Mengenal Penemu Mie Instan : Ando Momofuku

Sumber : Kompas.com

Mie instan merupakan favorit anak kos untuk akhir bulan, selain harganya murah, rasanya juga enak.

Tapi tahu nggak girls, dibalik lezatnya mie instan ternyata ada ide cemerlang dari seseorang lho girls

Penasaran dengan siapa yang menemukan mie instan ? Simak artikel berikut

Tentang Ando momofuku

Orang yang pertama kali memiliki ide untuk membuat mie instan adalah Ando Momofuku. Ando lahir di Taiwan pada tahun 1910 dengan nama Wu Baifu.

Setelah Perang Dunia II dia bermigrasi ke Jepang dan barulah ia mengganti namanya menjadi Momofuku Ando.

Dilansir dari Kompas.com, Momofuku Ando terlahir dengan nama Go Pek-hok. Dia lahir di Puzi, Chiayi, Taiwan pada 5 Maret 1910, di tengah keluarga yang cukup berada secara ekonomi.

Saat itu, Taiwan masih berada di bawah pendudukan Jepang. Kedua orangtuanya meninggal saat dia masih sangat muda sehingga kemudian dia tinggal bersama dan diasuh oleh kakek neneknya di Kota Tainan.

Tinggal bersama kakek neneknya yang memiliki sebuah toko tekstil, membuat Ando sedikit banyak memahami bisnis tersebut, sehingga saat berusia 22 tahun, dengan menggunakan tabungannya sebesar 190.000 yen, dia membuka toko tekstil miliknya sendiri di kawasan Taipei.

Awal mula Ando menemukan mie instan berasal dari kelangkaan makanan di Jepang. Nah sebelum menemukan mie instan ia menyempatkan mengulik resep.

Di usia ke 40 ia baru memiliki ide untuk membuat mie instan.

Menurut artikel yang dipublikasikan oleh Vox, Momofuku mendapatkan ide untuk membuat mie instan karena ia melihat banyak orang yang datang ke kedai ramen selepas perang di Osaka.

Pada saat itu, produksi mie masih sedikit sehingga pemerintah jepang mendorong masyarakatnya untuk mengonsumsi roti daripada mie.

Sebab perusahaan mie pada waktu itu tidak stabil dalam memenuhi permintaan konsumen.

Pada tahun 1958, Momofuku menemukan formula untuk pembuatan mie instan yang terinspirasi dari tempura, yakni makanan tradisional yang digoreng dalam minyak panas.

Produk Pertama

Ayam menjadi pilihan yang dipilih oleh Momofuku sebagai rasa pertama untuk mie instan yang pertama kali dibuat.

Dalam otobiografinya yang terbit tahun 2002 dengan judul ‘How I Invented Magic Noodles’, sang penemu mie instan menulis bahwa rasa ayam ia pilih secara khusus untuk mie instannya karena ayam tidak dilarang untuk dikonsumsi di agama mana pun.

 

Menurutnya sup ayam yang digunakan pada ramen instan mampu menghindari tabu agama dengan baik saat diperkenalkan ke berbagai negara. Ada ajaran agama yang tidak  mengizinkan konsumsi daging sapi dan ada juga ajaran agama yang tidak mengizinkan konsumsi daging babi.

Akan tetapi, tidak ada ajaran budaya, agama atau negara yang tidak mengizinkan konsumsi daging ayam. Mie instan yang telah digoreng hingga kering kemudian disemprot dengan cairan konsentrasi sup yang tediri dari kaldu ayam dan bumbu-bumbu lain.

Produk kedua

Ini merupakan pertama kalinya mie instan dijual bersamaan dengan wadahnya. Meskipun terlihat sederhana, penemuan ini merupakan langkah awal persebaran mie buatan Jepang ke seluruh dunia.

Menurut situs Nippon, sang penemu mie instan mendapatkan ide tersebut dari perjalanannya ke Amerika Serikat pada tahun 1966.

Pada saat itu ia sedang mempromosikan Chicken Ramen ke penjual-penjual lokal. Akan tetapi, karena pada saat itu ia tidak membawa mangkuk dan sumpit, ia tidak memiliki cara untuk mendemonstrasikannya secara langsung.

Melihat hal tersebut, sang penemu mie instan menyadari pentingnya mengadaptasi budaya kearifan lokal ke produk yang ia jual. Setelah melewati beberapa uji coba, akhirnya sang penemu mie instan meluncurkan Cup Noodle pada tahun 1971.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.