Bawaslu Tolak Mentah-mentah Laporan Kecurangan BPN: Bukti Tidak Berkualitas, Hanya Link Berita!

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Bawaslu kembali menolak laporan BPN Prabowo-Sandi mengenai dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Penolakan tersebut didasari oleh bukti yang diajukan pihak BPN hanya berupa link berita.

Bawaslu juga menyebutkan bahwa bukti-bukti yang diajukan pihak BPN Prabowo-Sandi belum memenuhi kriteria TSM, karena hanya berupa link berita. Bukti yang dibawa tersebut dinilai kurang berkualitas untuk laporan pelanggaran administrasi pemilu yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif.

Read More

“Menyatakan laporan dugaan pelanggaran pemilu TSM tidak dapat diterima,” kata Ketua Bawaslu, Abhan, dalam sidang putusan pendahuluan di kantor Bawaslu RI, jalan MH Thamrin No 14, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Dua keputusan yang dibacakan Bawaslu ditujukan pada 2 laporan BPN atas nama Djoko Santoso dan Dian Fatwa. Kedua laporan tersebut sama-sama ditujukan pada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Laporan pertama, Bawaslu mengatakan pihak BPN membawa bukti berupa berupa hasil cetak atau print-out dari media daring atau online sebanyak 73 serta 2 kasus penanganan pelanggaran pemilu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bukti tersebut dikatakan tidak memenuhi kriteria karena tidak ada dokumen atau video yang menunjukkan terlapor, yaitu Jokowi dan Ma’ruf, melakukan kecurangan TSM yang dilaporkan.

Bawaslu juga tidak menemukan bukti yang menunjukkan adanya pertemuan dan perencanaan kecurangan, baik yang dilakukan Jokowi maupun Ma’ruf. Selain itu, BPN juga tidakmenyertakan bukti kecurangan yang masif.

Untuk laporan kedua, Bawaslu menyebutkan BPN juga hanya membawa bukti berupa tautan atau link dari berita media daring. Terkait dugaan kecurangan masif, laporan kedua ini juga tidak didukung dengan bukti lain yakni terjadi pada setidaknya 50 persen dari keseluruhan provinsi.

Related posts