Belahan Dada Terlihat di Avengers: Infinity War, Elizabeth Olsen Inginkan Pakaian Terutup

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Salah satu pemeran film Avengers: Infinity War, Elizabeth Olsen, mengungkapkan keinginannya untuk mengubah kostumnya sebagai pemeran Scarlet Witch dalam film tersebut. Keinginan tersebut diungkapkan Olsen setelah terlibat dalam empat film Marvel termasuk Avengers: Infinity War.

Avengers: Infinity War adalah film ke-19 Marvel Cinematic Universe (MCU). Film tersebut adalah film ketiga dalam seri Avengers yang disutradarai oleh Anthony Russo dan Joe Russo dan telah diputar di bioskop sejak Rabu, 25 April 2018.

Read More

Dalam wawancaranya dengan sebuah media, Olsen mengatakan bahwa tokoh yang dia perankan sejak Captain America: The Winter Soldier (2014) tersebut menjadi satu-satunya superhero dengan perlakuan berbeda dalam hal kepantasan kostum.

“Kostum itu bisa saja bukan korset belahan dada. Aku suka korset, tapi aku ingin itu lebih tinggi. Setiap orang punya sesuatu yang menutupi mereka, seperti Tessa Thompson atau Scarlett (Johansson). Aku ingin itu sedikit lebih tertutup,” ungkap Olsen.

“Ini lucu karena kadang aku melihat sekitar dan wow, cuma aku yang belahan dadanya tampak. Lelucon ini tidak berubah karena mereka belum benar-benar mengubah kostum superhero milikku,” lanjutnya.

Karakter Scarlet Witch yang diperankan Olsen tersebut muncul pertama kali di komik X-Men #4 terbitan 1964. Dalam versi komik, karakter yang diciptakan oleh Stan Lee dan Jack Kirby tersebut mengenakan kostum yang terdiri dari sepotong trikot ketat, sarung tangan, sepatu boots, dan mantel yang semuanya berwarna merah. Sedangkan dalam film Marvel Studios, kostum Scarlet Witch adalah korset dan rok hitam dengan mantel merah selutut.

BACA JUGA :  Bukan Sophia Latjuba, Ternyata Gading Marten Dekat Dengan Sosok Dokter Ini!
https://www.pinterest.com

Olsen juga membandingkan kostumnya dengan kostum Gal Gadot dalam Wonder Woman dari DC Films yang menurutnya lebih tertutup.

“Jika lihat asal muasalnya dari buku komik, kostumnya adalah baju trikot ketat dan ikat kepala dan itu mengerikan, begitu mengerikan. Jadi setidaknya mereka tahu bahwa itu tidak keren. Namun kemudian mereka (DC Films) membuat Wonder Woman. Dan itulah yang dia pakai,” ungkap Olsen.

“Aku rasa kostum dan apa saja yang harus kita pakai berfungsi sebagai gambaran ikonik karena seperti itulah film-film ini. Aku rasa itu adalah tujuan pemilihan kostum (Scarlet Witch) dan itu tidak mewakili perempuan pada umumnya,” lanjutnya.

Nah buat Smartgirl yang udah nonton, kira-kira menurut kamu kostum Scarlet Witch terlalu terbuka nggak?

Related posts