7 kabupaten UMK Terendah di Indonesia

7 UMK Terendah di Indonesia
Sumber : BBC

UMK atau upah minimum kabupaten atau kota adalah standar minimum upah bagi pekerja yang berlaku di setiap kabupaten atau kota. UMK masih ditetapkan oleh gubernur, akan tetapi pengajuannya dilakukan oleh walikota atau bupati.

Dilansir dari Ekrutmedia.com, UMK adalah upah minimum kabupaten/kota. Dapat diartikan bahwa UMK adalah batas upah minimal setiap bulan yang dijadikan acuan dalam suatu kabupaten/kota. Terdiri dari tunjangan tetap dan upah pokok.

UMK ditetapkan Perpres Nomor 78 Tahun 2015 dengan penerapan yang memperhatikan inflasi atau pertumbuhan ekonomi di sebuah kabupaten/kota. Biasanya, UMK ditetapkan oleh gubernur pada 30 November per tahunnya dan akan dilaksanakan per 1 Januari pada tahun selanjutnya

Sama seperti UMP, UMK di masing-masing kabupaten atau kota juga berbeda. Biasanya, UMK dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi di kabupaten/kota tersebut.

Dilansir dari kompas.com, faktor utama yang mempengaruhi kenaikan UMP dan UMK berdasarkan PP 36 tahun 2021 pasal 25 ayat (2) adalah kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Baik UMP maupun UMK, pada umumnya perhitungan dan kenaikannya dipengaruhi oleh inflasi, pertumbuhan ekonomi, rata-rata konsumsi per kapita, banyaknya masyarakat yang bekerja.

Di tengah harga yang melonjak naik, sedangkan UMK yang diterima di masing-masing kota masih tergolong kecil. Berikut beberapa kota yang masih memiliki UMK terendah se-Indonesia

Banjarnegara

Rinciannya terdapat pada Rp. 1819.000.

Wonogiri

Rinciannya terdapat pada Rp. 1839.00

Sragen

Rinciannya terdapat pada Rp. 1839.00

Banjar

Rinciannya terdapat Rp. 1852.00

Rembang

Rinciannya terdapat Rp. 1874.000

Pangandaran

Rinciannya terdapat Rp. 1884.000

Brebes

Rinciannya terdapat Rp. 1885.00

UMK rendah tidak terjadi begitu saja, seperti yang disampaikan oleh Dirjen Kemnaker, Anwar Sanusi, ia menjelaskan bahwa UMP 2022 di daerah-daerah yang ada di Pulau Jawa relatif rendah karena dasar penghitungan yang digunakan.

Dilansir dari Kompas.com, UMP di Jawa tergolong rendah saat ini bahkan di tahun-tahun sebelumnya, karena yang digunakan sebagai dasar menghitung (baseline) adalah upah minimum tahun sebelumnya yang dimulai sejak diberlakukan PP Nomor 78 Tahun 2015 dengan menggunakan formula penetapan UM (Upah Minimum).

Sebagaimana diberitakan, pemerintah pusat telah memutuskan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 yakni sebesar 1,09 persen. Kebijakan penetapan Upah Minimum diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Penetapan upah minimum tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah dalam pasar kerja. Setelah UMP ditetapkan oleh pemerintah provinsi, maka pemerintah akan menetapkan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) 2022.

UMK yang terdapat di kota-kota melalui 4 tahap; Guru Besar Hukum Ketenagakerjaan, Universitas Krisnadwipayana, Prof Payaman Simanjuntak, mengatakan kebijakan strategis pengupahan menyasar setidaknya 4 hal.

Pertama, peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha. Kedua, peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja/buruh. Ketiga, kemudahan, pemberdayaan, dan perlindungan UMKM serta koperasi. Keempat, peningkatan investasi pemerintah dan percepatan proyek strategis nasional.

UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tujuannya untuk mengoreksi beberapa kelemahan UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan termasuk di bidang pengupahan. Pengaturan pengupahan lebih lanjut dijabarkan dalam PP No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

PP No.36 Tahun 2021 tidak menggunakan kebutuhan hidup layak sebagai acuan dalam penetapan upah minimum. Dia menjelaskan regulasi tersebut menghitung upah minimum berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan itu meliputi paritas daya beli; tingkat penyerapan tenaga kerja; dan median upah (nilai tengah dari upah nominal tertinggi dan terendah per perusahaan, red).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *