Anak Demam dan Kejang? Don’t be Panic, Ini 3 Hal Yang harus Kamu Lakukan!

  • Whatsapp

Pada saat anak sakit, pikiran kuatir menjadi hal yang akan dialami oleh orang tua. Apalagi jika suhu anak meninggi dan demam, terlebih jika demam disertai dengan kejang-kejang.

Demam kejang biasa terjadi pada sebagian anak. Sekitar 5% anak dari usia 6 bulan sampai 6 tahun mengalami hal ini, terutama jika orangtua memiliki riwayat kejang demam serupa sewaktu kecil. Anak yang mengalami kejang tentu akan membuat panik orang tua. Sebenarnya Apa sih yang harus dilakukan apabila anak mengalami demam kejang? SmartGirl penasaran? Yuk kita ulas satu-persatu yaa

Read More

1.Jangan menyelimutinya dengan selimut tebal sebab akan mengakibatkan panas suhu tubuhnya makin meningkat.

copyright by www.bolehkah.com

Kejang demam adalah kejamg yang terjadi ketika seorang bayi atau anak mengalami demam yang bukan disebabkan dari infeksi sistem saraf pusat. Kejang pada anak perlu mendapat perhatian karena kejang dapat terjadi berulang kali dan membahayakan. Jika anak terlalu sering mengalami kejang demam, hal ini dapat merusak sel-sel otak pada anak.

Menyelimutinya dengan selimut tebal – ini yang kerap terjadi – justru tidak dibenarkan. Udara tubuh yang panas malah tidak bisa menguap sehingga suhu akan tambah naik, dan pada anak-anak malah bisa kejang (stuip). Rasa dingin terjadi karena suhu tubuh sedang naik mendadak.

Tindakan yang paling baik adalah menyeka seluruh tubuh penderita dengan kain basah terus-menerus selama 5 – 7 menit. Dengan menguapnya air dari kulit, tubuh ikut didinginkan sehingga saat itu biasanya suhu tubuh juga mulai turun.

2.Mengganti pakaian anak dengan pakaian yang longgar, tipis agar sirkulasi udara tetap terjaga.

copyright by www.kompasiana.com

SmartGirl, seorang anak disebut sedang mengalami demam bila suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat Celsius. Sementara ia disebut panas tinggi kalau suhu tubuhnya lebih dari 38,5 derajat Celsius. Demam bisa muncul mendadak tinggi, bisa juga berangsur-angsur panasnya meningkat. Ada beberapa tipe penyakit yang panasnya tinggi terus menerus, ada pula yang panasnya hilang timbul.

Selain obat penurun panas, bisa dibantu dengan kompres. Caranya longgarkan atau buka baju anak, jangan diselimuti karena panas anak bisa masuk kembali kedalam tubuh, sehingga panasnya semakin tinggi.

Kemudian kompres dengan air hangat bersuhu sekitar 25 derajat (suam-suam kuku). Seka seluruh tubuh seperti mandi, atau boleh dengan meletakkan kain basah di ketiak, lipatan paha, atau leher kiri-kanan. Kadang-kadang anak tidak betah diberi kompres, jadi lebih baik diseka-seka saja. Hindari mengompres dengan air dingin atau air es, karena anak justru bisa menggigil kedinginan. Anak juga sebaiknya diberi banyak air minum.

3.Hindari memasukan jari, sendok atau benda apapun ke dalam mulut anak.

copyright  by www.meetdoc.for.com

Saat anak kejang bisa membuat orangtua panik. Saking paniknya kadang orangtua memasukan sendok atau jari ke dalam mulut anak. Karena khawatir, saat kejang, lidah anak tergigit.

Memasukan sesuatu ke mulut, justru bisa mengganggu jalannya nafas. Akibatnya justru fatal. “Lidah tidak akan tergigit. Kalaupun bisa tergigit, lidah masih bisa diobati. Tapi kalau jalan nafas tertutup tidak bisa nafas, ya fatal,” ujarnya. Lidah tergigit lebih sering terjadi pada anak yang mengalami retardasi mental seperti penderita down syndrome.

Related posts