Bosan Bersitegang, Korut-Korsel Akan Berdamai?

  • Whatsapp

GIRLISME.COM – Setelah hampir 68 tahun berada dalam hubungan yang penuh ketegangan, akhrinya pada Rabu (18/4), pejabat tinggi Korea Selatan akan melakukan kunjungan kerja ke Korea Utara.

Pertemuan pertama tersebut terjalin antara Kepala Intelijen Korea Selatan, Suh Hoon serta Penasihat Kepresidenan Bidang Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui-yong dengan pejabat setara di Korea Utara. Pertemuan ini terjadi beberapa hari setelah kedua negara tersebut melaksanakan ‘Working-level talks‘ untuk mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi Antar Korea atau Inter Korean Summit yang akan mempertemukan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Panmunjeom pada 27 April nanti.

Read More

https://www.matamatapolitik.com

Pertemuan dua petinggi negara tersebut diprediksi akan membahas agenda krusial, diantaranya adalah penyelesaian konflik di Semenanjung, denuklirisasi Korea Utara, dan potensi mengakhiri perang antara Pyongyang dan Seoul yang saat ini masih berada dalam status gencatan senjata pasca-Perang Korea 1950-1953.

“Delegasi kami berkeyakinan akan tekad denuklirisasi. Tapi, tekad itu akan berbeda hasilnya ketika masuk dalam tataran pembicaraan pada tingkat pemimpin kedua negara,” kata Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan, Im Jong-seok.

“Dan kami berharap, pembicaraan antara kedua pemimpin negara menghasilkan kesepakatan yang komprehensif,” tambah Im Jong-seok.

Sebelum pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, secara mengejutkan pihak Korea Selatan menghentikan siaran propaganda di perbatasan dengan Korea Utara yang dijaga ketat. Kebijakan ini dinilai menunjukkan iktikad baik jelang pertemuan Kim Jong-un dan Presiden Moon Jae-in.

BACA JUGA :  Ahmad Dhani Ditahan, Dul Jaelani Gantikan Posisinya di Konser Reuni Dewa 19

Hal ini dibenarkan oleh seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan yang mengatakan siaran tersebut dihentikan pada hari Senin, tengah malam.

Siaran propaganda tersebut biasanya mengumandangkan lagu-lagu pop terbaru K-Pop, informasi tentang standar hidup Korea Selatan yang lebih tinggi, dan kritik terhadap kediktatoran Kim Jong-un.

“Kami menghentikan siaran melalui pengeras suara mulai hari ini untuk mengurangi ketegangan militer dan menciptakan iklim damai menjelang konferensi tingkat tinggi inter-Korea 2018,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel.

Setelah siaran propaganda tersebut diberhentikan, situasi di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan juga dilaporkan cukup tenang. Biasanya, kondisi di perbatasan sangat panas karena Korea Selatan dan Korea Utara beradu propaganda melalui pengeras suara masing-masing.

Wah, kira-kira setelah ini Korea Utara bakal punya boyband dan girlband juga nggak ya, Smartgirl?

Related posts