Jalan Moses Ternyata Inspirasi Dari Sebuah Nama Orang Lho

Jalan Moses
Sumber : GuideKu.com

Yogyakarta di jalan gejayan terdapat jalan moses yang jalannya banyak jualan makanan dari pagi sampai malam hari

Jalan Moses ternyata merupakan nama salah satu mahasiswa yang meninggal karena aksi pada waktu itu.

Sebagai bentuk mengenang, pada waktu itu namanya dijadikan nama jalan. Penasaran dengan kelanjutan ceritanya ? Simak Yuk

Menelisik Jalan Moses

Jalan Moses berada Gejayan. Gejayan memiliki  padukuhan yang berada di Kelurahan Condongcatur, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta.

Pada catatan sejarah, kawasan Gejayan Yogyakarta memiliki sejarah erat dengan pergerakan reformasi 1998 yang disuarakan oleh mahasiswa di Kota Pelajar.

Gejayan sempat porak-poranda karena kericuhan yang terjadi saat demonstrasi.

Catatan Tribunjogja.com yang dirilis pada 2016, berdasarkan wawancara kepada sejumlah narasumber. Peristiwa sejarah memperjuangkan perubahan pada tahun 1998 di Yogyakarta mengorbankan seorang mahasiswa, bernama Moses Gatutkaca.

Demonstrasi di Yogyakarta sudah terjadi sejak tanggal 5 Mei 1998, mahasiswa turun ke jalan dari daerah Bulaksumur (Universitas Gajah Mada) hingga daerah Mrican (Universitas Sanata Dharma). Mahasiswa menjadi corong utama dalam penuntunan hak yang bernama reformasi, karena permasalahan yang mendera rakyat :  krisis moneter, harga-harga naik, penjarahan di mana-mana, keadaan menjadi tak stabil.

Tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 8 Mei 1998, tak ada kesepakatan damai antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Tidak ada dari mereka yang mundur dan bentrokan pun tak terhindarkan, bom molotov dilemparkan dan meledak, petasan dan batu melayang di udara Mrican.

Saat itu, Moses yang melintasi kawasan yang tengah terdapat aksi demonstrasi yang ricuh, dia kemudian dihajar oleh aparat lantaran dikira merupakan massa demonstran.

“Setahu kami, Moses mau mencari makan malam setelah waktu maghrib. Dia lewat selatan kampus Sanata Dharma, di sana ada demo anarkis,”

Dilansir dari Tempo.com, Moses Gatotkaca merupakan seorang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Sanata Dharma yang namanya diabadikan menjadi nama jalan di daerah Gejayan, Yogyakarta.

Moses Gatotkaca tewas dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta pada Jumat, 8 Mei 1998 yang menuntut turunnya Presiden Soeharto dan menggulingkan pemerintahan orde baru.

Peristiwa bentrokan yang menewaskan Moses itu dikenal dengan Peristiwa Gejayan. Massa aksi yang tergabung terdiri dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, hingga UIN Sunan Kalijaga.

Pada 8 Mei 1998, beberapa kampus sudah melakukan aksi damai sejak pukul 09.00. Sedangkan untuk aksi intinya baru dimulai setelah melakukan salat Jum’at, yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa di depan kampus UGM.

Kemudian tewasnya Moses karena diakibatkan oleh benda tumpul yang mengenai kepalanya hingga terluka parah. Moses yang kala itu sedang mencari makan malam melintasi para demonstran yang ricuh dihajar aparat lantaran dikira massa demonstran.

Moses ditemukan dalam kondisi sekarat oleh beberapa mahasiswa di posko PMI Universitas Sanata Dharma. Ia ditemukan tergeletak di jalan dengan kondisi tangan patah menelikung ke belakang, ditambah luka parah di bagian kepala dengan telinga dan hidung mengalir darah.

Belum sampai mendapat pertolongan, saat dibawa oleh ambulans menuju Rumah Sakit Panti Rapih sekitar pukul sepuluh malam, ia meninggal. Visum RS Panti Rapih menyatakan Moses mengalami pendarahan pada bagian telinga dan mulut. Ia diduga mengalami retak dalam tulang dasar tengkorak.

Nah, itulah asal mula nama Jalan Moses Gatotkaca di sekitaran Gejayan. Sekarang kalian sudah paham bukan hubungan Jalan Moses Gatotkaca dengan Peristiwa Gejayan 1998? Gejayan telah banyak membawa cerita

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.