Dua Pendaki Wanita Indonesia Berhasil Taklukan Ketinggian 8000 MDPL

  • Whatsapp

 GIRLISME.COM  – Dua mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Katolik Parahyangan ( Mahitala Unpar), Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24), menuntaskan untuk melakukan misi pendakian tujuh puncak tertinggi di tujuh benua (The Seven Summits) dengan mendaki Gunung Everest via sisi utara yaitu jalur Tibet.

Read More

http://republika.co.id

Dua pendaki perempuan yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU MAHITALA) tersebut berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia, yang berada di ketinggian 8.848 mdpl pada hari Kamis (17/5) pukul 05.50 waktu setempat atau pukul 07.05 WIB.

Fransisca Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari dikabarkan sebelum mencapai puncak, mereka sudah mencapai Camp II di ketinggian 7.800 meter pada hari Selasa (15/5) sore waktu setempat.

Fransisca dan Mathilda berangkat ke Kathmandu, Nepal,  pada Kamis (29/3) malam dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Sebelumnya, kedua pendaki tersebut telah berhasil mendaki enam puncak gunung tertinggi di dunia sejak tahun 2014.

“Tantangan terberat (pendakian Gunung Everest itu adalah ketinggiannya. Jauh dari yang kami lewati. Strategi pendakian 7 puncak ini sudah kami atur sedemikian rupa, karena kita gak punya medan latihannya di Indonesia. Gunung yang kami daki adalah itu untuk latihan gunung selanjutnya. Everest adalah gunung terakhir,” kata Fransiska seusai acara #DengarYangMuda di Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (29/3).

BACA JUGA :  Penikmat Kopi Harus Tau 5 Rahasia Ini

Dian Indah Carolina, anggota tim humas The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU), mengatakan bahwa kedua pendaki tersebut berada dalam kondisi sehat saat mencapai camp yang berada di bawah tebing tinggi pada punggungan menuju puncak Everest (8.848m).

“Kondisi sekitar Camp II dilanda hujan salju dan angin cukup kencang. Tapi kedua pendaki dalam kondisi fit dan tetap fokus untuk penyerbuan ke puncak dalam dua-tiga hari ini. Mohon doa agar mereka dapat mengibarkan Merah Putih disana sesuai yang direncanakan,” tuturnya.

Ketinggian di atas 8.000 mdpl merupakan death zone karena memiliki kadar oksigen yang rendah. Selain minimnya oksigen yang hanya 30%, tantangan pendaki yang berada dalam ketinggian tersebut adalah tidak boleh berada disana lebih dari 24 jam apabila ingin selamat.

Selain itu, kabarnya terdapat sekitar 300 mayat pendaki yang meninggal di ketinggian tersebut akibat, salah satunya karena pengaturan napas yang kurang baik.

Nah Smartgirl, kamu berani nggak nih mendaki Gunung Everest?

Related posts