Dijuluki Feminis Muslim, Istri Almarhum Gus Dur Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Versi Majalah Time

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Pada hari Kamis (19/4), majalah Time kembali merilis daftar tahunan 100 orang paling berpengaruh di dunia.

Majalah Time edisi kali ini sedikit berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Sebab, terdapat rekor baru dalam daftar kali ini, yaitu masuknya 45 nama tokoh perempuan dan 45 nama tokoh berusia di bawah 40 tahun.

Read More

“Daftar Time 100, selalu merupakan refleksi sebuah momen, dan kali ini berbeda dengan masa lalu,” kata Pemimpin Redaksi Majalah Time, Edward Felsenthal.

Melalui sebuah surat, Felsenthal menjelaskan bagaimana tokoh-tokoh yang mengisi daftar tersebut dapat terpilih oleh tim seleksi majalah Time.

Majalah Time kali ini juga sangat istimewa, karena dari 16 nama dalam katagori ‘ikon,’ tertulis nama sosok Sinta Nuriyah, istri almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Dalam kategori tersebut, Sinta bersanding dengan penyanyi berdarah Latin Jennifer Lopez, pemeran “Black Panther” Chadwick Boseman, serta penyanyi Rihanna.

https://www.goodnewsfromindonesia.id

Felsenthal juga menjelaskan bahwa majalah Time mengundang para kontributor untuk menulis tentang masing-masing sosok dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia tersebut

Salah satu kontributor yang menulis untuk daftar tersebut adalah Mona Eltahawy, seorang jurnalis AS berdarah Mesir. Istimewanya adalah, Mona Eltahawy menulis tentang sosok Sinta Nuriyah.

Eltahawy menyebut mantan Ibu Negara Indonesia tersebut mengibaratkan perbedaan agama di Indonesia sebagai sebuah taman bunga. “Ada bunga melati, mawar, anggrek, dan bunga-bunga lainnya. Semua bunga itu indah. (Namun) Tidak ada yang bisa memaksa melati menjadi anggrek atau mawar menjadi bunga lainnya,” ujar Sinta Nuriyah seperti ditulis Eltahawy.

BACA JUGA :  Suka Warna Netral Nggak Bakal Bikin Kamu Kehabisan Gaya Lho! 4 Gaya Gitasav Ini Bisa Jadi Pilihan Kamu Biar Nggak Tampil Monoton!

Eltahawy juga menuliskan bahwa, saat kelompok keagamaan garis keras mulai muncul di Indonesia dan berupaya merusak taman bunga tersebut, Sinta Nuriyah tetap kukuh. Sinta menjuluki dirinya sebagai feminis Muslim. Ia sangat paham bagaimana perempuan dan kaum minoritas mendapatkan perlakuan yang buruk dari agama yang dipolitisasi.

Eltahawy selanjutnya menyebutkan bahwa saat ini Sinta sering menjadi penasihat kelompok perempuan transgender, mendukung kelompok agama minoritas, dan memilih untuk mendukung kelompok paling lemah.

Selain majalah Time, pada tahun 2017 Sinta Nuriyah juga masuk dalam daftar 11 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi New York Times. Koran harian Amerika tersebut menuliskan bahwa, Sinta konsisten memperjuangkan Islam yang toleran.

Bagaimana Smartgirl? Kamu bangga kan Indonesia pernah punya Ibu Negara seperti Sinta Nuriyah?

Related posts