5 Hal Unik Yang Hanya Kamu Temui di Korea Selatan

7 hal unik di Korea Selatan
Sumber : Kompas.com

Girls, apakah kamu berencana liburan akhir tahun ke Korea ? Jika iya, kamu wajib berkunjung ke destinasi dan melihat tradisi-tradisi yang ada di Korea

Korea menyediakan tempat yang membuat siapapun kesana akan ketagihan. Salah satu yang paling terkenal yakni Pulau Jeju dengan keindahan alamnya yang masih alami. Kalau mau menikmati perpaduan suasana modern dan tradisional, singgahlah di Seoul.

Read More

Selain itu, di Korea Selatan, kamu bisa mendapatkan boarding pass yang di baliknya dilengkapi peta bandara. Jadi lebih mudah mencari gate. Seru bukan ?

Girls, Korea memiliki budaya dan tradisi yang unik, lho. Simak rangkuman Girlisme.

Festival Lumpur

Korea terdapat tradisi dan budaya yang cukup unik, yaitu festival lumpur atau yang dikenal dengan Boryeong Mud Festival. Festival ini diadakan sejak 1998 dan diadakan selama dua pekan di bulan Juli. Masyarakat Korea memang percaya bahwa lumpur sangat bagus untuk kesehatan kulit.

Budaya Nakji Korea

apa sih rasanya makan gurita hidup? Jika penasaran Anda dapat mengunjungi Korea untuk merasakan sensasi makan gurita hidup atau nakji.

Budaya  nakji di Korea Selatan masih dilestarikan hingga kini. Ini merupakan sebuah kebiasaan makan gurita hidup-hidup dengan cara menyeruputnya.

Kebudayaan Korea Selatan semakin meluas ke seluruh dunia. Ini adalah dampak dari perkembangan industri hiburan mereka. Salah satu budaya yang berkaitan dengan kuliner yaitu Nakji.

Gurita hidup dipotong kecil-kecil dan ditaburi biji wijen. Potongan gurita tersebut biasanya akan bergerak-gerak saat disajikan. Berani coba?

Sauna

Bagi Anda yang sering menonton drama Korea pasti sering melihat sauna publik di Korea. Tempat pemandian umum ini bahkan memiliki area untuk tidur dan buka hingga 24 jam.

Sauna publik ini disebut dengan Jjimjilbangs. Di dalamnya juga menyediakan aneka snack dan minuman.

berasal dari kata bahasa Korea, Jjimjil yang berarti ‘pemanas’ dan Bang yang berarti ‘ruang’, Jjimjilbang merupakan sebutan untuk tempat sauna yang ada di Korea Selatan.

Dibuka setiap hari dan sepanjang tahun membuat banyak masyarakat Korea menjadikan tempat ini sebagai pelarian.

Hanok

Budaya dan tradisi dari Korea Selatan juga terlihat unik dari segi arsitektur rumah, yang disebut dengan Hanok.

Rumah ini terdiri dari anchae bagian dalam, sarangchae bagian untuk pria, sarangbang ruang belajar dan haengrangbang ruang pelayan

Hanok dibangun dari bahan-bahan alami, seperti kayu, batu, tanah, jerami, genting, bahkan kertas. Kerangka dan tiang hanok terbuat dari kayu. Temboknya dibangun dari bata yang dibuat dari tanah dicampur rumput. Lantai rumah dibuat dari tanah yang dikeraskan. Kertas tradisional Korea yang disebut hanji dipasang dirangka jendela, rangka pintu, dan pelapis dinding

Pernikahan

Pernikahan dalam budaya Korea mempunyai sistem patrilineal atau pria memiliki peran penting dalam kesejahteraan keluarga.

Budaya pernikahan Korea juga sangat menghormati kesetiaan sehingga para janda muda tidak diizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk orang tua suaminya.

Selain itu adat pernikahan Sebenarnya agak mirip dengan prosesi pernikahan di Indonesia. Tamu undangan disuguhkan penampilan tarian adat di acara pernikahan. Penampilan ini terdiri dari Samulnori. Ada juga tarian Buchaechom, yaitu tarian kipas yang dimainkan oleh para wanita.

Disusul dengan Upacara Chin-young-rye Urutan upacara ini adalah sang pengantin pria memasuki halaman rumah pengantin wanita dengan mengikuti girukabi atau orang yang membawa burung pernikahan. Burung ini merupakan bebek yang tubuhnya dibungkus dengan kain warna-warni. Girukabi ini nantinya akan diberikan oleh pengantin wanita.

Nah, kalau prosesi jeon-an-rye sudah dilakukan, selanjutnya adalah prosesi gyo-bae-rye atau upacara menghadap satu sama lain. Pengantin pria berdiri di sebelah timur, kemudian pengantin wanita akan berjalan menghampiri dari arah barat.

Minuman anggur dalam gayung labu akan tersaji dalam prosesi yang satu ini. Prosesi ini menyimbolkan bahwa setiap pasangan lahir secara terpisah, namun mereka bersatu dalam ikatan pernikahan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.