Via Vallen Dapat Banyak Dukungan Setelah Umumkan Dirinya Alami Pelecehan Seksual

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Pada Selasa (4/06) lalu, penyanyi Via Vallen mengunggah sebuah screenshot pesan yang diterimanya di Instagram story miliknya. Pesan tersebut berbunyi “i want u sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes.”

Dalam unggahan tersebut, Via juga menuliskan komentarnya dalam bahasa Inggris. Ia mengaku merasa dipermalukan karena pesan tersebut.

Read More

“Sebagai penyanyi, saya dipermalukan oleh pemain bola terkenal di negara saya sekarang. Saya bukan perempuan macam itu!!” tulis penyanyi bernama asli Maulidia Octavia tersebut. Via juga menulis bahwa dirinya tidak kenal dan tidak pernah bertemu pria tersebut.

Berselang dua jam setelah gambar tersebut diunggah, Via kembali mengunggah screenshot yang berisi percakapan dengan seseorang yang diduga mengirim pesan pertama.

http://sumsel.tribunnews.com

Hal yang dialami penyanyi popdut tersebut mendapatkan sorotan dai berbagai pihak. Salah satunya adalah Komisioner Komnas Perempuan Sri Nurherwati.

Sri Nurherwati menjelaskan bahwa apa yang dialami oleh Via Vallen termasuk dalam pelecehan seksual berbasis siber.

“Terkait medianya, ini termasuk cyber harassment, bentuk kekerasan seksual. Kalau dalam RUU penghapusan kekerasan seksual, masuk dalam pelecehan seksual non fisik,” kata Sri (5/4).

Sri menilai bahwa tindakan Via mengumumkan pelecehan yang menimpanya ke media sosial adalah tindakan tepat.

“Posting ini sebaiknya dibaca sebagai alarm dukungan, agar tidak ada impunitas, dan korban mendapat pemulihan,” kata Sri.

Selain itu, langkah Via Vallen yang menyebarkan percakapan dirinya dengan seorang pesepakbola di media sosial tersebut juga mendapat dukungan dari Yayasan Pusat Pendidikan untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu. PUPA menegaskan bahwa perempuan harus berani mengungkap persoalan yang mengarah pada pelecehan seksual baik di dunia nyata maupun maya.

BACA JUGA :  Melalui Orchard Park Batam, Indonesia Raih Penghargaan Properti Internasional

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Program Yayasan PUPA, Grasia Renata, pada Rabu (6/06). Grasia menyatakan dukungannya dalam diskusi yang digelar di RRI Bengkulu bertema “Kekerasan di Media Sosial.” Ia meminta masyarakat adil dalam merespons dan berkomentar atas musibah yang menimpa Via Vallen. Ia menilai, kekerasan di dunia maya sama berbahayanya dengan kekerasan di dunia nyata.

Grasia menambahkan bahwa akan tidak adil apabila masyarakat justru berpihak pada pelaku dan mewajarkan kejadian tersebut serta memberikan komentar sinis atas sikap korban yang berani untuk bicara.

“Yayasan PUPA sangat mendukung sikap korban yang berani untuk bicara dengan segala risikonya sebagai public figure,” jelasnya.

“Kekerasan dalam bentuk apapun tidak patut untuk dibiarkan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus gerak bersama menjadi rumah yang aman untuk semua korban dengan tidak memberi komentar sinis, bias dan seksis,” sambungnya.

Nah Smartgirl, kalau menurut kamu tindakan Via Vallen itu sudah tepat belum?

Related posts