Apa Itu FOMO ? Yuk Belajar Bagian Ilmu Psikologi

FOMO
Sumber : Akseleran

Akhir-akhir ini FOMO sedang banyak dibicarakan di platfrom media sosial

Ternyata FOMO berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Hal ini karena pengaruh media sosial dan internet yang memunculkan sebuah trend.

Sebenarnya apasih FOMO ?

Fomo adalah fenomena yang berkaitan dengan perasaan selalu ingin merasa menang dan tidak ingin tertinggal oleh yang lain. Rupanya FOMO tidak hanya berpengaruh pada hubungan sosial seseorang saja, tetapi bisa berimbas pada kehidupan kita yang lain, misalnya finansial.

Pasalnya, FOMO adalah sifat yang membuat seseorang rela menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang cenderung tidak penting sehingga

FOMO, singkatan dari fear of missing out, adalah suatu kondisi di mana seseorang kerap merasa khawatir akan ketinggalan kabar atau trend yang sedang berlangsung.

Orang-orang yang mengalaminya kerap merasa takut akan dicap ketinggalan zaman dan tidak gaul. Tak hanya itu, mereka juga beranggapan bahwa orang lain selalu bersenang-senang dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik daripada mereka.

Kondisi ini kerap dirasakan oleh anak-anak muda, terutama bagi yang aktif di media sosial. Meski media sosial sangat bermanfaat untuk menjalin komunikasi, wadah ini juga bisa memberikan dampak yang kurang baik.

Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling update informasi tertentu atau menunjukkan kesenangan di media sosial.

Tak jarang berbagai unggahan foto dan video menimbulkan rasa putus asa karena merasa dirinya berbeda dengan orang lain ketika tidak mampu mengikuti trend.

FOMO juga berkaitan erat dengan perasaan untuk selalu terlibat dalam segala momen yang menyenangkan agar bisa mengabadikannya dan mengunggahnya ke media sosial.

Demi mengejar eksistensi dan pengakuan, beberapa orang bahkan sengaja memasang gambar, tulisan, atau bahkan menampilkan imej yang tak sesuai dengan jati diri sebenarnya.

Apa dampaknya jika mengalami FOMO?

Beberapa penelitian telah menunjukkan kaitan antara FOMO dengan perasaan terputus dari orang lain dan ketidakpuasan dengan kehidupan sendiri.

Melihat unggahan di sosial media membuat orang-orang yang mengalami kondisi ini jadi mempertanyakan kemampuan diri sendiri dan hidupnya.

Mereka menganggap bahwa kebahagiaan, kesuksesan, dan pengalaman menarik orang lain yang tidak mereka miliki membuat hidup mereka jadi lebih menyedihkan. Sedikit banyak hal ini memengaruhi cara pandang mereka mengenai kehidupan yang ideal.

Lama-kelamaan, perasaan takut tertinggal ini juga bisa menimbulkan kecemasan. Perlu diketahui, kecemasan adalah suatu hal yang mampu memicu stres berlebihan.

Berdasarkan sebuah studi, kecemasan dapat membuat produksi hormon-hormon penting tubuh seperti serotonin dan adrenalin terganggu. Susah tidur, tidak nafsu makan, sakit kepala, dan mood kacau bisa muncul ketika hormon dalam tubuh Anda tidak seimbang.

Selain itu, FOMO juga bisa memengaruhi hubungan Anda dengan orang lain. Misalnya, seorang teman menolak ajakan Anda untuk pergi ke suatu tempat. Namun beberapa hari kemudian, teman Anda mengunggah gambar yang menunjukkan bahwa ia pergi ke tempat tersebut bersama orang lain tanpa sepengetahuan Anda.

Hal ini tentu dapat membuat Anda yang lebih dulu mengajak teman Anda merasa terkhianati. Hubungan dengan teman tersebut pun jadi kurang baik.

Cara Mengatasi FOMO

Berikut cara mengatasi FOMO yang berdampak pada psikologis:

  1. Bersyukur dan Berpikir Positif Cara mengatasi FOMO adalah mengurangi pikiran negatif. Contohnya media sosial membuat seseorang cenderung membandingkan diri sendiri dan orang lain.
  2. Membatasi Waktu di Media Sosial Langkah kedua mengatasi FOMO yaitu membatasi waktu. Anda bisa memasang timer atau pewaktu aplikasi.
  3. Meditasi Langkah selanjutnya adalah meditasi. Olahraga menjernihkan pikiran ini bisa anda lakukan. Cobalah untuk ikut kursus meditasi atau lakukan di rumah.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.