I Dare To Define My Own Beauty : Karena Cantik adalah Hak Setiap Perempuan.

  • Whatsapp

GIRLSIME.COM – Dalam menjadi seorang perempuan, siapa sih yang nggak mau jadi perempuan yang cantik?

Siapa sih yang nggak mau jadi sosok feminin dan dikagumi banyak orang karena “keperempuanannya”?

Read More

Pastinya hal ini jadi salah satu goal utama yang ada di diri masing-masing perempuan.

Tapi justru hal yang kaya begini juga yang bikin susah perempuan itu sendiri. Punya standar-standar khusus tentang cantik dan kelayakan seorang perempuan. Apa akibatnya? Kalau di luar satandar itu, si cewek nggak bakalan ngerasa cukup cantik.

 

Dan parahnya, nggak ngerasa cukup perempuan.

 

Dan biasanya darimana sih standar ini ditentuin? Ya darimana lagi kalau bukan dari media dan kebiasaan  patriarkial masyarakat yang udah kebentuk sejak lama, tentang gimana seorang perempuan harusnya berperilaku.

Kaya misalnya definisi cantik yang selalu dari masalah fisik, warna kulit, bentuk rambut, bentuk badan, kemulusan wajah yang tiap hari dicatoki media lewat konten-kontennya, dari iklan sampai sinetron. Juga masalah tingkah laku yang harus kalem, meneduhkan, nggak boleh mencla-mencle nggak karuan.

Nggak heran kemudian kalau standar ini berubah jadi sesuatu yang mainstream dan berposisi udah kaya norma yang harus diikutin secara saklek. Padahal nggak juga. Perempuan itu jenisnya banyak, dan proses tumbuhnya bermacam. Kalaupun nggak sama dengan yang ada di media, ataupun nggak mengikuti standar yang terbentuk secara patriarkal, itu nggak bakal mengurangi kadar keperempuanannya.

Lalu jadinya apa yang terjadi dengan perempuan di luar standar-standar itu?

 

Merasa kurang perempuan, mostly karena fisik  yang nggak sejalan sama  standar mainstream yang ada.

 

Masalah ini yang menjadikan perempuan akhirnya ngerasa minder dan nggak percaya diri. Susah payah buat ngerubah diri, supaya ngerasa lebih mainstream dan lebih masuk ke standar yang ada. Dengan begini nantinya dia bisa ngerasa lebih nyaman dengan bentuk fisiknya.

 

Hey, padahal, taukah kamu? Sayang sama fisik sendiri itu adalah ilmu utama yang wajib  kamu punya lho, sebagai seorang perempuan 🙂

 

Kamu harus paham kalau cantik itu sangat relatif. Dan ketika mereka di luar sana bisa mainin dan bolak-bailikin definisi cantik, lantas kenapa kamu nggak berani buat defisnisi mu sendiri?

 

Padahal otorias tertinggi atas dirimu terletak di kamu sendiri, di diri perempuan itu sendiri. Apa yang nyebabin perempuan takut dan memaksa buat mainstream dan punya standar layaknya kebanyakan orang adalah karena ngerasa takut nantinya nggak diterima dan dipandang buruk karena fisiknya nggak sempurna.

Padahal sempurna dan nggak itu adalah hak masing-masing, apalagi ini terkait sama tubuhmu sendiri. Kamu berhak nentuin mana yang mau kamu ambil dan mana yang mau kamu tinggalkan.

 

Bahkan kamu jauh lebih berhak atas tubuhmu daripada mereka di luar sana. Lantas kenapa malah kamu mau memberikan hak dan kepemilikan itu ke orang yang nggak tau juntrungannya siapa?

 

Kamu berhak atas pikiranmu sendiri. Atas fisikmu. Juga atas nilai-nlai yang kamu miliki. Begitu juga dengan masalah cantik ini, kamu harus paham bahwa kamu selalu berhak untuk menciptakan cantikmu sendiri, walaupun berbeda dan nggak sama kaya yang kebanyakan orang punya.

 

Kenapa?

Karena kamu berhak dan mampu untuk itu.

 

Ketika kamu sudah sayang dan nyaman sama diri dan tubuhmu, maka kamu nggak perlu susah payah untuk merasa cantik, karena dia akan hadir dengan sendirinya. Ia akan hadir seiring dengan penghargaan yang kamu berikan ke dirimu sendiri.

Kamu nggak lantas harus merasa jelek karena orang lain nggak suka kamu. Kamu juga nggak harus ngerasa nggak cukup perempuan, hanya karena definisimu berbeda dari definisi mereka.

 

Kenapa?

Karena perempuan berhak memiliki dan membuat definisinya masing-masing.

 

Belajarlah nerima kekuranganmu sebagai sebuah celah yang membawa bahagia itu buat masuk. Kekuranganmu adalah kelebihan yang dijadikan Tuhan supaya kamu bisa lebih menyadari bahwa memang tiap individu itu diciptakan berbeda, dan nggak sama. Baik dalam maupun luarnya. Kalau Tuhanpun sudah mengakui makhluknya begitu berbeda, kenapa kamu harus merasa nggak hanya karena pandangan orang lain? Kenapa kamu harus ngerasa buruk karena nggak sama?

 

Beauty lies in the imperfection of you.

 

Nggak ada yang namanya sempurna, yang ada hanyalah sejauh mana kamu bisa menerima. Nggak ada siapapun yang harus jadi sempurna, yang ada hanyalah sejauh mana kamu bisa menghargai tubuhmu sendiri.

 

Cantik, selalu dimulai sejak dalam pemikiran.

Begitu juga dengan kebebasan dan keindahan dalam berpikir, ia tak pernah lekat dengan hal-hal mainstream 🙂

BACA JUGA :  Hubungan Nggak Direstui Orang Tua?? Hmm...Pertahankan atau Pisah Aja ya Girls?

Related posts