benar-benar menyentuh alat vitalnya seperti cerita awal yang beredar.

“Kaki aku dibuat ngangkang, lalu ditahan dan di colok di bagian kemaluan ku,” jelas Audrey.

Saat penganiayaan tersebut dilakukan, Audrey mengaku sempat mengatakan menyerah agar pelaku menghentikan perbuatannya.

“Aku udah bilag nyerah nyerah, aku salah aku salah. Terus tiga pelaku bilang gini ‘kamu lihat ya, ini kita bergilir, satu-satu bukan kroyok, awas aja kamu bilang kroyok, kena lagi kamu,” jelas Audrey sambil kembali menangis.

Content Writer, Books Enthusiast, Public Relations

Beri Komentar

Continue Reading

Trending