Sebelum Meninggal, Razan Ashraf Al-Najjar Berpesan “Tanpa Senjata, Kita Bisa Melakukan Apa Saja”

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Seorang relawan medis Palestina. Razan Ashraf Al-Najjar, ditembak mati oleh tnetara Israel di dekat pagar perbatasan, pada Jumat (01/06).

Pemakaman Razan pada Sabtu (02/06) dihadiri oleh ribuan warga yang berkumpul di Gaza, Palestina.

Read More

http://jambi.tribunnews.com

 

Kabarnya, Razan Najjar tewas terbunuh saat sedang mencoba membantu pengunjuk rasa yang terluka di perbatasan Gaza.

Seorang saksi, Ibrahim Najjar, mengatakan bahwa saat kejadian tersebut Razan berniat memberikan pertolongan pertama kepada seorang lansia yang berada di antara para demonstran yang terluka di dekat perbatasan.

“Razan mengenakan jas putih, simbol paramedis jelas terpampang,” kata Najjar. Setelah ditembak, Razan sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Saya membawanya sampai ambulans. Saat itu dia masih hidup. Saya menemaninya di dalam ambulans menuju ke rumah sakit, beberapa menit sebelum dia meninggal,” ujar Ibrahim.

Razan adalah korban ke-119 dan satu-satunya wanita yang tewas sejak protes Great Return March yang dimulai bulan Maret.

Kematian Razan merupakan satu-satunya kematian yang terdaftar pada hari Jumat.

Ayah Razan, Ashraf, mengatakan bahwa sebelum kematiannya, Razan sempat menyampaikan sebuah pesan.

“Kami memiliki satu tujuan, untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi orang. Dan mengirim pesan ke dunia: Tanpa senjata, kita bisa melakukan apa saja,” ujar ayah Najjar.

Kesedihan juga dirasakan oleh ibu Razan, Sabreen. Ia mengungkapkan kesedihannya sambil mengenang kematian putrinya.

“Mereka (Israel) tahu Razan, mereka tahu dia seorang paramedis, dia telah membantu mengobati luka sejak 30 Maret,” katanya.

BACA JUGA :  Bukan Tanpa Alasan, Ternyata Inilah Penyebab Harga BBM Harus Naik

“Putriku adalah sasaran para penembak jitu Israel. Peluru ledak langsung ditembak di dadanya, itu bukan peluru acak,” lanjut Sabreen.

Kasus kematian Razan tersebut ditanggapi oleh militer Israel.  Pihak militer Israel berjanji akan menyelidiki kasus penembakan yang menyebabkan kematian Razan. Namun mereka mengklaim pasukan Israel telah bekerja sesuai dengan standar operasional (SOP).

“IDF (Israel Defence Force) konsisten bekerja sesuai operasional dan mengurangi kematian di sekitar kawasan pengamanan d pagar perbatasan,” ujar pihak Militer Israeal dalam pernyataannya.

“Sayangnya. organisasi teroris Hamas dengan sengaja dan metodis menempatkan warga sipil dalam bahaya,” sambungnya.

Nah Smartgirl, kalau pendapat kamu gimana nih tentang pendapat dari pihak militer Israel?

Related posts