Sejarah Sikat Gigi

Sumber : Liputan6.Com

Apa itu odol? Dulu nama ini populer untuk menyebut istilah pasta gigi. Kini, istilah itu telah banyak padanannya, kemungkinan generasi milineal banyak yang belum tahu.

Odol adalah salah satu merek pasta gigi asal Jerman yang dibawa oleh para tentara Hindia Belanda.

Meski merek ini sudah tidak beredar lagi di Indonesia , pasta gigi masih sering digunakan

Odol pertama kali diproduksi di Jerman oleh Dresden Chemical Laboratory Lingner, yang sekarang lebih dikenal sebagai Lingner Werke AG.

Inovasi pertama yang mereka ciptakan yaitu cairan pencuci mulut atau yang lazim kita kenal sekarang ini dengan sebutan mouthwash pada 1892.

Tongkat Kunyah

Tongkat Kunyah Salah satu alat paling awal yang digunakan untuk membersikan gigi adalah ranting atau cabang kayu yang dikunyah dan digosokan di dalam mulut. Hal ini telah dilakukan sejak tahun 3.500 Sebelum Masehi (SM). Kebiasaan mengunyah ranting ini mulanya dilakukan oleh masyarakat Babylonia. Ranting ini sering disebut sebagai “tongkat kunyah”. Pada dasarnya, tongkat kunyah adalah ranting katu dengan ujung berjumpai. Kisah “sikat gigi kuno” ini juga banyak ditemukan dalam literatur China dari tahun 1.600 SM.

Siwak

ini mungkin ditujukan agar mulut terasa lebih segar dan wangi. Siwak Sedangkan dalam sejarah Islam, tongkat kunyah ini punya tempat tersendiri. Disebut dengan siwak atau miswak, tongkat ini diambil dari tanaman Salvadora persica.

Berbagai literatur Islam juga menjelaskan bahwa siwak ini digunakan sebelum beribadah, sebelum bertamu, sebelum dan sesudah melakukan perjalanan, pada hari Jumat, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur.

Salvadora persica sendiri selama ini dijuluki sebagai pohon sikat gigi. Berbagai tes laboratorium menunjukkan batang dan daun tanaman ini memberikan perlindungan pada gigi.

Sejarah Sikat Gigi

Karl August Lingner adalah yang menciptakan Odol mouthwash seperti ditulis di buku Lingner Karl August In: Neu Deutsche Biographie karya Duncker & Humblot, Berlin.

Lingner adalah orang yang giat mengampanyekan hidup higienis. Dia juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan International Hygiene Exhibition pada 1911. Berdirinya museum The German Hygyene Museum di Dresden atas inisiatif Karl

Pasta gigi dengan wadah berwarna biru muda ini mampu menggeser pemakaian tumbukan batu-bata dan bubuk buah pinang yang saat itu masih banyak digunakan penduduk nusantara untuk menggosok gigi.

Masyarakat kesulitan untuk mengucapkan istilah Belanda, kata tandpasta (tand : gigi) ini. Maka menyebut nama mereknya, yaitu ’odol’.

Zaman itu telah muncul iklan pasta gigi ’Odol’ ini. Terdapat iklan yang bertuliskan Mooi Tanden yang bermakna ’gigi geligi yang indah’, ada juga yang bertuliskan zahnpasta yang merupakan kata bahasa Jerman dengan makna yang sama.

Odol di Jerman hingga saat ini masih beredar. Bahkan pasta gigi ’Odol’ ini juga dipasarkan di kawasan negara-negara Eropa seperti

Odol bukan yang pertama sebagai merek yang memproduksi massal pasta gigi. Di Amerika Serikat, penggunaan pasta gigi krim seperti yang sekarang ditemukan pada abad ke-19.

Perusahaan Colgate yang ada di Amerika Serikat adalah perusahaan pertama yang memproduksi pasta gigi bentuk krim, penemunya William Colgate.

Sejarah pasta gigi dimulai sejak 5.000 tahun yang lalu lewat peradaban Mesir Kuno. Ketika itu masyarakat Mesir Kuno membuat pasta gigi dengan bahan terbuat dari campuran kuku lembu jantan yang dihancurkan, tepung, batu apung, dan debu dari cangkang telur yang telah dibakar.

Saat itu sikat gigi juga belum ditemukan, jadi membersihkan gigi pun dengan menggunakan jari-jari tangan.

Pada masa peradaban Mesir Kuno, ternyata orang-orang Persia pun menciptakan ramuan sejenis untuk membersihkan gigi.

Cuma bedanya, mereka menambahkan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan untuk membuat pasta gigi bubuk. Penemuan

bangsa Persia ini tercantum dalam naskah kuno, sekitar 1000 tahun lalu.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.