Status Merapi Naik Menjadi Waspada, Pemerintah Himbau Masyarakat Tetap Tenang

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi, yang terhitung sejak Senin (21/5) malam, status aktivitas gunung akhirnya dinaikkan dari tingkat normal menjadi waspada.

Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso menyampaikan telah terjadi peningkatan aktivitas letusan freatik dan diikuti dengan kejadian gempa VT dan gempa Tremor.

Berdasarkan pengamatan visual dari Pos Pengamatan dan CCTV cuaca cerah terjadi pada siang hari, pagi dan sore hingga malam hari dominan berkabut, disertai hujan berangin. Asap solfatara umumnya berwarna putih tebal, tekanan gas lemah dengan tinggi maksimum 25 m, teramati dari Pos Kaliurang. Cuaca di Pasar Bubar 12 °C kelembaban 92,3 % RH, tekanan udara 74,26 kph, kecepatan angin maksimum 23,28 km/jam, dan arah angin dominan dari Barat Laut ke Tenggara.

Sebelumnya, pos-pos pemantauan melaporkan terjadi suara gemuruh bersamaan dengan erupsi freatik sebanyak tiga (3) kali kemarin. Masing-masing pada pukul 01.25 WIB durasi 19 menit ketinggian kolom erupsi 700 m, pukul 09.38 WIB durasi 6 menit ketinggian kolom erupsi 1.200 m, dan pukul 17.50 durasi 3 menit ketinggian kolom erupsi tidak teramati.

Erupsi freatik yang terjadi hari Senin (21/5) ini terhitung intensif. Erupsi freatik sebelumnya terjadi pada Jumat (11/5) setelah sekitar 4 tahun tidak terjadi letusan freatik.

Selain itu, pada minggu ini, kegempaan Gunung Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT), 12 kali gempa multiphase (MP), 1 kali gempa tremor, 12 kali gempa guguran (RF), 3 kali gempa letusan, dan 5 kali gempa tektonik (TT). Gempa guguran yang terjadi pada 20 Mei 2018 pukul 21.30 WIB tergolong besar dan sempat terdengar oleh penduduk.

Pada 21 Mei 2018, gempa Gunung Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT), 1 kali gempa tremor, 2 kali gempa guguran (RF), 3 kali gempa letusan, dan 3 kali gempa tektonik (TT). Gempa VT dan Tremor terjadi setelah letusan pukul 17.50 WIB. Gempa Tremor berfrekuensi sekitar 0,2 Hz dengan amplitudo rata-rata 5-10 mm. Suhu pusat kawah sekitar 85 °C meningkat dari kondisi normal (<50 °C).

Hal tersebut membuat BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi tengah mengalami peningkatan. Dengan peningkatan status aktivitas Gunung Merapi dari normal menjadi waspada, pihaknya merekomendasikan kepada para pemangku kepentingan untuk menanggulangi bencana Gunung Merapi.

“Salah satunya, kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, pada Selasa (22/5).

Selain itu, BPPTKG menghimbau agar penduduk tidak beraktivitas sekaligus mengosongkan wilayah pada Radius 3 kilometer dari puncak. Masyarakat yang tinggal di KRB III diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segara ditinjau kembali,” katanya.

Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta tenang dan tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke pos pengamatan Gunung Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melakukan sosialisasi kondisi Gunung Merapi kepada masyarakat.

Smartgirl, kira-kira apa ya yang bisa dilakukan pemerintah untuk kasus yang satu ini?

BACA JUGA :  Patung Indonesia Dengan Tinggi 121 Meter Jadi Patung Tertinggi Kedua di Dunia

Related posts