Mengenang Ratu Elizabeth I, Sosok Ratu Yang Tidak Menikah

Mengenang Ratu Elizabeth I
Sumber : Liputan6

Ratu Elizabeth I merupakan pimpinan yang cukup disegani karena dedikasi untuk masyarakatnya tinggi

Ratu Elizabeth I sosok  ratu yang tidak menikah dan tidak memiliki keturunan, tetapi meskipun begitu, setelah Ratu Elizabeth I meninggal, banyak yang mengkultuskan Ratu Elizabeth I.

Tentang Ratu Elizabeth I

Ratu Elizabeth I merupakan putri dari Henry VIII dan Anne Boleyn, tetapi ibunya dihukum mati dua setengah tahun setelah kelahirannya, dan pernikahan Anne dengan Henry VIII dibatalkan, sehingga Elizabeth dianggap sebagai anak yang tidak sah.

Ratu Elizabeth I memiliki saudara tiri, Edward VI Namanya. Ia menjadi raja hingga kematiannya pada tahun 1553, dan sebelum meninggal ia menyerahkan takhta kepada Lady Jane Grey, yang bertentangan dengan undang-undang yang berlaku saat itu dan menyingkirkan Elizabeth dan Mary.

Namun, keinginan Edward diabaikan, Mary menjadi ratu dan Lady Jane Grey dihukum mati.

Pada tahun 1558, Elizabeth menggantikan saudara tirinya Mary I, walaupun sebelumnya Elizabeth dipenjara hampir selama setahun karena diduga mendukung pemberontak Protestan.

Ratu Elizabeth I Memutuskan Tidak Menikah

Dalam buku yang berjudul Elizabeth the Queen karangan Alison Weir dituliskan secara jelas dan runtut terkait latar belakang keengganan Ratu Elizabeth 1 untuk menikah. Usut punya usut, tak hanya ucapan janji masa kecil, namun juga terdapat hubungan politisi dan pribadi sang ratu.

Dia takut menikah lantaran pernah menjadi saksi hancurnya kehidupan rumah tangga kakak perempuannya, Mary 1 dengan Philip II.

Pada awal kepemimpinannya, Elizabeth I dibimbing oleh Sekretaris Negara Sir William Cecil. Bimbingan tersebut terbukti berhasil dengan pencabutan undang-undang pro-Katolik yang dibuat Mary, mendirikan Gereja Inggris Protestan yang permanen, dan mendorong adanya reformasi Calvinisme di Skotlandia.

Berkaitan hubungan dengan luar negeri Elizabeth mempererat hubungan melalui kebijakan penguatan sekutu Protestan Inggris dan membagi sekutunya. Elizabeth sempat ditentang Paus yang menolak kebijakannya dan juga ditentang oleh Spanyol sebagai bangsa Katolik yang berada di puncak kekuasaannya

Ratu Elizabeth I memutuskan tidak menikah memiliki pertimbangan selain takut karena pernah melihat rumah tangga kakaknya yang hancur, pada saat Ratu Elizbeth I memimpin, ia harus menangani keretakan antara kelompok Katolik dan Protestan, serta pengaruh dari luar negeri, terutama Gereja Katolik Roma.

Selain itu, hal yang dipertimbangkan oleh Ratu Elizabeth I ketika menikah adalah orang yang akan menjadi suaminya akan mempengaruhi arah kebijakah.  Kebijakan itu bisa mengarah kepada katolik, protestan atau menyimpan kepentingan yang lain.

Ratu Elizabeth I meyakinkan bahwa tanpa raja, pemerintahan itu tetap bisa diselenggarakan. Sir Robert Naunton mencatat bahwa selain pangeran dan raja dari negara lain, ada anggota Dewan Penasihat Kerajaan Inggris, Earl Leicester, yang berusaha memikat Ratu Elizabeth I namun terus gagal. “Saya hanya memiliki satu nyonya dan tidak ada tuan di sini,” kata Ratu pada Earl Leicester dalam suatu kesempatan.

Kematian Ratu Elizabeth I

Meskipun kematiannya sempat beredar kabar bahwa Ratu Elizabeth I diduga meninggal karena keracunan kosmetik.

Namun, dikutip dari Historical memorials of Westminster Abbey yang ditulis Stanley Arthur Penrhyn, Ratu Elizabeth I sebelum hari kematiannnya sempat mengalami kesedihan yang mendalam dan seringkali jatuh sakit

Ia meninggal pada tanggal 24 Maret 1603 di Istana Richmond antara pukul dua atau tiga pada pagi hari.

Peti mati Elizabeth dibawa pada malam hari ke Istana Whitehall dengan menggunakan kapal yang diterangi oleh obor.

Pada prosesi pemakamannya, peti matinya dibawa ke Biara Westminster oleh kereta jenazah yang ditarik oleh empat kuda yang mengenakan beludru hitam. Menurut penulis kronik John Stow yang menghadiri pemakaman tersebut.

Pada pemakaman  Ratu Elizabeth I, diceritakan saat itu Westminster dipenuhi oleh berbagai macam orang di jalan, rumah, jendela, atap, dan selokan mereka, yang datang untuk melihat pemakaman, dan ketika mereka melihat patungnya terbaring di atas peti matinya, terdapat napas panjang, rintihan, dan tangisan yang belum pernah terlihat atau diketahui dalam ingatan manusia.

Elizabeth I dimakamkan di Biara Westminster di bilik yang sama dengan Mary. Tulisan Latin di makam mereka, “Regno consortes & urna, hic obdormimus Elizabetha et Maria sorores, in spe resurrectionis”, berarti “Mitra di takhta maupun di makam, di sini kami bersemayam, Elizabeth dan Mary, dua bersaudara, mengharapkan kebangkitan”.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *