Peroleh Suara Mayoritas, Erdogan Akan Kembali Pimpin Turki

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Recep Tayyip Erdogan kembali menang dalam pemilihan umum presiden dengan meraih lebih dari setengah total suara yang sah. Kabarnya, dari 99% suara yang telah dihitung, Erdogan meraih 53% suara. Dengan begitu, Erdogan mengalahkan rival kuatnya, Muharrem Ince yang memperoleh 31% dukungan.

Sebelumnya, Erdogan telah memerintah Turki selama lebih dari 15 tahun sebagai perdana menteri dan presiden.

Read More

“Masyarakat kita telah memberi kami tugas untuk melaksanakan jabatan presiden dan eksekutif,” kata Erdogan dalam pernyataan singkat di televisi, menanggapi hasil tidak resmi pemilu.

Kabarnya hasil akhir resmi pemilu Turki akan diumumkan pada Jumat (29/6/2018).

Kepala otoritas pemilu Turki Sadi Guven mengatakan bahwa Erdogan mendapat suara mayoritas mutlak dari semua surat suara resmi. Namun, Guven tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Presiden Recep Tayyip Erdogan mendapat suara mayoritas absolut dari semua suara yang valid,” katanya.

Erdogan juga mengumumkan bahwa Aliansi Rakyat, koalisi antara Partai Keadilan dan Pembangunannya yang berkuasa (AKP) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP), telah memenangkan mayoritas parlemen dalam pemilihan legislatif.

https://dunia.tempo.co

Berdasarkan 96% suara yang sudah masuk, partai AK memimpin dengan 42% suara, sementara partai oposisi, CHP, 23% suara.

Di lain pihak, kubu oposisi belum secara resmi menyatakan kekalahan. Namun, mereka menegaskan akan melanjutkan pertarungan demokrasi apapun hasilnya.

Kemenangan Erdogan tersebut juga disambut positif oleh masyarakat Turki.

“Saya bersyukur kepada Tuhan atas hari yang indah,” kata seorang warga bernama Ahmet Dindarol yang ikut dalam perayaan kemenangan Partai AK di Istanbul.

BACA JUGA :  Gandeng BJB, Grab Kembali Berikan Terobosan Baru Bagi Mitranya

“Kami memilih Recep Tayyip Erdogan sebagai presiden Turki. Kami berdoa banyak untuk dia,” sambungnya.

Pemilu Turki kali ini adalah pemilu pertama sejak Turki beralih ke sistem pemerintahan presidensial setelah referendum konstitusi April 2017. Plebisit secara efektif membagi masyarakat Turki menjadi setengahnya, karena paket amandemen disahkan dengan margin yang mendekati 52 persen suara.

Kemenangan pada pemilu tahun ini memungkinkan Erdogan untuk lebih mengkonsolidasikan kekuasaan politik dan melaksanakan reformasi konstitusi. Kekuasaan yang dimaksud termasuk kemampuan untuk memilih menteri kabinet dari luar legislatif, mengesahkan undang-undang, menyatakan keadaan darurat secara sepihak dan menggelar pemilu luar biasa. Posisi perdana menteri juga akan dihapuskan.

Smartgirl, kamu setuju nggak nih kalau Erdogan memimpin Turki lagi?

Related posts