Imam Besar Istiqlal: Jihad Itu Menumbuhkan Optimisme Bukan Ketakutan

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyampaikan tentang makna jihad yang sesungguhnya saat memberi ceramah sebelum salat tarawih di Masjid Istiqlal.

Nasaruddin mengatakan bahwa jihad yang sesungguhnya adalah untuk menghidupkan orang, bukan mematikan satu sama lain.

Read More

“Mari kita tidak menyia-nyiakan bulan suci Ramadan ini. Lakukan jihad, yang paling kuat adalah melawan diri sendiri. Bukan jihad yang aneh-aneh. Jihad itu untuk menghidupkan orang, bukan yang mematikan orang. Kalau mematikan orang, artinya jauh dari jihad yang sebenarnya,” katanya pada Rabu (16/5/2018).

Nasaruddin juga mengingatkan untuk menambahkan optimisme di masyarakat. Ia menambahkan bahwa jihad bukan untuk menciptakan ketakutan.

“Jihad itu untuk menghidupkan optimisme kepada masyarakat, jadi bukan untuk menciptakan kengerian dan ketakutan,” jelasnya.

http://pontianak.tribunnews.com

Isi ceramah yang disampaikan Nasaruddin tersebut juga dibenarkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang juga menunaikan salat tarawih di Istiqlal. Lukman mengatakan bahwa apa yang disampaikan Nasaruddin tersebut adalah esensi jihad yang sebenarnya. Ia mengatakan bahwa jihad itu memuliakan manusia.

“Jadi itulah yang tadi disampaikan oleh beliau, bahwa esensi jihad itu bahwa kita bersungguh-sungguh. Jihad itu secara konsisten dengan kesabaran dan ketegaran melakukan perjuangan dengan cara bersungguh sungguh untuk apa? Untuk tujuan hadirnya agama itu sendiri yaitu memuliakan manusia,” kata Lukman kepada media seusai salat tarawih.

Selain menyampaikan tentang jihad, Nasaruddin Umar juga mengajak umat Islam untuk berpuasa secara total dari hal-hal mudarat yang dapat merusak pahala puasa.

BACA JUGA :  Umi Sudibyo, Desainer Asal Lampung di Melbourne Fashion Week 2018

“Ingat, terdapat perbuatan yang merusak ibadah kita,” kata Nasaruddin.

Menurut dia, puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tapi juga mempuasakan indera. Dalam kaitan puasa indera, Nasaruddin mengajak umat Islam untuk disiplin membiasakan mata agar tidak melihat aurat yang dapat merusak pahala puasa.

Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan untuk tidak larut dalam gosip serta menghindari berbicara yang tidak penting. Ia mengajak umat untuk menjaga ucapan karena Ramadan tahun ini beriringan dengan masa kampanye.

“Hati-hati, jangan kepentingan sesaat tidak kita peroleh pahala Ramadan,” ujarnya.

Terakhir, Nasaruddin menyampaikan bahwa jemari juga harus berpuasa mengetik hal-hal yang tidak selaras dengan keberagamaan dan menimbulkan mudarat di telepon seluler.

“Pikiran juga harus berpuasa, seperti pikiran kotor. Hati kita juga harus bisa berpuasa. Mari evaluasi hidup kita,” ucapnya.

Nah Smartgirl, kamu setuju nggak dengan pesan dari Nasaruddin Umar?

Related posts