Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Resmi Menetapkan Tes Psikologi Sebagai Syarat Pembuatan SIM

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memutuskan untuk memasukan tes psikologi dalam proses pembuatan surat izin mengemudi (SIM). Syarat tes psikologi tersebut mulai diberlakukan sejak 25 Juni lalu.

Tes psikologi ini berlaku di seluruh Satpas atau Kantor SIM di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang meliputi Bekasi Kota, Bogor Kota, Tangerang Selatan, Tangerang Kota, dan Depok.

Read More

Tes psikologi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas dan kejahatan pengemudi yang banyak terjadi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasi SIM Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar. Tes tersebut juga menjalin kerja sama dengan Asosiasi Psikolog Forensik Indonesia.

“Untuk mengurangi perilaku mengemudi yang berisiko membahayakan (risky driving behaviour) sehingga diharapkan dapat mengurangi laka lantas,” ujarnya kepad media, Selasa (19/6).

https://megapolitan.kompas.com

Sebelumnya, proses pembuatan SIM harus melalui serangkaian ujian seperti ujian teori dan praktek. Ujian teori biasanya berkaitan dengan pengetahuan dan sikap ketika mengemudi. Sedangkan ujian praktik dilakukan untuk mengaplikasikan teori yang sudah dijalani.

Sementara untuk tes psikologi, Fahri mengatakan ini pertama kali berlaku untuk semua jenis seperti SIM A, SIM B1, SIM B2, SIM C dan SIM D.

Sebelumnya, tes psikologi hanya berlaku untuk calon pemegang SIM umum, yakni bagi pengemudi kendaraan umum seperti pengemudi angkutan kota atau angkutan dengan plat kuning.

Tes psikologi akan dilakukan secara tertulis yang materinya lebih mengedepankan persepsi terhadap risiko dan stabilitas emosi.

BACA JUGA :  Isabela Moner, Gadis Muda Yang Akan Perankan Dora di Film Dora The Explorer Ternyata Cantik Banget! Yuk Intip Pesonanya...

Pembuatan SIM dengan tes psikologi, kata Fahri, berdasarkan Pasal 81 ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu juga diatur dalam Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

“Salah satu syarat penerbitan SIM adalah kesehatan jasmani dan rohani. Kesehatan rohani dilakukan dengan tes terhadap beberapa aspek yaitu kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja” ungkapnya.

Kalau menurut kamu perlu ada tes psikologi nggak nih Smartgirl?

Related posts