Misteri Angka-Angka yang Tidak Ada di Lift dan Apartemen

Misteri Angka-angka
Sumber : Kumparan

angka-an

Kira-kira alasannya apa, ya ? Simak artikel dibawah ini

Tetraphobia

Sebuah tahayul yang dimana penyintasnya mengalami kekhawatiran dan ketakutan terhadap angka 4. Beberapa alasan siap membela kenapa mereka menghindari angka 4 , 14 , 24, dan seterusnya pada segenap angka yang mengandung angka 4 seolah tak kenal batas akhir.

Alasan paling popular adalah bahwa dalam bahasa Mandarin, angka 4 disebut shi yang lafalnya mirip dengan kata bermakna “mati” sehingga bagi pembangun dan pemilik gedung, angka 4 dihindari agar tidak membawa sial.

Begitu pula bagi para pengguna lift yang tentu saja ingin selamat sampai ke tujuan, angka 4 ditiadakan demi kenyamanan batin bersama.

Alasan lainnya adalah angka 4 dianggap mirip kursi terbalik yang dianggap oleh para pemilik jabatan dan kekuasaan sebagai lambang ketidakseimbangan.

Bagi yang memiliki jabatan, dikhawatirkan akan terjatuh dari kursi jabatannya. Maka ketimbang benar-benar tertimpa musibah, lebih baik angka 4 ditiadakan pada gedung bertingkat oleh para pembangun dan pemilik gedung yang percaya bahwa angka 4 adalah angka pembawa sial.

Dilansir dari Rumah123.com,  apartemen, lift, kantor, hotel tidak ada angka 4 dikarenakan mereka mempercayai bahwa angka 4 merupakan angka sial

Sempat berbincang dengan pakar feng shui mengenai mitos lantai 4 dan menjelaskan hal yang sama.

Jadi tidak heran kalau banyak apartemen yang tidak memiliki lantai 4, kalau masih belum percaya cek saja.

Ada menamakan lantai 4 menjadi 3A, atau malah lompat dari lantai 3 langsung menuju lantai 5, tanpa lantai 4.

Bahkan, sejumlah apartemen tidak memiliki lantai 14 ataupun lantai 24, tentunya ini tergantung kebijaksanaan developer.

Tidak hanya apartemen saja, namun juga gedung perkantoran juga menerapkan kebijakan serupa.

Fengshui

Sebagian kalangan masyarakat di Indonesia meyakini fengshui. Berdasarkan kepercayaan fengshui, angka 4 yang hanya memilik satu kaki dianggap tidak seimbang untuk menopang tubuhnya.

Dan bila angka 4 dibalik, akan menyerupai bentuk kursi. Kursi diibaratkan sebagai kedudukan atau jabatan. Penggunaan angka ini dianggap bisa menyebabkan jabatan turun atau jatuh.

Sedangkan dari segi pelafalan, dalam bahasa Cina, angka 4 dibaca “shi.” “Shi” memiliki arti mati. Selain itu, dalam bahasa Jepang, “shi” berarti kesedihan. Karena arti kata tersebut bermakna negatif, kebanyakan orang merasa lebih aman dan nyaman bila menghindarinya.

Untuk angka 13, berawal dari mitos di budaya barat yang menyatakan angka 13 sebagai angka sial.  Tapi sebagian orang juga menyatakan angka 13 juga sama seperti angka 4, karena bila dijumlahkan angka 1 dan 3 menjadi 4. Jadi ini juga yang menyebabkan angka 13 hilang dari lantai apartemen maupun hotel.

Hal yang sama terjadi pada lantai 22, 31, 40 dan seterusnya yang bila dijumlahkan angka-angka itu akan menghasilkan bilangan 4.

Kepercayaan fengshui ini tidak hanya diikuti oleh orang keturuann Tionghoa saja. Penghuni apartemen bisa berasal dari banyak kalangan dan bisa jadi penghuni atau penyewa meyakini fengshui tentang angka 4 dan 13, sehingga pihak pengelola lebih dulu mengantisipasinya dengan menghilangkan angka tersebut dari urutan lantai apartemen.

Sebenarnya hilangnya lantai 4 dan 13 tidak hanya terjadi di gedung apartemen dan hotel yang tinggi. Fenomena ini juga bisa dijumpai di fasilitas publik seperti rumah sakit atau pusat perbelanjaan.

Kepercayaan yang turun-temurun membuat sebagian orang sulit untuk lepas dari kepercayaan ini. Tapi sebagian lagi beranggapan hidup di zaman moderen tak perlu lagi mempercayai hal berbau mistis

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.