Sejarah Helm Yang Perlu Kamu Tahu, Pertama Kali Pada Pemerintahan Hoegeng

Sumber : Suara.com

Helm menjadi alat pelindung kepala utama yang penting bagi pengendara roda dua. Inilah sejarah penggunaan helm pertama kali.

Saking pentingnya, penggunaan helm tercantum dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Penggunaan jalan.

Lalu, bagaimana sejarah penggunaan helm pertama kali di Indonesia dan siapa pencetusnya?. Berikut penjelasan singkat sejarahnya:

Penggunaan helm pertama kali di Indonesia dimulai pada tahun 1970 atas ide Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Imam.

Hoegeng Imam yang menjabat sebagai Kapolri periode itu bertugas menemani Presiden Soeharto berkunjung ke berbagai negara Eropa.

Dilansir dari kumparan.com, ‘Tradisi’ penggunaan helm di Eropa sudah muncul dari tahun 1935. Hal itu dipicu kecelakaan sepeda motor yang menimpa perwira militer cum arkeolog terkemuka asal Britania Raya, Thomas Edward Laurence.

Hoegeng Imam terkesan dengan ketertiban masyarakat disana dalam berlalu lintas, ia pun mengamati para pemotor selalu menggunakan helm.

Dari kunjungannya itu, Hoegeng Imam mendapat ide untuk menerapkan penggunaan helm di Indonesia.

Apalagi, angka kecelakaan sepeda motor di Indonesia khususnya Jakarta saat itu cukup tinggi mencapai 1.450 kasus setiap bulannya.

Naiknya jumlah sepeda motor yang mengaspal di Jakarta pada awal 1970-an tak lepas dari banyaknya pabrik-pabrik perakitan sepeda motor buatan Jepang. Tiga pabrikan raksasa asal Jepang, Honda, Yamaha, dan Suzuki berlomba-lomba membangun pabrik di Indonesia untuk memproduksi sepeda motor dengan cc yang kecil sekitar 75–125 cc.

Tingginya jumlah warga yang memiliki motor anyar, tidak diimbangi dengan cara berkendara yang baik. Karena terhitung baru memiliki motor, banyak warga yang mengalami kecelakaan, mulai dari tabrakan hingga terpelanting ke jalan.

Namun, kecelakaan yang fatal adalah terjadinya benturan antara kepala pengendara motor dengan benda keras seperti aspal atau sparator jalan. Tidak sedikit kecelakaan sepeda motor saat itu menyebabkan kematian karena cedera otak. Atas dasar itulah pada 1970-an pemerintah mulai mewajibkan penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor ini seperti yang sudah banyak berlaku di negara lain. Namun, penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil baru diwajibkan pada akhir 1990-an.

Hoegeng berprinsip, Polri harus melakukan langkah antisipatif menyesuaikan perkembangan zaman karena meningkatkan jumlah pemotor dari tahun ketahun.

Maka dibuatlah peraturan penggunaan helm di Indonesialam Maklumat Kapolri bertarikh 7 Agustus 1971 yang berisi:

  1. Para pengendara sepeda motor mengenakan topi helm
  2. Penumpang yang membonceng harus duduk mengangkang.

Bagi pelanggar maklumat tersebut, sanksinya mengacu pada Undang-undang No.3 Tahun 1965 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Maklumat Hoegeng menjadi landasan hukum kewajiban penggunaan helm bagi pengendara motor di Indonesia selama 19 tahun.

Aturan lebih komprehensif baru tertuang dalam Undang-undang No.14 Tahun 1992 tepatnya di ayat 1 butir e dan ayat 2.

Tahun 2009, aturan penggunaan helm di Indonesia dibuat lebih spesifik dengan mewajibkan penggunaan helm dengan kriteria tertentu.

Hal ini pun dituangkan dalam Undang-undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 57 ayat (1) jo ayat (2).

Namun, semua itu sebenarnya hanya alasan saja. Sebab, masyarakat belum terbiasa memakai helm, terlebih saat itu harganya cukup mahal. Hingga akhirnya peraturan memakai helm pun diwajibkan.

Yang unik, pengendara motor yang enggan membeli helm memanfaatkan barang-barang dapur sebagai penutup kepala. Panci, piring kaleng, tutup teko, hingga topi plastik dipakai sebagai pengganti helm. Tentu saja para pengendara itu pun dilakukan penertiban.

Jadi, jangan lupa gunakan helm saat mengendarai sepeda motor demi keselamatan dan menjalankan Undang-Undang Lalu lintas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.